Mengenal Virus COVID-19 Varian Delta: Gejala, Cara Mencegah, dan Bahayanya

virus covid-19 varian delta

Virus COVID-19 varian Delta menjadi pemicu melonjaknya kasus virus corona. Yuk, ketahui gejala, cara mencegah, dan bahaya dari virus varian Delta ini.

--

Tahu nggak sih kalau virus corona sekarang sudah bermutasi? Jadi, gengs, virus corona penyebab COVID-19 masih terus bermutasi dan menghasilkan varian atau virus baru. Salah satu varian yang kini paling banyak ditemukan di Indonesia dan menyebabkan lonjakan kasus adalah virus varian Delta. Jenis virus corona varian baru ini juga diketahui lebih cepat menular dibandingkan jenis sebelumnya, lho.

Baca juga: Perbedaan Tes COVID-19: PCR Swab, Rapid Test Antigen, Rapid Test Antibodi, dan GeNose

COVID-19 varian Delta atau B.1.617.2 ini pertama kali muncul di India pada Desember 2020 lalu. Hingga saat ini, varian ini telah ditemukan di lebih dari 74 negara termasuk Indonesia. So, kita harus semakin waspada ya! Nah, agar kamu lebih paham, simak dulu nih penjelasan tentang virus COVID-19 varian Delta, beserta gejala, hingga cara mencegah penularannya.

 

Seberapa Bahaya Virus COVID-19 Varian Delta?

WHO telah melabeli varian delta sebagai variant of concern (VOC) atau varian yang diwaspadai sejak 11 Mei lalu. Nggak heran, sebab tersebarnya varian Delta ini merupakan masalah kesehatan yang serius dan turut berperan dalam terjadinya lonjakan kasus positif.

Dibandingkan dengan COVID-19 varian Alpha atau yang lainnya, varian Delta memiliki tingkat keparahan yang lebih tinggi. Beberapa laporan kasus menyebutkan bahwa ada lebih banyak pasien positif varian Delta yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.

bahaya virus covid-19 varian delta

FYI, varian Delta ini telah memicu kenaikan kasus positif di Inggris serta kasus positif dan kematian akibat COVID-19 di India. Di Indonesia sendiri, lonjakan kasus yang sedang terjadi juga diakibatkan oleh virus varian Delta ini lho.

Jika sebelumnya lebih banyak pasien yang terinfeksi virus COVID-19 adalah lansia, varian virus baru ini diketahui tidak lagi memandang umur pasiennya. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa di bawah usia 50 tahun lebih banyak terkena varian Delta. Perlu kita sadari bahwa semua kelompok usia bisa terinfeksi virus varian ini, sehingga kita harus lebih berhati-hati, ya, gengs!

 

Gejala COVID-19 Varian Delta

Gejala untuk COVID-19 varian Delta ini bersifat ringan hingga berat. Kebanyakan penderita COVID-19 varian Delta akan mengalami gejala umum antara lain:

  • Demam
  • Batuk kering
  • Napas pendek
  • Mudah lelah
  • Menggigil
  • Tidak bisa merasakan baru dan rasa

Namun, ada beberapa gejala lain yang bisa dialami oleh penderita varian Delta seperti:

  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Mual atau muntah
  • Diare
  • Hidung tersumbat atau pilek
  • Kehilangan nafsu makan
  • Gangguan pendengaran
  • Pembekuan darah
  • Gangrene (matinya jaringan tubuh)

Hingga saat ini, gejala-gejala dari COVID-19 varian Delta ini masih terus dipantau dan diteliti. Untuk mendiagnosis, pasien juga perlu melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang dari dokter, termasuk tes PCR.

 

Cara Mencegah Penularan Virus COVID-19 Varian Delta

Tingkat penularan varian Delta yang lebih tinggi, membuat kamu harus lebih ketat dalam menerapkan protokol kesehatan. Kamu juga harus melakukan usaha pencegahan yang lebih ketat dan disiplin. Yuk, terapkan tips di bawah ini:

1. Double-masking

Kementerian Kesehatan telah merekomendasikan untuk menggunakan double-masking atau memakai dua masker. Double-masking dilakukan dengan memakai masker medis dan melapisinya dengan masker kain. Memakai dua masker ini akan memberikan kamu perlindungan lebih optimal dari virus Corona sebesar 85%, lho!

double-maskingCara menggunakan double-masking (Sumber: corona.jakarta.go.id)

2. Stay at home!

Cara mencegah penularan virus yang paling efektif tentu saja membatasi waktu berkumpul dan lebih banyak melakukan kegiatan dari rumah. Pemerintah juga sudah memberlakukan kebijakan PPKM darurat untuk mengurangi jumlah orang yang terpapar virus. So, patuhi aturannya ya.

3. Terapkan 5M

Jika kamu harus keluar rumah, jangan lupa untuk terus menerapkan 5M dengan ketat dan disiplin. 5M ini adalah memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

4. Lakukan vaksinasi

Ayo, cari info vaksinasi di daerahmu dan segera daftarkan diri. Jika sudah mendapat giliran, segera dapatkan vaksinasi. Dengan vaksin, imunitas kamu akan meningkat dan mengurangi risiko terinfeksi virus Corona. Jangan lupa vaksin, ya!

Yuk, jaga kesehatan dan tetap stay at home kalau nggak ada keperluan mendesak ya. Kamu juga masih bisa terus belajar di rumah bareng ruangbelajar.

New call-to-action

Referensi:

Covid-19 Varian Delta dan Hal-hal yang Harus Kamu Perhatikan. Corona.jakarta.go.id [daring]. Tautan: https://corona.jakarta.go.id/id/artikel/covid-19-varian-delta-dan-hal-hal-yang-harus-kamu-perhatikan (Diakses: 11 Juli 2021)

Mengenal COVID-19 Varian Delta. Alodokter.com [daring]. Tautan: https://www.alodokter.com/mengenal-covid-19-varian-delta (Diakses: 11 Juli 2021)

Sumber foto:

Double-masking [daring]. Tautan: https://corona.jakarta.go.id/id/artikel/covid-19-varian-delta-dan-hal-hal-yang-harus-kamu-perhatikan (Diakses: 11 Juli 2021)

Beri Komentar