Mengenal Keanekaragaman Hayati (Flora & Fauna) di Dunia | Biologi Kelas 10

Keanekaragaman Hayati di Dunia

Yuk, belajar macam-macam keanekaragaman hayati di dunia! Mulai dari jenis flora dan fauna, hingga persebarannya berdasarkan bioma dan zona wilayahnya, lengkap di artikel Biologi kelas 10 berikut ini!

Kamu tahu nggak, sih? Ternyata, setiap negara memiliki berbagai macam flora dan fauna yang berbeda-beda, lho! Hal ini menunjukkan bahwa dunia kita memiliki keanekaragaman hayati. Apa itu keanekaragaman hayati?

 

Pengertian Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati adalah keberagaman makhluk hidup yang didasarkan pada ciri-ciri yang diketahui melalui observasi atau pengamatan.

Pengertian Keanekaragaman Hayati

 

Kamu tahu nggak sih, apa yang menyebabkan flora dan fauna di setiap negara itu berbeda-beda? Jadi, persebaran berbagai macam flora dan fauna di dunia itu dipengaruhi oleh beberapa faktor nih, di antaranya iklim, vegetasi, interaksi dengan organisme lain, dan barrier fisik.

Faktor yang Mempengaruhi Persebaran Flora dan Fauna di Dunia

 

Nah, kali ini, kita akan mengetahui keanekaragaman hayati yang ada di dunia, meliputi berbagai macam flora dan fauna, serta persebarannya. Wah, menarik banget nggak, sih? Kalau gitu, simak artikel ini sampai habis, ya!

Baca Juga: Keanekaragaman Hayati Tingkat Genetik, Individu, dan Ekosistem

 

Persebaran Flora di Dunia

Persebaran flora di dunia dapat dilihat dari keberadaan biomanya. Hayo, ada yang tahu, apa itu bioma? Bioma adalah suatu wilayah yang memiliki kondisi lingkungan dan makhluk hidup dengan ciri-ciri yang hampir sama (mirip). Nah, tentunya, bioma yang terbentuk di suatu wilayah pasti akan berbeda dengan wilayah yang lain. Perbedaan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya iklim, suhu udara, dan curah hujan.

Misalnya saja nih, di wilayah padang gurun, suhu udaranya sangat tinggi, curah hujannya juga sangat rendah. Akibatnya, nggak semua jenis tumbuhan bisa hidup di sana. Nah, salah satu tumbuhan khas yang hidup di wilayah padang gurun adalah kaktus. Hal ini tentu berbeda dengan wilayah hutan hujan tropis yang memiliki curah hujan tinggi. Jenis tumbuhan yang ada di wilayah tersebut pun akan jauh lebih beragam. 

Gimana, paham ya sampai sini?

Terdapat sembilan tipe bioma di dunia. Wow! banyak banget nggak, sih? Di antaranya ada tundra, taiga, hutan hujan temperata, hutan gugur, padang rumput (stepa), semak belukar (chaparral), hutan hujan tropis, sabana, dan gurun.

Jenis-Jenis Bioma

 

Nah, di artikel ini, hanya akan membahas lima dari sembilan bioma tersebut. So, kalau kamu mau tahu penjelasan dari empat bioma lainnya, bisa cek di ruangbelajar, ya!

Baca Juga: Faktor Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia

 

1. Tundra

Bioma tundra terdapat di Kutub Utara (artik) dan meliputi wilayah Kanada, Siberia, Rusia, dan Finlandia. Bioma tundra memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

Ciri-Ciri Bioma Tundra

 

Nah, di bioma ini, datarannya nggak ditumbuhi pohon, justru sebagian besar ditutupi salju. Kenapa? Soalnya, wilayah tundra hanya mendapatkan sedikit sinar matahari. Jadi, musim dinginnya akan jauh lebih lama daripada musim panas. Makanya, salju dan pegunungan es banyak ditemui di wilayah ini.

Nah, kamu tahu nggak, hal yang paling unik dari bioma tundra adalah adanya lapisan permafrost, yaitu lapisan tanah yang membeku. Tuh kan, saking dinginnya, tanah saja sampai membeku, loh!

