Pengertian Kalimat Perintah, Ciri-Ciri, Jenis & Contohnya

Apa itu Kalimat Perintah?

Yuk, belajar apa itu kalimat perintah, mulai dari pengertian, fungsi, ciri-ciri, jenis, dan contohnya di berbagai situasi berikut ini.

--

Pada pelajaran bahasa Indonesia, ada banyak sekali jenis kalimat yang kita ketahui. Di artikel sebelumnya, kita juga sudah belajar mengenai macam-macam kalimat, seperti kalimat simpleks, kalimat kompleks, kalimat tunggal, kalimat majemuk, dan masih banyak lagi. Nah, kali ini, kita akan bahas seputar kalimat perintah. Apa sih yang dimaksud dengan kalimat perintah? Yuk, baca sampai habis artikel ini, ya!

 

Pengertian Kalimat Perintah

Kalimat perintah sering disebut sebagai kalimat imperatif. Kalimat perintah adalah kalimat yang memiliki tujuan untuk menyuruh orang lain agar melakukan sesuatu sesuai dengan yang dikehendaki. Oleh karena itu, di dalam kalimat perintah terdapat intonasi dan makna perintah atau larangan. Biasanya, kalimat perintah identik dengan pengucapan intonasi bernada tinggi dan diakhiri dengan tanda baca seru (!).

 

Fungsi Kalimat Perintah

Lalu, untuk apa dan kapan kalimat perintah digunakan? Seperti definisinya, kalimat perintah bisa kamu gunakan saat ingin memberi komando/perintah kepada orang lain. Selain itu, masih ada beberapa fungsi kalimat perintah lainnya. Yuk, simak.

 

1. Memberi perintah

Fungsi dari kalimat perintah adalah untuk memberi perintah. Secara sekilas, fungsi kalimat perintah sebagai memberi komando dan memberi perintah hampir sama. Perbedaannya terletak pada tempat penggunaan dan siapa yang menggunakan saja. Berikut ini beberapa contohnya.

  • Mohon, jangan berisik!
  • Segera kerjakan tugas yang sudah saya berikan!
  • Jangan lupa mengerjakan PR di rumah!

 

2. Berfungsi memberi komando

Dengan fungsi ini, kalimat perintah sering digunakan dalam dunia militer atau ketika perang yang di mana pimpinan akan memberi komando yang sudah sesuai dengan strategi yang dirancang. Dengan adanya perintah komando, maka prajurit yang diberi perintah harus melakukan sesuatu hal yang sesuai dengan apa yang sudah diperintahkan. Contohnya:

  • Segeralah pergi ke arah barat dan kita serang musuh!
  • Tetap bertahan pada posisi masing-masing!
  • Bersiaplah untuk menembak!

 

3. Berfungsi memberi larangan

Kamu pasti sering mendengar kalimat perintah yang berfungsi sebagai kalimat larangan. Entah saat dinasehati oleh orang tua, atau ketika di sekolah oleh guru. Seperti apa saja contohnya?

  • Jangan mengambil buah di rumah itu!
  • Jangan menjadi anak yang malas!
  • Jangan keseringan begadang!

 

4. Berfungsi memberi ajakan

Dalam beberapa hal, suatu ajakan merupakan sebuah perintah yang harus dijalankan. Kalimat perintah yang berfungsi untuk memberi ajakan pada umumnya ditujukan demi kebaikan bersama. Maksudnya, suatu hal yang diperintahkan harus dilakukan agar tidak merugikan orang lain. Contohnya berikut ini.

  • Ayo kita patuhi PPKM dari pemerintah!
  • Segera nikmati hidangan yang telah kami sajikan!
  • Ayo jangan menjadi pribadi yang malas!

