Bunayya, Peserta COC Season 3 dari Matematika ITB dengan IPK 3,99

Profil Bunayya COC Season 3

 Bunayya Clash of Champions Season 3 merupakan mahasiswa Matematika Institut Teknologi Bandung (ITB) yang punya rekam jejak kuat di bidang matematika sejak sekolah. Yuk, kenalan lebih dekat dengan Bunayya!

Kalau ngomongin peserta Clash of Champions Season 3 dari bidang matematika, nama Bunayya jadi salah satu yang menarik perhatian. Ia datang dari Institut Teknologi Bandung, tepatnya dari jurusan Matematika, dengan IPK yang hampir sempurna, yaitu 3,99/4,00.

Perjalanan akademik Bunayya juga nggak main-main, guys. Sejak sekolah, ia sudah aktif mengikuti kompetisi matematika dan berhasil meraih berbagai prestasi. Dari OSN Matematika, kompetisi matematika tingkat mahasiswa, sampai ONMIPA-PT, Bunayya menunjukkan konsistensi yang kuat di bidang yang penuh logika, pola, dan pembuktian ini.

Selain punya prestasi akademik, Bunayya juga aktif di organisasi. Ia pernah menjadi Ketua OSN Club SMAN 1 Surakarta, Ketua OSIS SMPIT Nur Hidayah Surakarta, hingga Intern Divisi Akademik Himpunan Mahasiswa Matematika ITB. Jadi, bukan cuma jago mengerjakan soal, Bunayya juga terbiasa memimpin, mengajar, dan terlibat dalam kegiatan akademik.

Penasaran seperti apa profil Bunayya, peserta Clash of Champions Season 3 dari ITB ini? Yuk, simak biodata, prestasi, dan fakta menariknya berikut ini!

Baca Juga: Profil Thomas, Si Humoris Berprestasi Peserta COC Season 3

 

Yuk, Kenalan Lebih Dekat dengan Bunayya!

 

Biodata Singkat Bunayya

Nama Lengkap

Bunayya Dufadilin Haqqi Syabani

Nama Panggilan

Bunayya

Tempat, Tanggal Lahir

Surakarta, 21 September 2005

Angkatan Kuliah

2023

Riwayat Pendidikan

  • Institut Teknologi Bandung
  • SMA NEGERI 1 SURAKARTA

 

GPA

3.99/4.00

Akun Media Sosial

 

Hobi

Puzzle Game, seperti Sudoku, Cryptic Crossword, Minesweeper

Pengalaman Organisasi

  • Intern Divisi Akademik Himpunan Mahasiswa Matematika ITB 2024
  • Ketua OSN Club SMAN 1 Surakarta 2021/2022
  • Ketua OSIS SMPIT Nur Hidayah Surakarta 2018/2019

 

Prestasi Bunayya

  • 2x Silver Medal – ONMIPA-PT Bidang Matematika 2025 & 2026
  • Silver Medal – Olimpiade Sains Nasional Bidang Matematika 2022

 

Di balik deretan prestasi itu, Bunayya punya cerita menarik sebagai mahasiswa matematika yang konsisten menekuni problem solving. Ia bukan hanya berkompetisi, tapi juga aktif membagikan ilmunya lewat pengalaman sebagai tutor olimpiade matematika dan asisten akademik.

Ruangguru sudah adakan sesi QnA spesial dengan Bunayya untuk dengar cerita-cerita dan sharing serunya. Cuss, langsung aja baca di bawah ini, ya!

Baca Juga: Profil Gita, Si Genius Musik Peserta COC Season 3

 

Bunayya dan Kecintaannya pada Matematika

(Sumber: dok. pribadi)

 

1. Kapan pertama kali kamu menyadari bahwa kamu suka dan jago matematika, serta ingin menekuni bidang itu? Ada pengalaman khusus nggak yang mau kamu ceritain?

Jawaban:

Kalo dibilang jago matematika sih, nggak ya. Aku mid alias biasa aja, hehe. Tapi, kalau menyadari pertama kali suka matematika itu waktu mulai ikut lomba matematika SD. Dari situ mulai belajar bahwa matematika tuh bukan soal menghitung, tapi lebih seperti menyelesaikan puzzle. Dan aku sukaaa banget main puzzle!

Itulah yang membuat aku memutuskan di SMP sama SMA buat lanjut menekuni matematika dan ikut olimpiade-olimpiade matematika.

 

2. Matematika kan bidang yang sulit nih untuk sebagian orang, kamu punya strategi belajar yang bisa di-share nggak buat belajar matematika?

