11 Teori Pertumbuhan Ekonomi dan Berbagai Pemikiran Ahli | Ekonomi Kelas 11


11 Teori Pertumbuhan Ekonomi

Artikel ini berisi informasi seputar 11 teori pertumbuhan ekonomi dari berbagai ahli.

--

Perekonomian akan tumbuh seiring bertambahnya penduduk. Jadi kalo penduduk semakin banyak, otomatis akan menimbulkan permintaan akan barang dan jasa yang semakin banyak juga. Hal ini menyebabkan makin banyak penduduk yang bekerja untuk menyuplai permintaan tersebut, dan tentunya menghasilkan cuan dong xixixi.

Eits, itu belum tentu berlaku di semua daerah atau negara loh, karena itu merupakan salah satu teori pertumbuhan ekonomi menurut Adam Smith. Menariknya, ada beberapa tokoh juga nih yang mempunyai teori sendiri mengenai pertumbuhan ekonomi. Untuk lebih jelasnya, langsung simak pembahasan berikut mengenai pertumbuhan ekonomi dan teori pendukungnya, ya!

Pertumbuhan Ekonomi

Sebelum aku bahas teori pertumbuhan ekonomi, kamu harus paham dulu nih dasarnya. Apa sih pertumbuhan ekonomi itu? Pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan kegiatan ekonomi masyarakat yang menyebabkan peningkatan jumlah produksi barang dan jasa di suatu negara pada periode tertentu. Nah, biasanya untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi pada suatu tahun, produksi barang dan jasa atau pendapatan nasional pada tahun itu dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Masih ingat kan, pendapatan nasional itu apa? Xixixi.

Kenapa sih pertumbuhan ekonomi itu penting banget dan kudu banget dihitung tiap tahunnya? Karena pertumbuhan ekonomi ini bisa jadi indikator keberhasilan pembangunan ekonomi di masyarakat loh, gais! Terus gimana nih caranya kalo kita mau ngitung pertumbuhan ekonomi? Nah, untuk menghitung pertumbuhan ekonomi kamu bisa pake rumus di bawah ini ya yang berhubungan juga dengan Produk Domestik Bruto (PDB):

Rumus Pertumbuhan Ekonomi

Kenapa pake PDB rumusnya? Karena PDB itu adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara. Nah, PDB itu mempengaruhi pendapatan nasional gais, jadi secara langsung bisa digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi. Tapi sebenarnya bisa dihitung menggunakan PNB juga loh, cuma pada umumnya memang menggunakan PDB ya hehe.

Berhubung kita udah bahas sekilas tentang pertumbuhan ekonomi, sekarang aku akan bahas mengenai beberapa teori tentang pertumbuhan ekonomi ya! Jadi gais, sebenernya ada perbedaan pandangan mengenai pertumbuhan ekonomi. Perbedaan pandangan inilah yang menghasilkan teori mengenai pertumbuhan ekonomi. Secara umum, teori ini dibagi menjadi tiga macam. Ada teori pertumbuhan ekonomi klasik, neoklasik, dan historis. Yuk kita bahas satu-satu ya, gais!

Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik

Teori pertumbuhan ekonomi klasik adalah beberapa teori yang diungkapkan oleh para ekonom mengenai pertumbuhan ekonomi dari sudut pandang pertambahan penduduk. Jadi gais, semua teorinya itu didasarkan oleh sedikit atau banyaknya penduduk di daerah tersebut. Untuk pembahasan lengkapnya, langsung simak penjelasannya ya, gais!

  • Adam Smith

Menurut Adam Smith, perekonomian akan tumbuh dan berkembang jika ada pertambahan penduduk yang memperluas pasar dan mendorong spesialisasi. Biar kamu punya gambaran lebih tentang teori dari Adam Smith, coba kamu simak cerita berikut, ya!

Ada negara X yang punya sedikit penduduk, dan negara Y yang punya banyak penduduk. Kebutuhan hidup masyarakat di negara X lebih sedikit, sehingga tidak menciptakan permintaan barang/jasa yang banyak dan beragam di pasar. Hal ini akhirnya menyebabkan pekerjaan penduduk di negara X hanya seputar kebutuhan dasar. Lain dengan negara Y yang punya penduduk dengan jumlah jauh lebih banyak, kebutuhan penduduk yang lebih banyak menciptakan permintaan barang/jasa yang lebih banyak dan beragam juga. Hal ini tentunya mendorong adanya diversifikasi dan spesialisasi peran, sehingga semakin banyak barang/jasa yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan penduduknya. Alhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara Y. Nah, inilah yang membuat mas Adam berpikir kalo pertambahan penduduk itu tinggi, secara tidak langsung akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