 

5. Berfungsi memberi tuntutan

Fungsi kalimat perintah yang satu ini biasanya digunakan untuk menuntut suatu hal. Kita akan sering melihat fungsi kalimat perintah ini dalam dunia hukum. Contohnya:

  • Dakwaan yang diberikan selama 4 tahun penjara!
  • Bayarlah hutang Anda hari ini!

 

6. Berfungsi memberi pembiaran

Fungsi kalimat perintah yang satu ini biasanya digunakan kepada seseorang yang memberi perintah kepada orang lain dalam bentuk hal yang membiarkan. Contohnya:

  • Biarkan dia menenangkan dirinya!
  • Biarlah mereka berekspresi sesuka hati!

Baca Juga: Perbedaan Kalimat Aktif dan Pasif, Apa Saja Ya?

 

Ciri-Ciri Kalimat Perintah

Oke, sebelum lanjut ke pembahasan jenis dan contoh kalimat perintah. Ada baiknya kamu mengetahui ciri-cirinya dulu, nih. Kalimat perintah memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan jenis kalimat lain. Adapun ciri-ciri kalimat perintah, yaitu sebagai berikut:

1. Menggunakan kata perintah

Kalimat perintah umumnya menggunakan kata-kata perintah, seperti jangan, tolong, ayo, dan sebagainya. Kata-kata tersebut berada di awal kalimat.

2. Diakhiri dengan tanda seru (!)

Tanda seru (!) digunakan di akhir kalimat perintah untuk menekankan perintah yang disampaikan.

3. Memuat partikel lah atau kan

Pada kalimat perintah, terdapat imbuhan lah atau kan pada predikat yang digunakan. Contoh:

  • Buanglah sampah pada tempatnya!
  • Matikan kran air!

4. Intonasinya naik atau meninggi

Jika kalimat perintah diucapkan dalam bentuk lisan, maka akan memiliki intonasi naik di bagian awal dan rendah di bagian akhir. Biasanya, kata yang memiliki intonasi naik adalah kata dasar.

5. Menggunakan pola inversi atau subjek terletak di belakang predikat

Pada kalimat biasa, umumnya memiliki pola kalimat subjek diikuti dengan predikat. Akan tetapi, kalimat perintah memiliki pola kalimat terbalik, yaitu predikat yang diikuti oleh subjek. Contoh:

Kalimat biasa: Pintu jangan lupa dikunci.

             S                  P

Kalimat perintah: Jangan lupa kunci pintu!

                                                          P                      S

Ciri-ciri Kalimat Perintah

Baca Juga: Kalimat Langsung dan Tidak Langsung: Pengertian, Ciri-Ciri, serta Contohnya

 

Jenis-Jenis Kalimat Perintah dan Contohnya

Kalimat perintah memiliki beberapa jenis lho teman-teman. Ada kalimat perintah biasa, kalimat perintah ajakan, kalimat perintah larangan, kalimat perintah permintaan, kalimat perintah sindiran, kalimat perintah mempersilahkan, kalimat perintah saran, dan kalimat perintah informasi. Untuk lebih jelasnya, yuk simak ulasan berikut ini! 

 

1. Kalimat perintah biasa

Kalimat perintah biasa merupakan kalimat perintah yang isinya memuat perintah secara langsung untuk melakukan sesuatu. Pada umumnya, kalimat perintah jenis ini digunakan dalam percakapan sehari-hari. Contohnya berikut ini.

  • Buka jendelanya!
  • Jangan main hujan-hujanan!
  • Cepat habiskan makananmu!

 

2. Kalimat perintah ajakan

Jenis kalimat perintah ini memuat ajakan kepada seseorang untuk melakukan sesuatu. Dengan kalimat perintah ajakan ini, kamu dapat mengajak seseorang melakukan hal sesuai kemauan kamu. Biasanya, kalimat ini dimulai dengan adanya kata perintah ayo, marilah, dan lain-lain. Contohnya berikut ini:

  • Ayo beli es krim!
  • Mari kita bersepeda agar sehat!
  • Ayo kembali ke rumah sebelum hujan!