Jawaban:

Matematika tuh dibangun bertahap dari dasar fondasi, terus ke lantai satu, lantai dua, dan tingkat-tingkat berikutnya. Yang sering aku sadari, kesalahan orang ketika belajar matematika adalah banyak yang lemah di dasar matematikanya. Maka, belajar matematika yang paling harus dibangun di awal adalah pemahaman yang kuat akan materi dasarnya.

Pahami konsep, makna materi dan bagaimana cara menggunakan konsep dasar tersebut untuk menyelesaikan permasalahan dasar. Dari sana baru perlahan perlahan dibangun dinding dan tiang, dikembangkan dari materi dasar ke yang lebih aneh aneh.

Matematika memang sulit, aku nggak menyangkal itu. Tapi sulit yang bisa menjadi seru kalau paham. Maka kata kunci utama nya adalah paham ✨. Paham konsep dasar, kemudian kembangkan pemahaman.

 

3. Kenapa kamu memilih Jurusan Matematika di ITB? Apakah ada pengalaman pribadi, ketertarikan khusus, atau alasan lain yang mendorong keputusan kamu itu?

Jawaban:

Aku udah ikut Math Club dari kelas 2 SD dan dari situ aku mulai suka matematika. Aku ikut banyak lomba matematika dari SD sampai SMA. Dari situ aku udah kepikiran buat lanjut studi di jurusan Matematika karena memang tertarik di Matematika.

Awalnya sebenernya aku pengen masuk di Matematika UGM. Tapi, waktu kelas 12 oleng ke Matematika ITB karena melihat peringkat waktu itu Matematika ITB ada di atasnya UGM. Jadi akhirnya waktu SNBP aku memilih Matematika ITB di pilihan 1.

Fun fact, kedua orang tua aku dokter dan aku dari lama diminta buat kedokteran. Tapi aku sendiri nggak tertarik sama sekali dan memang punya minat lebih ke Matematika. Makanya aku di SNBP pilihan satu Matematika ITB dan pilihan kedua FK UNS. Agak kebalik ya mungkin, hehe.

 

4. Selama kuliah di Matematika ITB, mata kuliah apa yang paling kamu suka dan tidak suka? Alasannya kenapa?

Jawaban:

Jadi di ITB tuh setiap jurusan selain FSRD, ketika TPB dapat mata kuliah Kalkulus, Fisika dan Kimia. Mata kuliah yang paling aku nggak suka adalah Kimia 2A. Jujur masuk Matematika salah satunya untuk menghindari belajar Biologi dan Kimia (trauma di SMA 😭😭) tapi malah tetep dapet dua-duanya.

Aku nggak suka Kimia 2A karena banyakkkk banget hafalannya dan aku gak bisa hafalinn sebanyak itu 😭😭😭 (keliatan di game memori selalu di bawah hehehe). Tapi, walaupun ga suka tetep dapet A (asek 😎).

Kalau mata kuliah paling disuka, jujur sulit untuk memilih, karrna suka semua, haha. Kalau disuruh pilih satu aku akan jawab mata kuliah Fungsi Ril.

Jujur ini mata kuliah menarik banget, karena sebenernya dia mata kuliah semester 7 tapi aku ambil mata kuliah itu di semester 3. Lebih menariknya, di tahun aku cuman ada 3 orang yang ambil matkul itu. Jadi beneran di kelas isinya sedikit banget kaya privat.

Tapi, walaupun itu mata kuliah semester 7 dan aku baru semester 3, aku masih bisa ngikutin banget materinya karena dosennya sangat enak dalam menjelaskan (we love Prof Wono). Aku beneran belajar banyak hal baru dari mata kuliah itu dan benar benar mata kuliah paling membekas selama aku belajar di jurusan Matematika ITB.

Baca Juga: Game COC Season 3 Episode 11: Mysterious Scatter & Champions Residence

 

Pengalaman Organisasi Bunayya

5. Bunayya, kamu kan sudah jadi Ketua OSIS sejak SMP. Gimana sih cara kamu mengasah kemampuan leadership kamu sejak duduk di bangku sekolah?

Jawaban:

Menurut aku, kemampuan kepemimpinan yang baik dimulai dari memimpin diri sendiri. Bagaimana aku mengatur jadwalku, manajemen diri, manajemen waktu, dan sebagainya. Dari sana mulai dikembangkan bagaimana manajemen kelompok dan orang banyak.

