Game COC Season 3 Episode 9: Icosahedron War & Number Scramble

Keseruan kembali berlanjut di episode 9 Clash of Champions Season 3. Kali ini, peserta akan menghadapi tantangan baru lewat game Icosahedron War & Number Scramble yang menguji daya ingat, logika angka, dan kemampuan spasial. Yuk, simak aturan main, sistem penilaian, dan strategi menyelesaikannya.
—
Masih ingat keseruan episode 8 Clash of Champions sebelumnya? Setelah tim Rexx dan tim Nuha beradu strategi di tantangan Invisible Collision, kini giliran tim battle 2 dan tim battle 3 yang siap memanaskan arena.
Di awal episode 9 ini, tim Azka dan tim Kafka akan menghadapi game baru yang menguji tiga kemampuan sekaligus, yaitu memory, numeric, dan spatial. Tantangannya bernama Icosahedron War Rotating 20, permainan yang menantang peserta untuk menghafal angka dan huruf yang tersebar di setiap sisi objek yang terus berputar.
Tapi, bukan cuma itu aja, guys. Episode kali ini juga bakal lanjut ke game berikutnya yang nggak kalah bikin otak ngebul, yaitu Number Scramble. Di sini, para Champions harus adu strategi untuk membentuk operasi matematika, mengumpulkan poin, dan memaksimalkan keping angka maupun operator yang mereka dapatkan.
Lalu, seperti apa sebenarnya mekanisme Icosahedron War Rotating 20 dan Number Scramble? Kira-kira tim mana nih yang akan lolos ke babak selanjutnya, dan siapa yang harus berjuang lagi di Deathmatch? Yuk, kita bahas game-nya di artikel ini.
Baca Juga: Game COC Season 3 Episode 8: Benefit Match & Invisible Collision
Icosahedron War Rotating 20

Team battle 2 Icosahedron War Rotating 20. (Sumber: YouTube Ruangguru)
Di tantangan kali ini, suasana arena langsung terasa beda karena para Champions harus berhadapan dengan sebuah objek berbentuk 20 sisi. Yup, game kali ini adalah Icosahedron War, tantangannya sih terlihat simpel ya tapi sebenarnya butuh ketelitian dan daya ingat yang kuat juga, guys.
Peserta harus menghafal 20 angka dan huruf yang tersebar di semua sisi icosahedron. Masalahnya, mereka nggak hanya diminta mengingat posisi setiap huruf dan angka, tapi juga harus menemukan kombinasi huruf yang tepat untuk mencapai nilai target.
Kebayang kan, menghafal banyak informasi dalam waktu singkat aja udah susah. Apalagi kalau harus sambil membaca pola, menghitung nilai, dan menentukan kombinasi yang paling pas. Sedikit aja salah ingat, hasil akhirnya bisa langsung meleset guys.
Aturan Permainan