 

3. Kalimat perintah larangan

Kalimat perintah larangan digunakan untuk melarang seseorang melakukan sesuatu. Biasanya, kalimat ini menggunakan kata perintah jangan. Contohnya berikut ini.

  • Jangan lupa makan!
  • Jangan buang sampah sembarangan!
  • Jangan mencuri!

 

4. Kalimat perintah permintaan

Jenis kalimat perintah ini memuat suatu permintaan atau permohonan kepada seseorang untuk melakukan sesuatu. Kata perintah yang biasanya digunakan adalah tolong, harap, dan mohon. Contohnya sebagai berikut.

  • Tolong ambilkan minum di dapur!
  • Mohon tenang karena ada ujian!
  • Harap pelankan suara!

Jenis-jenis Kalimat Perintah

 

5. Kalimat perintah sindiran

Kalimat perintah sindiran digunakan untuk menyindir seseorang. Contohnya sebagai berikut.

  • Andaikan ada yang mau mengambilkan segelas air untukku! (Bermaksud meminta minuman).
  • Jika saja ada orang yang mau menolongku membawa buku-buku ini! (Bermaksud meminta tolong membawa buku).
  • Kotor sekali kamar ini! (Meminta seseorang untuk membersihkan kamar).

 

6. Kalimat perintah mempersilahkan

Kalimat perintah jenis ini merupakan kalimat perintah yang digunakan untuk meminta seseorang melakukan sesuatu. Akan tetapi, dengan bahasa yang lebih formal dan sopan.

Contohnya:

  • Semua hadirin dipersilakan berdiri!
  • Silahkan bekerja mandiri!
  • Silahkan berbaris yang rapi!

 

7. Kalimat perintah saran

Kalimat perintah juga dapat berupa saran. Kalimat jenis ini memuat saran dengan meminta seseorang melakukan sesuatu. Contohnya berikut ini.

  • Sebaiknya kau jauhi teman-teman nakalmu itu!
  • Seharusnya kamu tidak telat datang ke sekolah!
  • Seharusnya kamu dengarkan kata ibu agar ponselmu tidak hilang!

 

8. Kalimat perintah informasi

Kalimat perintah jenis ini disampaikan dalam bentuk informasi. Kalimat perintah informasi sering juga disebut sebagai kalimat perintah tidak langsung. Berikut ini beberapa contohnya.

  • Pak guru meminta semua murid untuk taat pada aturan sekolah.
  • Ayah menyarankan kakak untuk mendaftar jurusan Biologi.
  • Ibu meminta adik untuk minum susu.

Baca Juga: Mengulas Kalimat Persuasif: Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis & Contohnya

--

Itulah ulasan singkat mengenai kalimat perintah atau imperatif. Kamu bisa mempelajarinya dan membuatnya sendiri. Sudah bisa kan, guys? Semoga penjelasannya membuatmu paham, ya! Jika belum, kamu bisa belajar lagi di ruangbelajar melalui video-video interaktif yang menarik. Semangat, ya!

ruangbelajar

Referensi

Pengertian Kalimat Perintah dan Ciri-cirinya [daring]. Tautan: https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-kalimat-perintah-dan-ciri-cirinya/ diakses pada 2 Agustus 2022.

Jenis-Jenis Kalimat Perintah dalam Bahasa Indonesia – Pengertian dan Contohnya [daring]. Tautan: https://dosenbahasa.com/jenis-jenis-kalimat-perintah diakses pada 2 Agustus 2022.

Pengertian, Ciri-Ciri, Fungsi dan Contoh Penggunaan Kalimat Imperatif [daring]. Tautan: https://bobo.grid.id/read/082846098/pengertian-ciri-ciri-fungsi-dan-contoh-penggunaan-kalimat-imperatif diakses pada 2 Agustus 2022.

Profile

Dinda Silviana Dewi