Sebenernya, aku di awal nggak ada rencana untuk jadi ketua OSIS, hehe. Aku sebenernya juga bukan orang yang berbakat untuk mengatur orang banyak. Tapi waktu SMP aku dapat kesempatan untuk mencoba hal tersebut, dan menurut aku itu adalah kesempatan yang akan sayang jika disia siakan.

Dari pengalaman itu juga aku belajar lebih banyak soal kepemimpinan, and how to be a good leader. Aku tipikal orang yang learning by doing. Kind of trial and error karena itu adalah practically pertama kali aku memimpin orang sebanyak itu. Tentu, aku nggak jarang ada kesulitan. Tapi karena di organisasi itu bareng banyak orang, jadi aku bisa jalan bareng sama tim aku buat menyelesaikan kesulitan itu.

 

6. Kamu pernah aktif di organisasi tertentu nggak, Bunayya? (Boleh organisasi kampus atau di luar kampus). Kalau iya, kegiatan apa aja yang kamu ikuti dan apa manfaatnya buat pengembangan diri kamu?

Jawaban:

Aku cukup aktif di Organisasi dalam kampus seperti Badan Pengurus Angkatan (BPA) FMIPA 2023 dan Himpunan Mahasiswa Matematika dan Aktuaria (HIMATIKA ITB). Di keduanya aku selalu menjadi bagian akademik. Jadi sebagian besar kerjanya adalah terkait berkas, data dan pengajar tutorial.

Aku enjoy banget karena ini adalah tipe pekerjaan yang memang aku suka. Aku suka mengajar dan data. Jadi bener bener sejalan sama apa yang menjadi keinginan aku.

Selain itu, sebagai bagian dari HIMATIKA ITB, aku juga menjadi Ketua Divisi ITBMO di ajang MCF ITB 2026. MCF ITB adalah lomba dua tahunan yang diadakan oleh HIMATIKA ITB. Fun Fact, tim nya Jordan dan Arfa menang juara 1 di MCF bidang modelling. Bidang yang aku pegang berbeda, yakni bidang ITBMO, lomba untuk anak SMA.

Pengalaman aku jadi ketua OSIS cukup ngebantu waktu menjadi kepala divisi ITBMO ini. Pekerjaannya juga aku suka. Meskipun bikin soal plus mengurus 900+ peserta itu ternyata tidak mudah, haha. Tapi jujur ini salah satu pengalaman paling menarik yang aku punya.

 

7. Kamu ternyata aktif banget di ITB Student Orchestra! Terus jago main piano pula. Menurut kamu, ada nggak sih korelasi antara kemampuan kamu di bidang musik dan keahlian kamu di bidang matematika?

Jawaban:

Kalau boleh jujur sih, nggak terlalu ada ya korelasi antara main musik sama matematika, haha. Aku join ITB Student Orchestra karena aku suka musik klasik dan pengen belajar lebih di piano. Aku nggak jago main piano kokkk, dan aku main piano belajar otodidak jadi dasar musik aku masih agak kurang bangett. Itu juga jadi salah satu alasan aku bergabung di ITB Student Orchestra, yaitu pengen bisa main di orkestra dan belajar lagi dalam main piano.

Baca Juga: Profil Peserta Clash of Champions Season 3 Batch 3 

 

Fun Fact About Bunayya

(Sumber: dok. pribadi)

 

8. Bunayya, kamu kan termasuk expert ya bermain piano, adakah pianist atau tokoh di bidang musik yang menginspirasi kamu?

Jawaban:

Kalau pianis yang menginspirasi aku main piano mungkin banyak yaa, salah satunya Hayato Sumino. Aku suka cara main dia dan aku pengen bisa kaya dia.

Selain itu, Isyana Sarasvati. Dia musician yang sangat unik menurut aku. Aku suka banget waktu dia launching album LEXICON. Banyak memadukan musik klasik dan pop yang aku suka. Dia punya dasar klasik yang bagus bangett dan aku sangat nge-fans sama Isyana and her works.

Aku juga suka banget sama Laufey. Similar reason aku suka Isyana, karena dia unik. Basis Laufey sebenarnya Jazz music, tapi dia juga sering klasik. Bahkan salah satu albumnya bermain dengan orkestra besar. Benar-benar menginspirasi!

 

9. Katanya, kamu cukup menghafal satu huruf dari nama seseorang. Kok bisa sih kamu punya kebiasaan cara mengingat yang unik seperti itu? Terus, boleh ceritain juga gak konteksnya seperti apa?

