Mempelajari Visual Merchandising untuk Penataan Produk | SMK Kelas 12

Kenya Swawikanti Sep 2, 2021 • 7 min read


Mempelajari Visual Merchandising untuk Penataan Produk

Yuk belajar tentang visual merchandising! Pembahasannya meliputi pengertian, manfaat, komponen, hingga implementasinya. Materi ini dibahas pada mapel Penataan Produk untuk SMK kelas 12 Jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran, lho!

--

 

“Dari mana aja sih kamu? Kok lama banget?”

“Hehe.. Maaf yaaa. Tadi aku masih mampir ke toko RAISO. Niatnya sih, mau sebentar aja, tapi ternyata nggak bisa.”

“Hah? Kenapa emangnya?”

“Soalnya tokonya bagus banget! Barangnya juga lengkap dan lucu-lucu huhu kan aku jadi pengen beli semuanya...”

Hayoo, siapa yang pernah kayak gini juga? Lagi mampir di suatu toko, eh malah keasyikan sendiri ngeliatin barangnya satu per satu karena tampilannya yang cantik dan menarik. 

Hehe, sama. Aku juga pernah gitu.

Nah, teman-teman tau nggak sih, penataan produk di suatu toko itu ada tekniknya, lho! Makanya produk yang ditampilkan jadi lebih menarik dan bisa memengaruhi kamu untuk membeli barangnya. Ada yang tau teknik apa itu?

Yup! Betul guys, namanya visual merchandising!

Apa Itu Visual Merchandising?

Visual merchandising adalah kegiatan penataan produk dengan memperhatikan berbagai aspek yang bertujuan untuk menarik perhatian konsumen dan membentuk citra toko sehingga terjadi keputusan pembelian.

Jadi, kalau kamu sampai betah di tokonya berlama-lama bahkan sampai kalap membeli semua barangnya, berarti teknik visual merchandising yang dilakukan toko tersebut sukses besar, tuh!

Ngomong-ngomong, siapa sih, yang melakukan kegiatan visual merchandising itu? Nah, orang yang melakukan kegiatan visual merchandising disebut dengan visual merchandiser. Biasanya, visual merchandiser suatu toko adalah karyawan toko itu sendiri, tapi ada juga toko yang menggunakan jasa visual merchandiser dari pihak luar.

Kamu pasti pernah kan, melihat karyawan toko yang sedang melakukan penataan produk di area display? Nah, berarti karyawan tersebut sedang melakukan kegiatan visual merchandising, teman-teman!

Seorang visual merchandiser juga memiliki ciri-ciri tertentu, lho! Coba perhatikan infografik berikut.

Ciri-Ciri Visual Merchandiser

Nah, sekarang kita bahas manfaat visual merchandising, yuk!

Manfaat Visual Merchandising 

Manfaat visual merchandising dibagi menjadi tiga kategori nih, yaitu manfaat bagi konsumen, manfaat bagi produsen, dan manfaat bagi peritel.

Manfaat Visual Merchandising

Berdasarkan infografik di atas, kita jadi tau nih, bahwa visual merchandising itu nggak hanya membawa manfaat bagi tokonya aja, tapi juga membawa manfaat bagi konsumen dan produsen. Oleh karena itu, visual merchandising sangat penting untuk dilakukan.

Baca juga: Konsep Desain pada Toko dalam Pemasaran

Komponen Visual Merchandising 

Visual merchandising memiliki beberapa komponen penting yang harus diperhatikan, yaitu:

Komponen Visual Merchandising

Kita bahas satu per satu, yuk!

Titik Fokus

Titik fokus pada visual merchandising yaitu tampilan produk harus bisa memberikan pesan singkat atau informasi pada konsumen hanya dalam kurun waktu 3-5 detik. Jadi, penataan produk yang baik harus membuat konsumen mampu mengetahui produk apa yang dijual dalam waktu singkat dengan hanya melihat tampilan produknya.

