Ini Lho Sejarah Musik Dunia dan Perkembangannya dari Masa ke Masa!

Anggraeni Puspitasari Sep 14, 2021 • 7 min read


sejarah musik

Sejarah musik telah dimulai sejak abad pertengahan sekitar tahun 400-1400. Yuk, ketahui perkembangannya dari masa ke masa serta nama-nama musisi dunia di tiap periodenya.

--

Gengs, siapa di sini yang nggak suka dengar musik? Musik yang setiap hari kita dengarkan dan menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari ternyata punya sejarahnya sendiri, lho. Gimana sebenarnya sejarah musik ini dimulai?

Sebelum meluncur ke informasi perkembangan dan sejarah musik, kamu sudah tahu belum definisi musik yang sebenarnya? Menurut KBBI, musik dapat berarti nada atau irama yang disusun secara khusus gitu, sehingga menghasilkan keharmonisan. Harmonis di sini mungkin akan berbeda, ya, tiap orang mendefinisikannya. Singkatnya mungkin gini, musik dapat mendorong kamu untuk merasakan 'sesuatu', baik itu rasa bersemangat atau bahkan perasaan galau. 

Baca juga: Kamu Ingin Kuliah di Jurusan Musik? Ini 10 Kampus dengan Jurusan Musik Terbaik di Indonesia

Hari Musik Sedunia diperingati setiap tanggal 21 Juni. Hari peringatan ini juga dikenal dengan Fete de la Musique yang menandai dimulainya musik festival di Prancis pada 1982 berdasarkan ide dari menteri budaya Prancis, Jack Lang. Namun, terdapat teori lain tentang asal muasal peringatan Hari Musik Sedunia bahwa musisi Amerika bernama Joel Cohen yang ternyata memiliki ide tentang perayaan musik semalaman di Prancis untuk menandai dimulainya titik balik matahari di musim panas pada 1976.

 

1. Zaman Medieval (400-1400an)

 

sejarah musik era medievalMedieval (abad pertengahan) (Sumber: Youtube WikiWikiup)

Pada masa ini, di abad pertengahan, musik sangat dipengaruhi oleh kekuasaan gereja pada masa itu dan kemudian notasinya berkembang menjadi musical repertoire. Apa sih musical repertoire itu? Musical repertoire ialah kumpulan dari lembaran musik yang dimainkan secara individual, ensambel atau dimainkan dengan instrumen dan choir. Sayangnya, musik-musik dari masa ini rusak dan hanya tersisa bagian kecil saja. The Gregorian Chant merupakan salah satu dari lembaran musik terkenal di masa itu.

 

2. Zaman Renaissance (1400-1600an)

 

perkembangan musik di era renaissanceMusisi-musisi di zaman Renaissance (Sumber: pianistmusings.com)

Pada masa ini, instrumen musik seperti piano atau organ sudah dikenal hingga muncul musik instrumen. Di kota Florence, Italia berkembang seni opera atau pembawaan musik dengan vokal diiringi instrumen musik. Pada masa ini juga, chords musik lebih fleksibel dan mudah untuk disesuaikan dengan gaya musisi itu sendiri.

 

3. Zaman Barok (1600-1700an)

 

musik di era baroque atau zaman barok

Musisi-musisi era Barok (Sumber: Youtube Classical Music & Videos)

Pada periode ini, jenis musik instrumen lebih dikenal secara umum. Para komposer musik memberikan improvisasi ke dalam hasil karyanya. Gaya bermusik para musisi lebih beragam. Terdapat aliran musik Rokoko pada periode ini. Perbedaan musik Barok dan Rokoko ialah musik Barok memakai Ornamentik yang membolehkan komposer memberikan improvisasi spontan pada karyanya, sedangkan musik Rokoko memiliki komposisi musik yang dekoratif, tapi tidak terlalu kompleks.

 

4. Zaman Klasik (1700-1910an)

 

haydn, mozart, dan beethoven adalah musisi paling terkenal di era klasikMusisi-musisi era Klasik (Sumber: Youtube HALIDONMUSIC )

Klasik era (era klasik Barat) berhubungan erat dengan harmoni. Beberapa hasil karya dari masa ini merupakan hasil karya yang tidak dapat dibandingkan dengan karya apa pun pada masa sebelumnya, seperti karya Beethoven berjudul Fifth Symphony. Haydn dan Mozart adalah musisi yang menjadi 'kunci' di era ini. Di akhir era Klasik, musisi menggubah musik dengan tambahan instrumen selain piano, seperti  klarinet, trombon, dan timpani.

Baca juga: Kenapa Suara Kita Jelek saat Direkam?

 

5. Zaman Romantik (1810-1900an)

 

wagner menjadi karya yang terkenal di era romantikMenikmati musik Romantik (Sumber: etkinlix.co)

Pada era ini, karya-karya pada era romantik memiliki komposisi perasaan emosi yang kuat dan makna yang dalam. Dari karya Schumann sampai Wagner, komposisi menjadi lebih kompleks sebagai simbol dari beberapa karya yang dramatis seperti Siegfried karya milik Wagner. Tidak lupa, Hector Berlioz dengan karyanya yang diberi judul "Symphonie Fantastique".  

 

6. Zaman Modern/Kontemporer (1900-2000an)

 

paduan suara menjadi tanda perkembangan musik era kontemporer atau modernVocal Ensemble (Sumber: music.northwestern.edu)

Setelah penemuan radio, musik menjadi lebih sering terdengar oleh kita, begitu juga dengan televisi yang turut memengaruhi era ini, membawa musik menjadi produk dari budaya massa. Musik juga berevolusi hingga menciptakan berbagai jenis atau aliran musik, tempo atau bahkan temponya.

Kalau dibaca ulang dari atas, nih, kamu sadar kah, kalau sejarah musik condong mengarah ke dunia Barat? Nyatanya, musik sejak dulu sudah ada di berbagai belahan dunia. Di daratan Tiongkok, persisnya di provinsi Hubei, ditemukan alat musik kuno yang diperkirakan telah ada sejak tahun 433 SM. Selain itu, ditemukan pula alat musik seruling yang diperkirakan berasal dari era Neolitikum. 

Nah! Segitu saja dulu info tentang sejarah musik. Ngomongin tentang musik saja bisa tambah pengetahuan kamu, ya. Kamu mau 'kan punya banyak pengetahuan dan ilmu? Belajar privat dengan guru terbaik di ruangles pasti bisa bikin kamu makin berilmu! Jadi juara di sekolah bukan lagi mimpi kamu!

ruangles

Referensi:

KBBI Daring. Kemdikbud. Tautan:  https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/musik (Diakses 13 September 2021)

Montagu, Jeremy. How Music and Instruments Began: A Brief Overview of the Origin and Entire Development of Music, from Its Earliest Stages. Frontiers in Sociology [daring]. Tautan: https://www.frontiersin.org/articles/10.3389/fsoc.2017.00008/full (Diakses 13 September 2021)

Wildridge, Justin. Brief History of Music: An Introduction. CMUSE [daring]. Tautan: https://www.cmuse.org/history-of-music/ (Diakses 13 September 2021)

 

Artikel ini diperbaharui pada 14 September 2021.

Profile

Anggraeni Puspitasari

Beri Komentar