Icosahedron (Sumber: YouTube Ruangguru)
- Tantangan ini menguji kemampuan memori, numeri, dan spasial.
- Terdapat icosahedron, yaitu bangun ruang tiga dimensi yang memiliki 20 sisi berbentuk segitiga sama sisi. Setiap sisinya diberi label huruf A hingga T dan berisi 1 bilangan.
- Tantangan ini terdiri dari dua fase: Fase Memorize dan Fase Recall.
a. Fase Memorize:
- Layar akan menampilkan icosahedron yang memuat 20 bilangan berbeda.
- Kedua tim harus menghafal posisi setiap bilangan sekaligus hubungan antar sisi yang saling bersebelahan.
b. Fase Recall:
- Suatu target number akan muncul di layar.
- Champions harus menemukan dan menyebutkan lintasan yang terdiri dari minimal tiga sisi bersebelahan dengan jumlah bilangan yang sama dengan target number.
- Waktu yang diberikan hanya 1 menit.
- Untuk menjawab, Champions harus menekan bel dan menyebutkan urutan sisi yang membentuk lintasan.
- Setiap sisi icosahedron hanya boleh digunakan satu kali dalam satu lintasan.
- Game ini terdiri dari dua round, yaitu round 1: terdapat 1 icosahedron dengan waktu memorize 5 menit, sedangkan round 2 terdapat 2 icosahedron dengan waktu memorize 10 menit.
- Di setiap round, akan diberikan 7 target number yang akan diperebutkan oleh kedua tim untuk dijawab.
Sistem Penilaian
- Jika jawaban benar, tim akan memperoleh +2 poin.
- Jika jawaban salah, maka akan mendapatkan -1 poin dan kesempatan menjawab akan dilemparkan ke tim lawan.
- Tim dengan total poin tertinggi akan menjadi pemenang dan langsung lolos ke babak berikutnya, sementara tim yang kalah akan menghadapi babak Deathmatch.
Baca Juga: Kafka Bintang, Si Photographic Memory Peserta COC Season 3
Strategi Permainan
Nah, ada satu tips menarik dari tim Kafka, karena icosahedron memiliki 20 sisi, mereka membagi hafalan menjadi empat bagian. Setiap anggota mendapat jatah lima sisi untuk dihafalkan, lengkap dengan asosiasinya, yaitu sisi mana saja yang menempel pada sisi tersebut. Dengan cara ini, beban hafalan terasa lebih ringan karena setiap orang punya area tanggung jawab masing-masing.
Berbeda dengan itu, tim Azka menggunakan strategi yang lebih fleksibel. Mereka sepakat untuk menentukan satu titik Utara sebagai patokan, supaya semua anggota punya orientasi yang sama saat membayangkan bentuk icosahedron. Setelah itu, pembagian hafalan dilakukan berdasarkan area, misal Azka mulai dari bagian atas, Stanley dari bagian tengah, dan Darren dari bagian bawah. Kalau nanti ada soal dan salah satu anggota sudah tahu jawabannya, anggota tersebut bisa langsung maju dan menekan bel untuk menjawab soal. Selain itu, bagian-bagian yang saling tumpang tindih juga dimanfaatkan untuk saling mengecek ulang hafalan satu sama lain.
Baca Juga: Profil Azka Adziman, Mahasiswa Oxford Peserta COC Season 3

Darren menjelaskan cara menghafal icosahedron. (Sumber: Youtube Ruangguru)
Pada round 1, Darren (mahasiswa NTU jurusan Electrical and Electronic Engineering) punya cara unik untuk menghafal. Ia melihat icosahedron sebagai kumpulan sisi yang masing-masing memiliki warna, huruf, dan angka. Agar lebih mudah diingat, ia menyusunnya dalam bentuk grid empat baris dengan masing-masing baris berisi lima angka. Strategi ini membuat susunan sisi yang awalnya terlihat rumit menjadi lebih terstruktur dan mudah dibayangkan.

Stanley membagikan strategi pembagian wilayah hafalan. (Sumber: YouTube Ruangguru)
Selan itu, Stanley (mahasiswa ITS dari Teknik Kimia) menggunakan strategi pembagian wilayah hafalan. Icosahedron dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu 10 sisi dari arah Kutub Utara dan 10 sisi dari arah Kutub Selatan. Kebetulan, Stanley mendapat bagian untuk menghafalkan sisi-sisi di Kutub Selatan, termasuk sisi-sisi yang menempel di area tersebut. Strategi ini terbukti cukup efektif, misal saat muncul soal dengan nilai target 46. Stanley menggabungkan sisi E yang bernilai 26, sisi H yang bernilai 17, dan sisi Q yang bernilai 3. Jika dijumlahkan, hasilnya menjadi 46. Tadaaa, jawabannya benar!

Dihya membagikan cara menghafal icosahedron. (Sumber: YouTube Ruangguru)
Di round 2, tantangannya naik level karena ada dua icosahedron yang harus dihafal dalam 10 menit. Uwooo makin sulit ya menambah hafalan lagi dan angka-angkanya pun makin random dan susah. Tapi, ada juga strategi menarik dari Dihya (mahasiswa UNHAN jurusan Kedokteran Militer). Untuk menghafal icosahedron, Dihya menetapkan dua titik acuan yang saling berseberangan. Dari dua titik ini, bentuk Icosahedron seolah-olah bisa dipisahkan menjadi dua bagian. Setelah itu, Dihya menghafalkan susunan segitiga secara searah jarum jam, lalu melanjutkan ke segitiga-segitiga yang berada di bawahnya. Strategi ini membantu membuat bentuk yang rumit menjadi lebih terarah dan mudah dilacak.
Intinya, kunci Icosahedron War adalah jangan menghafal secara acak. Para Champions perlu punya kompas visual, membagi area hafalan, mengelompokkan sisi yang saling bertetangga, dan terus menyamakan orientasi dengan anggota tim. Setelah pertarungan super ketat, tim Azka akhirnya menang tipis hanya dengan selisih 1 poin dari tim Kafka nih guys.
Baca Juga: Profil Peserta Clash of Champions (COC) Season 3 Batch 8
Number Scramble