  • David Ricardo

Kebalikan dengan Adam Smith, David Ricardo berpendapat bahwa pertumbuhan penduduk yang semakin besar akan menghasilkan tenaga kerja yang banyak, sehingga upah menurun dan perekonomian menjadi stagnan

Contohnya nih gais, di Tiongkok, upah tenaga kerja relatif lebih rendah dibandingkan dengan di Australia Utara. Ini karena Tiongkok memiliki jauh lebih banyak penduduk dibandingkan Australia Utara. Sehingga lebih mudah untuk mencari tenaga kerja di Cina, maka upahnya pun menjadi lebih murah. Kebalikannya nih kalo di Australia Utara. Karena susah nyari tenaga kerja karena jumlah penduduk yang sedikit, tenaga kerja di Australia Utara upahnya relatif tinggi loh, gais! Psst, ini juga yang kadang jadi alasan banyak calon pekerja mencari kerja di negara dengan penduduk yang sedikit gais xixixi.

  • Thomas Robert Malthus

Nah, kalo Robert Malthus masih mirip sama Ricardo ya gais. Menurut Robert Malthus, pertumbuhan penduduk yang besar akan menyebabkan krisis pangan, sehingga akan terjadi kelangkaan makanan

Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik

Jadi menurut Malthus, pangan itu pertumbuhannya kayak deret hitung, yakni 1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya. Tapi, penduduk itu tumbuh seperti deret ukur, yakni 1, 2, 4, 8, 16, dan seterusnya. Nah, pertumbuhan yang tidak imbang ini antara pangan dan penduduk pada akhirnya akan menimbulkan krisis pangan. Karena tidak semua orang dapat mengakses pangan, sehingga harga pangan pun akan meroket nantinya.

Teori Pertumbuhan Ekonomi

Berikutnya ada teori pertumbuhan ekonomi neoklasik. Berbeda dengan teori sebelumnya, teori ini lebih memperhatikan hal lain yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi selain pertumbuhan penduduk, seperti kewirausahaan dan investasi. Berikut penjelasannya ya, gais!

  • Harrod-Domar

Menurut Harrod-Domar, perlu adanya pembentukan modal atau investasi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang teguh (steady growth). Semakin banyak modal maka produksi barang dan jasa juga makin banyak. Jadi kalo menurut teori ini, ada syarat agar perekonomian negara dapat berkembang secara jangka panjang (steady growth). Btw, Harrod-Domar ini dua orang ya, gais. Nama keduanya adalah R. F. Harrod dan Evsey Domar.

  • Schumpeter

Menurut Schumpeter, pertumbuhan ekonomi sangat ditentukan oleh kemampuan kewirausahaan (entrepreneurship). Teori ini menekankan pada inovasi yang dilakukan oleh para pengusaha, yang mana kemajuan teknologi sangat ditentukan oleh jiwa kewirausahaan masyarakat yang mampu melihat peluang untuk membuka usaha baru maupun memperluas usaha yang telah ada. Dengan pembukaan usaha baru dan perluasan usaha, tersedia lapangan kerja tambahan untuk menyerap angkatan kerja yang bertambah setiap tahunnya.

Teori Pertumbuhan Ekonomi Neoklasik

  • Robert Solow

Menurut Solow, dalam jangka panjang tingkat tabungan dapat menentukan modal dalam proses produksi. Artinya, semakin tinggi tingkat tabungan, semakin tinggi pula modal dan output yang dihasilkan. Solow juga berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi adalah rangkaian kegiatan dengan empat faktor utama yaitu manusia, akumulasi modal, teknologi modern dan hasil (output).

Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis

Terakhir, ada teori pertumbuhan ekonomi historis. Jadi teori jenis ini berpandangan bahwa pertumbuhan ekonomi itu memiliki tahapan-tahapan tertentu. Jadi untuk mencapai pertumbuhan yang maksimal, harus melewati tahapannya dari awal hingga akhir. Berikut penjelasan lebih dalamnya ya, gais!

