Hari Hutan Sedunia 2021: Upaya Pemulihan dan Pelestarian Hutan Kita

Hani Ammariah Mar 23, 2021 • 5 min read


hari hutan sedunia

Dalam rangka memperingati Hari Hutan Sedunia 2021, artikel ini memberikan informasi mengenai upaya yang bisa dilakukan untuk memulihkan serta melestarikan hutan di bumi.

--

Bencana kebakaran hutan yang terjadi setahun ke belakang telah mempengaruhi luas lahan hutan di bumi. Dilansir dari BBC News Indonesia, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa negara tahun 2020 merupakan yang terburuk selama hampir 20 tahun terakhir. Cuaca panas dan kering yang berkepanjangan akibat perubahan iklim dan penggundulan hutan merupakan faktor penyebab utamanya.

Nah, jika hal tersebut dibiarkan terus menerus, maka kebakaran hutan ini akan menimbulkan asap karbon yang menyebabkan polusi udara dan gangguan pernapasan, menghancurkan ekosistem vital, memusnahkan spesies yang ada di dalamnya, sampai berdampak pada bidang ekonomi. 

Sayangnya, aktivitas penebangan hutan (deforestasi) masih banyak terjadi di beberapa negara. Di Indonesia sendiri, berdasarkan data dari Forest Watch Indonesia (FWI), pada periode 1996-2000 luas lahan hutan yang ditebang mencapai 2 juta hektar per tahun. Kemudian, pada rentang 10 tahun berikutnya, jumlah ini sempat mengalami penurunan, yaitu sebesar 1,5 juta hektar per tahun. Namun, pada periode 2009-2013, hanya dalam kurun waktu 5 tahun, luas lahan hutan yang ditebang telah mencapai 1,1 juta hektar per tahun, jauh lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya.  

Tingginya kasus penebangan hutan di Indonesia ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Perluasan wilayah (ekspansi) perkebunan kelapa sawit menjadi salah satu yang utama. Hal ini karena kelapa sawit merupakan komoditi ekspor andalan Indonesia. Aktivitas penebangan hutan juga tidak terlepas dari perkembangan industri kayu, serta pulp dan kertas. Selain itu, ketidakjelasan hak tenurial, penataan ruang yang kurang tepat, serta lemahnya kapasitas dalam mengelola hutan menjadi faktor dasar berkurangnya jumlah hutan.

hak tenurial

Baca juga: Mengenal Keanekaragaman Hayati di Dunia

Tentunya, kita tidak boleh menutup mata dari sekian banyak kasus yang mengancam kelestarian hutan di bumi. Perlu dilakukan upaya untuk mencegah dan memperbaikinya. Nah, tanggal 21 Maret diperingati sebagai Hari Hutan Sedunia (International Day of Forest). Hari besar ini ditetapkan oleh PBB dalam resolusi PBB 67/200 pada 21 Desember 2012. Tujuannya, untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya hutan bagi kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya.        

Setiap tahunnya, PBB mengangkat tema yang berbeda untuk memperingati Hari Hutan Sedunia. Di tahun ini, tema yang diangkat adalah “Restorasi Hutan: Jalan Menuju Pemulihan dan Kesejahteraan”. Diharapkan, dengan adanya restorasi dan pengelolaan hutan yang baik dapat mengatasi masalah yang berkaitan dengan perubahan iklim dan penurunan keanekaragaman hayati.

Apa Itu Restorasi Hutan?

Menurut KBBI, restorasi berarti pemulihan atau pengembalian sesuatu ke kondisi semula. Nah, restorasi hutan sendiri merupakan upaya untuk memulihkan kondisi hutan alam seperti sedia kala, serta meningkatkan fungsi dan nilai hutan, baik dari segi ekologis maupun ekonomis. 

Kegiatan restorasi hutan dapat dilakukan melalui beberapa cara. Kita bisa mulai dari penanaman kembali. Pilih tanaman yang mudah dan cepat tumbuh di lahan kritis, serta memiliki akar dan batang yang kokoh, sehingga dapat menangkal air hujan. Setelah tanaman tumbuh, lakukan pemeliharaan. Pastikan agar tanaman tumbuh dengan baik, tidak terserang hama, penyakit, atau tumbuhan pengganggu. Selanjutnya, lindungi wilayah hutan dengan tidak melakukan penebangan pohon saat masa regenerasi.