Team battle 3 Number Scramble (Sumber: YouTube Ruangguru)
Next, untuk kelompok battle terakhir yang diisi oleh tim Ben, tim Thomas, tim Evan. Dann di tengah arena ada board yang gede. Waaah kira-kira games-nya disuruh ngapain ya?
Aturan Permainan
- Tantangan ini akan menguji kemampuan aritmatika, logika, dan strategi.
- Misi setiap tim adalah membentuk operasi matematika yang valid pada board 17×17 dan mengumpulkan poin sebanyak mungkin.

1 set keping/kartu di Number Scramble (Sumber: YouTube Ruangguru)
- Sebagai modal awal, setiap tim mendapatkan 1 set keping/kartu yang berisi bilangan 0-9 beserta operator matematika dasar.
- Sebelum tantangan dimulai, setiap tim wajib berdiskusi membagi anggotanya menjadi 2 peran, yaitu players dan miners. Kedua peran tersebut berjalan secara paralel di setiap round.

Peran players dan miners di Number Scramble (Sumber: YouTube Ruangguru)
- Miners bertugas mengumpulkan keping tambahan dengan menyelesaikan soal di game room dan memasukkan jawabannya di AdaptoX.
- Setiap soal mewakili 1 keping bilangan angka operator yang dapat dipilih sesuai kebutuhan tim.
- Tersedia 180 soal, terdiri dari 120 keping bilangan dan 60 keping operator. Semakin banyak soal yang berhasil diselesaikan atau klaim, semakin banyak keping yang diperoleh.
- Setiap soal hanya dapat diklaim oleh 1 tim.
- Sementara itu di main arena, players bertugas menyusun keping pada board untuk membentuk operasi matematika yang valid.
- Players dapat mengambil keping hasil mining saat pergantian round.
- Khusus keping operator sama dengan (=) akan selalu tersedia, namun players hanya boleh menggunakannya 1 kali setiap round.
- Tantangan ini terdiri dari 6 round. Masing-masing round berdurasi 3 menit.
- Players dan miners dapat berdiskusi atau berganti peran saat pergantian round.
- Pada round 6, miners sudah tidak dapat diperbolehkan lagi untuk mengerjakan soal.
- Urutan bermain ditentukan berdasarkan peringkat pada game sebelumnya.
Sistem Penilaian

Kotak spesial pada board Number Scramble (Sumber: YouTube Ruangguru)
- Setiap keping memiliki nilai poin dasar, saat ditempatkan pada board, poin tersebut akan dipengaruhi oleh pengali pada kotak spesial pada board seperti x3, x2, x0.5 atau x0.
- Semakin banyak keping yang ditempatkan semakin banyak kesempatan untuk memperoleh lebih banyak poin.
- Jika keping ditempatkan pada kotak spesial, nilai keping akan dikalikan sesuai dengan pengali yang ada pada kotak tersebut.
- Dua tim dengan total poin tertinggi akan lolos ke babak berikutnya, jika total poin sama peringkat ditentukan berdasarkan jumlah keping yang ditempatkan di board.
- Sedangkan tim dengan total poin terendah akan menghadapi babak Deathmatch.
Strategi Permainan
Sebelum game dimulai, setiap tim harus membagi anggota menjadi dua peran, yaitu players di main arena dan miners di game room. Miners bertugas mengerjakan soal aritmatika dan logika untuk mendapatkan keping di 3 game room, yaitu di room bilangan ganjil, bilangan genap, atau operator. Keping-keping ini nantinya digunakan oleh players untuk menyusun persamaan matematika di board dan mengumpulkan poin setinggi mungkin.
Di round 1, setiap tim mulai menjalankan strategi masing-masing. Dari tim Thomas, Christoffer dan Steven yang berperan sebagai miners sudah sepakat untuk mengincar angka 0 di game room bilangan genap. Alasannya simpel, karena tile angka 0 akan sangat berguna untuk strategi besar yang sudah mereka siapkan.
Di game room, para miners harus mengerjakan soal-soal aritmatika dan logika yang tersedia di kertas, lalu langsung memasukkan jawabannya ke AdaptoX. Sementara itu, di main arena, para players mulai menyusun operasi matematika yang valid di board untuk mengumpulkan poin sebanyak mungkin.