Jawaban:

Sebenernya kebiasaan hafal nama orang hanya satu huruf itu akibat memori aku yang sangat kecil 😭. Daripada nama, aku lebih bisa menghafal sesuatu yang unik dari seseorang.

Misal aku kenalan sama seseorang, terus dia bilang dia dari daerah mana, gitu. Itu aku akan lebih gampang mengingat. Nah, in that sense ketika mereka memperkenalkan nama mereka aku bakal lebih notice huruf uniknya.

Misal waktu kenalan sama Salwa. Aku inget dia jago catur, dari Surabaya dan huruf menarik dari nama dia adalah huruf W. Jadi waktu awal tuh aku sering kebalik antara Salwa sama Biwa, bukan karena wajahnya mirip tapi lebih karena keduanya aku cuman simpan huruf W di otak, jadi waktu me-recall bisa terbolak balik 😭.

 

10. Kamu pernah merasa demotivasi untuk belajar enggak? Kalau iya, gimana cara kamu supaya bisa bangkit dari perasaan itu dan kembali lagi termotivasi?

Jawaban:

Pernah banget. Kalau jenuh terlalu lama itu wajar kalau demotivated. Jadi, buat mengatasi itu biasanya aku take a rest dulu. Berdiri sejenak dan lakuin hal yang aku suka. Jadi biar nggak burnt out juga. Kalau sudah mendingan biasanya nanti aku balik belajar lagi hehe.

Kalau misalnya lagi malas, aku biasanya ingetin diri aku kenapa aku butuh belajar. Karena kalau nggak belajar pasti gak bisa, hehe. Jadi harus menjadikan belajar sebagai kebutuhan.

Seperti orang lapar yang butuh makan, manusia butuh belajar untuk memenuhi kebutuhan ilmunya.

 

11. Selain yang sudah kamu capai sekarang, ada nggak goal atau achievement lain yang masih kamu kejar ke depannya?

Jawaban:

Adaa. I think ini lebih ke cita-cita aku. Aku mau jadi mathematicians. Aku mau berkontribusi di Matematika. This is my lifelong goal.

 

12. Apakah kamu punya hobi unik atau kegiatan seru yang jarang orang tahu? Ceritain dong!

Jawaban:

Kalau gabut gitu aku biasanya main game puzzle. Kaya Sudoku, Cryptic Crossword, Minesweeper dll. Bisa dibilang setiap hari aku main game puzzle. Belakangan ini, aku juga tertarik buat bikin puzzlenya, karena ternyata seru banget! Jadi kayak bikin Sudoku Variant, bikin Cryptic Crossword.

Udah gitu, kalau ngasih ke temen dan mereka bisa solve pakai intended solution tuh ternyata sangat menyenangkan buatku. Apa ya, kaya bermatematika gitu, wkwkwk. I think kemungkinan aku suka matematika karena aku suka puzzle juga deh, wkwkwk.

 

13. Kamu pernah pakai produk Ruangguru ya? Boleh dong diceritain, produk atau fitur apa aja yang kamu pakai, dan waktu itu kamu pakai buat persiapan apa? Gimana kesan kamu belajar pakai Ruangguru?

Jawaban:

Waktu menang KSR, aku dapet tuh free access ke Ruangguru. Lalu ketika aku coba, ternyata seru juga! Dia pakai metode gamifikasi, jadi ada level-levelnya gitu. Terus buat pembelajarannya juga variatif, ada yang pakai animasi juga jadi bikin belajarnya lebih seru.

 

Kalau kamu tertarik juga untuk belajar pakai aplikasi ruangguru, kamu bisa langsung click banner ini, ya! Siapa tahu, tahun depan kamu yang ada di panggung Clash of Champions juga, hihi.

CTA Ruangguru

 

Bunayya di Clash of Champions Season 3

(Sumber: dok. pribadi)

 

14. Ceritain dong, gimana awalnya kamu bisa ikutan Clash of Champions Season 3? Apakah kamu daftar sendiri, direkomendasikan orang lain, atau mungkin ditawarkan oleh pihak Ruangguru? Kita pengin tahu cerita di balik layar sampai akhirnya kamu bisa terjun di ajang kompetitif ini!

Jawaban:

Aku awalnya di-reach out untuk season 2. Waktu itu aku ikut seleksi dan udah sampai tahap yang selanjutnya. Cuman waktu itu di-ghosting 😣 dan emang jadwalnya juga agak bentrok sih. Jadi, aku gak ikut yang season 2.