Kita juga bisa melakukan pelepasan satwa liar hasil penangkaran atau pemindahan dari lokasi lain. Tujuannya, untuk membantu mengembalikan unsur hara tanah (dari kotoran hewan tersebut), penyebaran benih tanaman, dan proses penyerbukan secara alamiah.  

Upaya sederhana untuk membantu pemulihan hutan yang bisa kita lakukan adalah dengan tidak merusak pohon atau tanaman. Misalnya nih, saat kamu sedang berkemah di kawasan hutan wisata, jangan sembarangan mencabut ranting pohon, apalagi mencoret-coret atau mengukir batang pohon. Karena tindakan tersebut bisa mengganggu proses pertumbuhan pohon, lho!         

Upaya untuk Melestarikan Hutan

Restorasi hutan memang sangat diperlukan untuk memulihkan kawasan hutan yang rusak atau terdegradasi. Tapi, kita juga perlu menjaga agar hutan dan ekosistem di dalamnya tetap lestari. Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan, mulai dari yang paling sederhana, misalnya mengurangi penggunaan kertas dan tisu berlebih. Seperti yang sudah kita tahu, kertas dan tisu itu terbuat dari batang pohon. Nah, dengan mengurangi penggunaan kertas dan tisu, kita juga akan menekan proses penebangan pohon di hutan.    

Selain itu, agar ekosistem di dalam hutan terjaga, penting bagi kita untuk tidak membuang sampah atau limbah ke hutan. Kita juga bisa melakukan upaya mitigasi (pencegahan) kebakaran dengan tidak membakar sampah atau rumput kering di area hutan. Melindungi hutan berarti merawat rumah bagi ratusan spesies tumbuhan dan hewan di bumi.

 

 

Tentunya, upaya-upaya tersebut tidak bisa dilakukan seorang diri. Kita semua perlu saling bantu membantu dalam melestarikan hutan. Karena hutan adalah paru-paru dunia, hutan yang lestari dapat menjaga keseimbangan alam kita. Selamat Hari Hutan Sedunia!

New Call-to-action

Referensi:

Fortmann, L. 1985 The tree tenure factor in agroforestry with particular reference to Africa. Agroforestry Systems 2: 229–251. 

Fortmann, L. dan Bruce, J.W. (ed.) 1988 Whose trees? Proprietary dimensions of forestry. Westview Press, Boulder, CO, AS.

Barri MF, Setiawan AA, Oktaviani AR, dkk. (2018) ‘Potret Deforestasi di Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Maluku Utara’, Deforestasi Tanpa Henti [Daring]. Tautan: https://drive.google.com/file/d/1qaIl7U5OV1Sys7KyrCWjwru94xF4yzcH/view (Diakses pada: 22 Maret 2021)

‘Kebakaran hutan dan lahan di berbagai negara tahun 2020 diprediksi jadi yang terburuk selama 18 tahun terakhir, bagaimana di Indonesia?’ [Daring]. Tautan: https://www.bbc.com/indonesia/dunia-54196002 (Diakses pada: 22 Maret 2021)

Sumber gambar:

GIF ‘Flower Growing’ [Daring]. Tautan: https://www.reddit.com/r/animation/comments/7y5hsr/flower_growing_plastecine_gif/ (Diakses: 23 Maret 2021)

‘Paper’ [Daring]. Tautan: https://www.jojonomic.com/blog/pemborosan-perusahaan/ (Diakses: 23 Maret 2021)

‘Tree Cutting’ [Daring]. Tautan: https://treeservicesalexandriava.com/tree-cutting/ (Diakses: 23 Maret 2021)

‘Dear in Forest’ [Daring]. Tautan: https://in.pinterest.com/pin/518828819568632345/ (Diakses: 23 Maret 2021)

‘Deforestation for Oil Palm’ [Daring]. Tautan: https://news.mongabay.com/2020/12/indonesia-biofuel-deforestation-oil-palm-plantation-b30/ (Diakses: 23 Maret 2021)

‘Forest Fires’ [Daring]. Tautan: https://ec.europa.eu/jrc/en/news/increased-efforts-curb-wildfires (Diakses: 23 Maret 2021)

Profile

Hani Ammariah

Anaknya seneng ngitung, tapi nggak perhitungan. Dulu pernah kuliah di Institut Pertanian Bogor jurusan Matematika. Sekarang jadi tukang nulis a.k.a Content Writer di Ruangguru.

Beri Komentar