Oh iya, meskipun bioma tundra nggak ditumbuhi pohon, tapi masih ada beberapa jenis flora yang tumbuh di sana. Tanaman yang mendominasi wilayah ini, antara lain lumut serta tumbuhan berbunga kecil, seperti saxifraga dan bilberry.

Nah, tanaman tersebut dapat tumbuh di suhu yang sangat ekstrim karena memiliki kemampuan untuk dorman (in active) di musim dingin dan berkecambah (aktif kembali) di musim panas. Jadi, saat musim dingin, tanaman-tanaman ini akan tidur nih, karena nggak bisa memperoleh cahaya matahari yang cukup dan sesuai untuk pertumbuhan.

 

2. Taiga

Bioma ini terdapat di tengah-tengah bioma tundra dan hutan temperata, yaitu meliputi wilayah Skandinavia, Rusia, Siberia, Alaska, dan Kanada. Bioma taiga merupakan bioma dengan wilayah terluas dibandingkan dengan bioma-bioma lainnya, loh. Berikut adalah ciri-ciri bioma taiga.

Ciri-Ciri Bioma Taiga

 

Karena kondisi lingkungan yang cukup ekstrim, nggak banyak tumbuhan yang bisa hidup di sana, sehingga variasi tumbuhannya juga sangatlah sedikit. Yap! Jenis flora yang dominan tumbuh adalah tumbuhan berdaun jarum (konifer), seperti pinus, cemara, juniper, cedar, dan balsam fir. Tahu kan bentuknya seperti apa? Itu lho, yang sering digunakan sebagai pohon natal.

Oh iya, tumbuh-tumbuhan di sana juga selalu berdaun hijau loh, baik saat musim dingin maupun musim panas. Selain itu, wilayah dengan bioma taiga terbesar terdapat di Rusia, membentang sepanjang 5.800 km dari Samudra Pasifik sampai Pegunungan Ural. Uwooow!

 

3. Gurun

Bioma gurun dapat ditemukan di wilayah Afrika Utara (Gurun Sahara), Australia (Gurun Great Sandy), dan Asia Barat (Gurun Gobi). Ciri utama bioma gurun adalah curah hujan yang sangat rendah, jadi lingkungannya kering dan suhunya ekstrim. Kalau mendengar kata gurun, pasti kalian berpikirnya tempat yang sangat panas, biasanya memang benar, tapi suhu yang panas itu bukan ciri gurun, karena ada juga loh gurun yang suhunya dingin seperti gurun Antarktika.

Nah, berikut adalah ciri-ciri lain dari bioma gurun!

Ciri-Ciri Bioma Gurun

 

Karena memiliki curah hujan yang rendah, wilayah gurun sangat kering dan tandus. Jadi, nggak semua jenis tanaman bisa hidup di sana. Cuma tanaman yang bisa beradaptasi di lingkungan kering aja yang bisa hidup, antara lain kaktus dan tumbuhan semusim, seperti alang-alang, jujube, black saga, dan creosote bush.

Ini biasanya karena mereka memiliki akar panjang dengan jaringan spons untuk menyimpan air, dan jaringan parenkim yang bisa menyimpan air. Selain itu,  serta daun berukuran kecil atau duri untuk mengurangi penguapan air. Bahkan, jenis tanaman seperti kaktus, memiliki kemampuan untuk menyerap air selama musim hujan dan menghemat penggunaannya selama musim panas.

Baca Juga: Mengenal Biosfer, serta Faktor Persebaran Flora dan Fauna

 

4. Padang Rumput (Stepa)

Bioma padang rumput (stepa) dapat ditemukan di wilayah Tiongkok bagian utara, Asia bagian tengah, dan Amerika Utara bagian barat. Nah, seperti namanya, stepa merupakan wilayah padang rumput yang membentang luas. Bioma ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

Ciri-Ciri Bioma Stepa (Padang Rumput)

 

Bioma padang rumput (stepa) memiliki tingkat curah hujan yang rendah yang hanya cukup untuk asupan air tumbuhan seperti rumput-rumputan, dan tumbuhan lain yang sanggup mengurangi penguapan air.

flora di padang rumput

Tanaman Puya raimondii (Sumber: wikimedia.org)

Biasanya sih memang kecil-kecil tumbuhannya, tapi, ada juga yang saaangat tinggi dan besar, contohnya Titanca atau Puya raimondii yang bisa ditemukan di negara Peru.