Warna

Pemilihan warna sangat berpengaruh terhadap kesan yang ingin disampaikan untuk menarik perhatian konsumen. Oleh karena itu, pilihlah warna yang sesuai dengan kesan yang ingin disampaikan.

Tema

Suasana yang ditampilkan juga bergantung pada tema yang dikonsepkan. Tema ini juga dapat memengaruhi citra toko di mata konsumen.

Brand Logo

Brand logo memiliki keterkaitan dengan pemilihan warna. Usahakan pemilihan warna pada toko senada dengan warna brand logo agar terjadi keselarasan tampilan antara warna toko dengan warna brand logo.

Props (Atribut)

Perlu adanya props (atribut) tambahan untuk menguatkan kesan toko dan produk. Props (atribut) yang digunakan bisa berupa bentuk, warna, atau karakter.

Kerapian dan Kebersihan

Selain menarik, tampilan toko dan produk juga harus rapi dan bersih. Kerapian dan kebersihan dapat membuat konsumen menjadi lebih nyaman ketika berbelanja.

Pergantian Tampilan

Pergantian tampilan perlu dilakukan secara berkala agar tampilan tidak monoton dan membosankan. Kalau di negara-negara 4 musim, biasanya pergantian tampilan akan dilakukan setiap 3 bulan sekali mengikuti pergantian musim, karena produk yang dijual pun juga akan berubah sesuai musim. Misalnya, saat musim panas, produk buah-buahan musim panas seperti semangka, nanas, dan melon akan lebih banyak muncul dibandingkan saat musim dingin. 

Sekarang, kita masuk ke pembahasan selanjutnya ya, yaitu implementasi visual merchandising.

Implementasi Visual Merchandising 

Pada implementasi visual merchandising, kamu akan belajar mengenai dua hal nih guys, yaitu prinsip dasar implementasi visual merchandising dan prosedur implementasi visual merchandising.

Prinsip Dasar Implementasi Visual Merchandising

Dalam mengimplementasi visual merchandising, kamu perlu memperhatikan prinsip-prinsip dasarnya ya, teman-teman! Ada 4 prinsip dasar implementasi visual merchandising, seperti yang terangkum pada infografik berikut.

Prinsip Dasar Implementasi Visual Merchandising

Jadi, ketika melakukan kegiatan visual merchandising, jangan lupa untuk memperhatikan 4 prinsip dasar tersebut, ya!

Prosedur Implementasi Visual Merchandising

Teman-teman pasti penasaran kan, gimana sih, cara melakukan visual merchandising itu? Gimana sih, cara mengimplementasikan visual merchandising?

Nah, visual merchandising itu ada prosedurnya sendiri, guys! Prosedur implementasi visual merchandising terdiri atas 5 tahap. Apa saja 5 tahap itu? Perhatikan infografik berikut, ya!

Prosedur Implementasi Visual Merchandising

Kamu bisa menerapkan 5 tahap prosedur di atas agar kamu bisa terbantu ketika melakukan implementasi visual merchandising. Eits, jangan lupa, prinsip dasarnya juga diterapkan, ya!

Demikian pembahasan tentang visual merchandising mulai dari pengertian, manfaat, komponen, hingga implementasinya. Gimana nih, guys? Sudah paham kan tentang serba-serbi visual merchandising? Kalau masih ada yang mengganjal, kamu boleh tanya di kolom komentar, ya. Pssstt.. kalau kamu butuh pembahasan yang lebih lengkap, kamu bisa tonton video belajar tentang visual merchandising di ruangbelajar, lho! Yuk, download sekarang!

New Call-to-action

Referensi:

Windiarti, S. dkk. (2016). Modul Paket Keahlian Pemasaran SMK: Penataan Barang Dagangan. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Profile

Kenya Swawikanti

A full-time cat person who likes spicy food a bit more than Oreo cheesecake and chocolate ice cream. You can call me Kenya or Kay. Nice to meet you!

Beri Komentar