  • Frederich List

Menurut List, pertumbuhan ekonomi dikelompokkan menurut kebiasaan masyarakat dalam menjaga kelangsungan hidupnya melalui tata cara produksi. Kurang lebih pengelompokan ini ada 4, yakni:

  1. berburu dan mengembara (bergantung pada alam)
  2. beternak dan bertani
  3. bertani dan kerajinan
  4. kerajinan, industri, dan perniagaan.
  • Werner Sombart

Kalo menurut Werner, pertumbuhan ekonomi terjadi karena masyarakat memiliki susunan organisasi dan ideologi masyarakat. Kalo menurut Werner ada 3 zaman nih gais, yaitu:

  1. Zaman Perekonomian Tertutup, yaitu masyarakat masih terbatas dalam menghasilkan barang dan dilakukan secara kekeluargaan
  2. Zaman Kerajinan dan Pertumbuhan, yaitu sudah ada pembagian kerja dalam masyarakat
  3. Zaman Kapitalis, yaitu ketika sudah ada pemilik modal
  • Walt Whitman Rostow

Menurut Rostow, dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara akan mengalami tahapan-tahapan berikut:

  1. Tradisional, ekonomi didominasi sektor pertanian
  2. Transisi (pre take-off), terjadi perubahan struktur tenaga kerja dari pertanian ke industri
  3. Lepas Landas (take-off), ketika hambatan dalam struktur sosial dan politik dapat diatasi
  4. Menuju Kematangan (drive to maturity), serikat buruh dan dagang semakin maju
  5. Konsumsi Tinggi (high mass consumption), tenaga kerja didominasi tenaga kerja terdidik dan penduduk di kota lebih besar dari desa.

Nah, teori yang diungkapkan Rostow ini merupakan teori yang memiliki tahapan paling banyak loh, yakni memiliki 5 tahapan.

  • Bruno Hildebrand

Bruno memiliki pandangan yang cukup unik nih dibanding tokoh yang lain. Menurut Bruno, pertumbuhan ekonomi dimulai dari alat tukar-menukar yang dilakukan masyarakat, yaitu:

  1. Masa tukar-menukar barang (barter)
  2. Masa tukar-menukar dengan uang (jual beli)
  3. Masa tukar-menukar dengan kredit

Karena memiliki pandangan seperti ini, bisa dinyatakan bahwa Bruno memandang pertumbuhan ekonomi bukan dari segi produksi atau konsumsi, melainkan dari segi distribusi, ya.

  • Karl Bucher

Terakhir, Bucher mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi suatu negara didasarkan oleh hubungan konsumen dengan produsen. Tahapan pada teori ini adalah:

  1. Rumah Tangga Tertutup, masyarakat hanya memenuhi kebutuhan kelompoknya sendiri
  2. Rumah Tangga Kota, sudah muncul hubungan dagang antar desa dan desa dengan kota
  3. Rumah Tangga Bangsa/Kemasyarakatan, perdagangan antar kota akan membentuk satu kesatuan masyarakat yang melakukan pertukaran dagang dalam negara
  4. Rumah Tangga Dunia , yaitu masa dimana perdagangan telah melewati masa-masa negara, seperti saat ini nih, gais!

Teori Pertumbuhan Ekonomi HistorisNah, itu dia bahasan kita kali ini mengenai pertumbuhan ekonomi dan teori pendukungnya. Kalo kamu mau bahas lebih dalam lagi mengenai pertumbuhan ekonomi dan materi lainnya, kamu bisa langsung akses aja di ruangbelajar ya, gais! Sampai jumpa di tulisanku berikutnya! Dadah~

ruangbelajar

Referensi

Sadono , Sukirno, 1999, Makroekonomi Modern. Jakarta: Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Sadono, Sukirno. 2006. Ekonomi Pembangunan: Proses, Masalah, dan Dasar Kebijakan. Jakarta: Prenada Media Group.

Alam S. 2014. Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga

Sumber foto

Adam Smith (https://id.wikipedia.org/wiki/Adam_Smith)

David Ricardo (https://alchetron.com/David-Ricardo)

Robert Malthus (http://kuliahtantan.blogspot.com/2013/04/tugasekologimanusiafikridzulkarnaenpmi6.html)

Harrod Domar (https://id.wikipedia.org/wiki/Roy_Harrod)

Schumpeter (https://www.schumpeter.org/schumpeters-theory)

Robert Solow (https://www.nobelprize.org/prizes/economic-sciences/1987/solow/facts/)

Frederich List (https://id.wikipedia.org/wiki/Friedrich_List)

Werner Sombart (https://www.gettyimages.com/detail/news-photo/werner-sombart-19-01-1863-soziologe-d-portr%C3%A4t-um-1900foto-news-photo/545009773)

Walt Whitman Rostow (jfklibrary.org)

Karl Bucher (https://karlbucherprofile.blogspot.com/2019/09/foto-karl-bucher_4.html)

Bruno Hildebrand (https://en.wikipedia.org/wiki/Bruno_Hildebrand)

Artikel diperbarui 29 Maret 2021

Beri Komentar