 

5. Sabana

Bioma sabana dapat ditemukan di wilayah Afrika bagian tengah dan selatan, Brazil bagian tengah, sedikit di wilayah Australia bagian utara, Nusa Tenggara Timur, serta pantai barat Madagaskar. Bioma sabana memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

Ciri-Ciri Bioma Sabana

 

Bioma ini sekilas mirip dengan bioma padang rumput ya, karena memang wilayahnya juga banyak ditumbuhi rerumputan. Hal yang membedakannya dengan bioma padang rumput adalah wilayah bioma sabana juga ditumbuhi semak dan pohon, seperti eukaliptus, akasia, dan gebang.

Persebaran Flora di Dunia

Baca Juga: Mengenal Macam-Macam Bioma di Dunia dan Ciri-cirinya

 

Nah, itu tadi penjelasan tentang persebaran fauna di dunia berdasarkan lima bioma, yaitu bioma tundra, taiga, gurun, padang rumput, dan sabana. Lalu, bagaimana dengan persebaran faunanya, ya? Langsung simak pembahasan berikut ini, yuk!

 

Persebaran Fauna di Dunia

Pada awalnya, klasifikasi persebaran fauna di dunia dipelopori oleh Alfred Russel Wallace, seorang naturalis, antropolog, dan ahli biologi kelahiran Inggris. Ia membagi persebaran fauna yang ada dunia ini ke dalam enam macam zona (wilayah). Namun, zona ini kemudian berkembang menjadi sebelas zona, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Lalu, apa saja sih sebelas zona persebaran fauna di dunia itu? Di antaranya ada zona neartik, neotropik, paleartik, afrotropical, oriental, australian, oceanian, saharo-arabian, sino-japanese, madagascan, dan panamanian.

Zona Persebaran Fauna di Dunia

 

Kamu harus tahu juga nih, fauna yang ada di salah satu zona, kemungkinan bisa ditemukan di zona yang lain juga. Loh, kok bisa? Iya, hal ini disebabkan karena adanya beberapa faktor, seperti kemiripan iklim dan vegetasi yang tumbuh, percampuran fauna akibat dari daratan yang menyatu sebelum zaman pleistosen, serta adanya zona transisi (perbatasan antar zona) yang memungkinkan fauna untuk bermigrasi.

Oke, pasti kamu sudah nggak sabar kan, ingin tahu macam-macam fauna khas yang ada di masing-masing zona tersebut? Di sini kita akan bahas lima dari sebelas zona persebaran fauna yang ada di dunia saja. Jadi, kamu bisa cek pembahasan enam zona lainnya di ruangbelajar, ya!

Persebaran Fauna di Dunia

 

1. Zona Neartik

Zona neartik meliputi wilayah Amerika Utara (Amerika Serikat, Alaska, Kanada, Meksiko Utara) dan Greenland. Wilayah pada zona neartik memiliki berbagai macam bioma, seperti taiga, padang rumput, dan hutan gugur.

Nah, karena zona neartik berada di wilayah yang suhunya rendah, jadi, jenis fauna yang hidup di zona ini sebagian besar memiliki bulu yang sangat lebat untuk melindungi diri saat musim dingin, seperti muskox dan kambing gunung.

Selain itu, ada juga jenis fauna lain, seperti kalkun, bison, caribou, alligator mississippi, ular derik, dan red cardinal. Eh, di zona neartik ini juga terdapat gurun yang cukup luas, yaitu gurun Mojave, jadi ada juga beberapa fauna gurun seperti rubah, antelop, koyote, dan singa gunung.

 

2. Zona Neotropik

Zona neotropik meliputi wilayah Amerika Tengah dan Amerika Selatan (dataran rendah Meksiko, Kepulauan Karibia, dan Florida). Kondisi iklim di wilayah ini sebagian besar adalah tropis dan beriklim sedang di wilayah Amerika Selatan. Fauna yang terdapat di zona ini, antara lain armadillo, alpaka, llama, kelelawar penghisap darah, piranha, anaconda, burung beo, dan katak pohon Brazil.