Waktu season 3, jujur aku gak ada kepikiran daftar, tapi waktu itu dikontak lagi dari pihak Ruangguru. Aku pikir, nggak ada salahnya juga ikutan. Apalagi Clash of Champions ini kan tipenya game, dan aku suka main game, jadi kenapa nggak, hehe. Bisa main game dan dapat teman baru dan pengalaman yang mungkin gak bisa aku dapatkan kalau aku ga main di COC season 3 ini, hehe.

 

15. Sebelum ikutan Clash of Champions Season 3, ada persiapan khusus gak sih yang kamu lakuin?

Jawaban:

Jujur nggak ada persiapan secara khusus, karena aku memandang Clash of Champions tuh sebagai permainan, bukan sebagai kompetisi kaya olimpiade. Jadi, mungkin persiapannya main game, haha. Waktu itu, aku lebih banyak main game puzzle aja sih ketika mendekati waktu syuting Clash of Champions. Terus, karena memori aku tuh kecil jadi aku juga main game memori. Bahkan kayanya aku sempet download buku how to memorize gitu, cuman kayanya nggak works di aku, hahaha.

 

16. Menurut kamu, game apa yang paling menantang selama kamu jadi peserta COC Season 3? Ceritain alasannya!

Jawaban:

Menurut aku game yang paling menantang yang aku ikuti adalah Rotating-20 (aku lupa namanya pokoknya yang icosahedron itu). Di game ini, nggak cuman harus bisa menghafalkan semua angka, tapi juga menghafalkan posisinya, dan bertetangga sama siapa.

Selain itu juga harus bisa mencari mana yang jumlahnya sesuai dengan yang diinginkan. Apalagi ketika round dua, ada dua icosahedron. Itu susahhh bangett. Tapi at the same time beneran seru dan menantang. Banyakin game kaya gitu donggg, hehe.

Baca Juga: Game COC Season 3 Episode 9: Icosahedron War & Number Scramble

 

17. Bunayya, kamu berhasil menjadi peserta yang lolos di game Spatial Spectrum. Waktu itu, kamu sempat deg-degan gak karena belum berhasil lolos di game Arithmetic Threads? Bagaimana kamu me-maintenance mental kamu supaya tetap fokus dan berhasil lolos di game spasial ini?

Jawaban:

Waktu main game Spatial Spectrum aku beneran nggak ada harapan lolos di game itu sih. Karena aku sadar diri aku di ruangan penuh monster. Statistically speaking ga mungkin aku lolos, wkwk. Aku langsung mempersiapkan diri untuk game selanjutnya, jadi keeping my mental buat game selanjutnya.

Waktu tahu game selanjutnya adalah game spasial aku udah cukup yakin bisa lolos. Apalagi ketika aku main aku sama sekali nggak merasa kesulitan untuk figure out sisi atas. Kesulitan aku cuman di saat nyari jawaban. Yang mana itu nggak susah, hanya perlu pelan pelan aja. Makanya waktu main dan pengumuman aku cukup yakin bisa lolos. Dan syukurnya aku lolos di top 3.

Baca Juga: Jadwal Tayang Clash of Champions (COC) Season 3 Minggu Ini

Gimana, makin kenal kan sama Bunayya? Di balik prestasinya yang keren banget di bidang matematika, Bunayya juga punya sisi seru yang bikin profilnya makin menarik buat diikuti. Mulai dari aktif organisasi sampai kebiasaannya yang unik, semuanya nunjukin kalau Bunayya bukan cuma jago soal angka, tapi juga punya banyak cerita di luar kelas.

Dengan bekal sebagai mahasiswa Matematika ITB, IPK 3,99, dan pengalaman panjang di berbagai kompetisi, perjalanan Bunayya di Clash of Champions Season 3 jelas sayang banget buat dilewatkan. Jadi, kita tunggu terus aksi Bunayya di arena COC Season 3, ya. Siapa tahu, ada kejutan-kejutan seru lagi dari Bunayya di episode berikutnya!

Yuk, vote Bunayya sebagai peserta favorit pilihan kamu di sini. Jangan sampai kelewatan keseruannya, cuss, pantengin terus media sosial, blog Ruangguruchannel WhatsApp COC Season 3, buat dapetin info ter-update!

Siap jadi juara di Tahun Ajaran Baru 2026/2027? Yuk, segera klaim diskon spesial beragam paket produk dari Ruangguru.

clash of champions season 3 ruangguru

Ruangguru

Platform bimbingan belajar online terbesar dan terbaik di Indonesia. Menyediakan layanan belajar berbasis teknologi interaktif untuk jenjang SD, SMP, SMA/SMK.