Evan menjelaskan tips menjawab soal (Sumber: YouTube Ruangguru)
Nah, salah satu trik cepat dari Evan (mahasiswa NUS jurusan Double Major in Computer Science and Mathematics), terlihat saat menghadapi soal seperti 21² – 19². Kalau dihitung manual, tentu bisa memakan waktu ya guys, tapi Evan menggunakan rumus selisih kuadrat:
a² – b² = (a-b)(a+b)
Jadi, 21² – 19² = (21-19)(21+19) = 2 x 40 = 80. Cepat banget, kan?
Baca Juga: Evan, Mahasiswa NUS Ber-IPK Sempurna Peserta COC Season 3
Hasil mining di ronde 1 kemudian dipakai oleh players untuk menyusun operasi matematika. Misalnya, tim Thomas berhasil mengumpulkan 12 tiles, yang terdiri dari 9 keping angka 0 dan 3 keping angka 2.

Strategi tim Thomas dalam menyusun operasi matematika (Sumber: YouTube Ruangguru)
Masuk ke round 2, strategi tim Thomas mulai kelihatan makin jelas. Setelah mengumpulkan banyak angka 0, Christoffer menjelaskan bahwa target berikutnya adalah mengoleksi operator perkalian. Kenapa? Karena dengan perkalian, semua bilangan yang dikalikan 0 hasilnya tetap 0.
Dari sinilah Thomas dan Fernando bisa menyusun operasi matematika sepanjang mungkin. Strateginya adalah membuat deretan angka dan operator yang panjang, lalu mengalikannya dengan 0 dan menghasilkan persamaan yang tetap valid: … x 0 = 0. Semakin panjang operasi yang disusun, semakin besar peluang poin yang dikumpulkan. Wah, cerdas banget emang Thomas!

Tips menjawab soal dari Christoffer (Sumber: YouTube Ruangguru)
Christoffer (mahasiswa BINUS University jurusan Computer Science) juga menunjukkan kemampuan logikanya saat mengerjakan soal pola kata. Misalnya:
BOLA = 720176
RAKET = 236161025
KAPAL = …
Polanya ternyata berdasarkan urutan huruf dalam alfabet, lalu setiap huruf ditambahkan 5. Contohnya, B adalah huruf ke-2, maka 2 + 5 = 7. A adalah huruf ke-1, maka 1 + 5 = 6. Jadi untuk KAPAL, hasilnya adalah 16 6 21 6 17.
Baca Juga: Profil Christoffer Edbert, Mahasiswa BINUS University yang Jago Programming
Memasuki round 3 hingga round 6, permainan makin sulit dan sengit. Beberapa tim mulai bertukar peran antara players dan miners, sementara tiles di arena semakin banyak sehingga ruang gerak untuk menyusun operasi matematika makin terbatas. Di ronde terakhir, miners juga sudah tidak bisa lagi mengerjakan soal, jadi setiap tim harus benar-benar memaksimalkan keping yang sudah mereka kumpulkan.
Setelah persaingan yang super ketat di Number Scramble, akhirnya tim Thomas berhasil memimpin dengan 186 poin. Tim Evan juga menyusul lolos ke babak berikutnya dengan 121 poin. Sementara itu, tim Ben yang memperoleh 84 poin harus masuk ke Deathmatch bersama tim Nuha dan tim Kafka yang tidak lolos dari game sebelumnya.
Penasaran strategi mana yang paling cepat dan efektif untuk menghadapi games episode 9 kali ini? Atau mau lihat langsung keseruan Icosahedron War versi videonya? Yuk, tonton episode 9 lewat video di bawah ini!
Tapi, ada plot twist nih, guys! Ternyata, akan ada penantang baru di Deathmatch, yaitu tim Erin yang sebelumnya tidak lolos dari game Diamond Vault. Eits, belum selesai sampai di situ. Sebelum masuk ke Deathmatch, tim Erin harus melawan peserta-peserta yang sudah tereliminasi sebelumnya atau sebelum adanya babak kelompok. Wah, makin menarik banget, kan?
—
Yuk, pantengin terus blog Ruangguru, blog Brain Academy, sosial media, channel WhatsApp, aplikasi, dan YouTube Ruangguru biar kamu nggak ketinggalan update seru, aksi menegangkan, dan kejutan yang pastinya bakal pecah banget di panggung COC Season 3! Jangan lupa untuk terus dukung jagoanmu di COC Season 3 dengan vote di link ini ya!


