Bapak/Ibu Guru, Lakukan 9 Strategi Ini Agar Kelas Jadi Lebih Hidup!

Jadi kelas yang ideal adalah idaman semua guru sebagai fasilitator. Dengan demikian, siswa akan senang belajar di dalamnya. Guru yang ada di kelas akan menjadi contoh bagi siswanya. Pada kenyataannya, hal ini masih menjadi PR besar bagi Ibu/Bapak Guru.  Nah, Ruangguru akan membagikan beberapa kiat agar kelas jadi lebih hidup.

kelas jadi lebih hidup (Sumber: ehouse411.com)
 

#1. Berperan Semestinya

Bapak/Ibu harus berperan sebagai orang dewasa yang matang. Dalam arti, mampu menyesuaikan peran dan cara pengajaran yang sesuai dengan tingkatan usia siswa yang diajar. Bapak/Ibu wajib tahu kapan harus menjadi orangtua, rekan yang kritis, dan siswa yang mengayomi rasa ingin tahu mereka.

#2. Perhatikan Tutur Kata

Perhatikan kata-kata yang diucapkan dalam kelas. Selalu gunakan kata positif, termasuk ketika menegur siswa yang perbuatannya tidak benar. Fokuskan pada perbuatan apa yang Bapak/Ibu ingin agar dilakukan siswa dan jadilah contoh bagi mereka.

#3. Lakukan pengamatan

Siswa yang bertipe introvert, ambivert, serta extrovert. Selain itu, perhatikan juga cara belajar masing-masing siswa. Visual, kinestetik, auditori, dan logis. Intinya, kenalilah siswa secara personal.

Belajar secara berkelompok (Sumber: mundobrink.com)
 

#4. Belajar Berkelompok

Atur siswa bekerja secara berkelompok. Cara ini memancing siswa agar mau berbagi dan bertukar ide. Dengan demikian, siswa dapat belajar aktif dan bekerja sama dalam tim. Hal ini tentunya bisa jadi bekal di masa depan. Belajar kelompok juga akan membuat siswa saling berinteraksi satu dengan yang lainnya. Beberapa strategi yang bisa Bapak/Ibu lakukan di antaranya siswa memeriksa hasil pekerjaan sekaligus mengajari temannya, bekerja dengan siswa yang lebih senior, dan sebagainya. Tentu tetap dalam pengawasan ya. Selain itu, Bapak/Ibu juga bisa melibatkan kelas yang lebih besar atau kecil untuk melakukan kegiatan bersama. Di sini, Bapak/Ibu juga harus tahu kapan harus mengelompokkan siswa, kapan harus membiarkan siswa bekerja secara individu.

Diskusi Kelompok Foto: education.com
 

#5. Bersikap Positif

Coba biasakan diri untuk selalu bersikap positif pada setiap reaksi yang diberikan siswa. Tidak ada pertanyaan dan pendapat bodoh. Bapak/Ibu harus menanamkan konsep “pikir dulu, baru bicara”. Kalau siswa terbiasa berbicara serta mendengar, maka rasa percaya diri akan tumbuh. Dengan demikian, siswa akan lebih senang berbagi ilmu ke siapa saja.

#6. Interaktif dengan Siswa

Setelah menyampaikan materi, biasakan tanya apakah siswa sudah mengerti atau belum. Setelah Bapak/Ibu melemparkan pertanyaan, diamlah sejenak. Berikan waktu pada siswa untuk berpikir dan mencerna pertanyaan. Mintalah siswa untuk berdiskusi sejenak dengan rekan di sekitarnya sebelum menjawab pertanyaan. Hal yang harus dipahami, banyak siswa yang memilih diam bukan karena tidak tahu, tapi ia kurang pede untuk berbagi pikiran. Nah, di sinilah Bapak/Ibu punya peran besar.

kelas interaktif Foto: nationofchange.org
 

#7. Buat Kesepakatan

Buatlah kesepakatan bersama. Jelaskan peraturan yang berlaku serta konsekuensinya. Bapak/Ibu harus menerapkan tanpa pandang bulu. Jika siswa bisa mengikuti peraturan dengan tertib, jangan lupa berikan pujian.

#8. Terapkan Pendekatan Saintifik

Terapkan pendekatan saintifik di kelas dalam konteks pembelajaran. Pakai alat peraga agar lebih menarik minat siswa. Tidak perlu lama-lama, misalnya 45 menit. Coba praktikkan strategi ini 4-5 minggu. Kelas akan lebih hidup dengan keaktifan siswa.

#9. Aktif

Hindari hanya berdiri di satu titik. Rajinlah berpindah-pindah agar seluruh siswa dapat terfokus.

Demikianlah 9 strategi untuk Bapak/Ibu agar suasana kelas menjadi lebih hidup. Tidak hanya diaplikasikan di sekolah, kiat-kiat di atas bisa di gunakan ketika menjadi guru privat di Ruangguru. Ayo rekomendasikan ruangles kepada siswa anda, karena dengan ruangles #BelajarJadiHebat. Happy teaching! (TN)

IDN CTA Blog ruangles-1 Ruangguru

Ruangguru

Platform bimbingan belajar online terbesar dan terbaik di Indonesia. Menyediakan layanan belajar berbasis teknologi interaktif untuk jenjang SD, SMP, SMA/SMK.