Baca Juga: Apa Saja Manfaat Flora dan Fauna bagi Kehidupan Kita?

 

3. Zona Paleartik

Zona paleartik merupakan zona dengan kawasan paling luas di antara zona lainnya. Zona paleartik mencakup hampir seluruh kawasan di benua Eropa, Rusia, daerah di dekat Kutub Utara, Pegunungan Himalaya, Kepulauan Inggris, Tibet, Tiongkok Utara, Korea, Selat Bering, Afrika Utara, dan Asia Barat. Wow, luas banget, ya!

Karena wilayahnya yang luas, fauna yang ada juga sangat beragam dan hidup bergantung pada kondisi wilayah dan kemampuan adaptasi yang dimilikinya. Fauna tersebut, di antaranya panda, panda merah, unta, rusa kutub, beruang kutub, yak, serigala, dan dormice.

 

4. Zona Afrotropical

Zona afrotropical bisa kita sebut juga dengan zona ethiopian. Zona ini terletak di sebagian besar wilayah Afrika (kecuali Afrika Utara dan Gurun Sahara), dan kepulauan di Samudra Hindia bagian Barat. Sebagian besar jenis fauna yang ada di zona ini merupakan hewan vertebrata (bertulang), seperti gajah Afrika, jerapah, singa, hyena, lemur, zebra, gorila, babun, dan antelop.

 

5. Zona Oriental

Zona oriental meliputi wilayah India, Indochina (Kamboja, Laos, Vietnam), serta Indomalayan (Malaysia, Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Filipina). Kalau kita lihat dari wilayahnya, sebagian besar beriklim tropis, ya. Selain itu, banyak terdapat juga hutan hujan tropis yang memiliki keanekaragaman hayati yang paling tinggi.

Beberapa jenis fauna khas yang terdapat di zona oriental, yaitu primata (owa, orang utan, surili, siamang, langur, dan monyet), fauna air tawar (lumba-lumba sungai indus dan gangga), mamalia berukuran besar (gajah, banteng, tapir, badak, pelanduk), tupai raksasa India, kukang, beberapa aves (burung poksay, cica kopi, batu siul).

Persebaran Fauna di Dunia

Baca Juga: Cara Melakukan Konservasi Flora dan Fauna yang Hampir Punah

 

Nah, sekarang kita sudah tahu ya, apa saja jenis dan persebaran flora dan fauna yang ada di dunia berdasarkan keadaan bioma dan juga zona wilayahnya. Tentunya, jenis flora dan fauna yang hidup di suatu wilayah akan bergantung pada kondisi lingkungan yang ada di wilayah tersebut, nih.

Tugas kita selanjutnya adalah menjaga agar keanekaragaman hayati tersebut tetap lestari. Contoh simpelnya, dengan nggak membuang sampah sembarangan nih, supaya lingkungan terhindar dari polusi yang dapat mengganggu organisme yang hidup di sana.

Oke, selesai sudah materi kita kali ini. Semoga bermanfaat, ya! Oh iya, kamu juga bisa belajar materi tentang keanekaragaman hayati di dunia secara lengkap di ruangbelajar, loh! Di sana, kamu bakal diajarkan oleh para Master Teacher terbaik yang bikin kamu mudah paham terhadap materi. Semangat belajar, ya!

IDN CTA Blog ruangbelajar for desktop Ruangguru

Referensi: 

Irnaningtyas. (2016). Biologi untuk SMA/MA Kelas 10 Kurikulum 2013. Jakarta: Erlangga.

Sumber Foto: 

Foto ‘Puya raimondii flowering in Ayacucho, Peru’ [Daring], Tautan: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Puya_raimondii_h%C3%A1bito.jpg#/media/File:Puya_raimondii_h%C3%A1bito.jpg

 

Artikel ini telah diperbarui pada 18 Agustus 2022.

Hani Ammariah

Content Performance Coordinator at Ruangguru. I like to write things that are useful and also not. But I hope, you can learn something from this post. ^^