Majas Personifikasi: Pengertian, Ciri-Ciri & Contoh Kalimatnya

majas personifikasi

Pernah membaca kalimat yang seolah-olah membuat benda mati bisa tersenyum, berlari, atau bahkan menangis? Nah, itulah salah satu ciri majas personifikasi. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di artikel ini!

—

 

“Langit dan laut saling membantu”

“Mencipta awan hujan pun turun”

“Ketika dunia saling membantu”

“Lihat cinta mana yang tak jadi satu”

 

Apakah kamu pernah dengar lagu di atas? Itu merupakan penggalan lirik lagu Nadin Amizah yang judulnya Sorai. Lalu, apa hubungannya dengan majas personifikasi yang akan kita pelajari?

Coba deh kamu perhatikan baris pertamanya “Langit dan laut saling membantu“, langit dan laut merupakan benda mati yang digambarkan bisa melakukan hal seperti manusia yaitu saling membantu. Nah, seperti itulah majas personifikasi, memberikan sifat atau kemampuan manusia kepada benda mati.

Masih bingung apa yang dimaksud dengan majas personifikasi? Yuk, simak pembahasan lengkapnya berikut ini!

 

Pengertian Majas Personifikasi

Apa itu majas personifikasi? Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang memberikan sifat atau kemampuan manusia kepada benda mati atau hal yang bukan manusia. Dengan gaya bahasa ini, benda mati seolah-olah bisa melakukan hal yang biasanya hanya dilakukan oleh manusia. Contohnya, “angin berbisik” atau “matahari tersenyum“.

matahari tersenyum

(Sumber: detik.com)

 

Majas personifikasi cukup sering digunakan dalam karya sastra, terutama puisi. Lewat majas ini, benda atau sesuatu yang sebenarnya tidak memiliki sifat seperti manusia dapat digambarkan seolah-olah mampu bertindak, merasakan, atau memiliki emosi.

Hasilnya, puisi terasa lebih hidup dan ekspresif, sehingga pembaca bisa lebih mudah membayangkan suasana sekaligus merasakan emosi yang ingin disampaikan penyair.

Salah satu contohnya, kalimat “bulan tersenyum di balik awan“. Bulan tentu tidak benar-benar bisa tersenyum, tetapi penggambaran tersebut membuat suasana dalam puisi terasa lebih hidup dan imajinatif.

Baca Juga: Pengertian Majas, Jenis-Jenis, dan Contohnya, Lengkap!

 

Ciri-Ciri Majas Personifikasi

Secara umum, majas personifikasi dapat dikenali dari cara penulis menggambarkan benda mati atau sesuatu yang bukan manusia seolah-olah memiliki sifat, kemampuan, dan perilaku seperti manusia. Berikut beberapa cirinya:

 

1. Memberikan sifat atau karakter manusia pada benda mati

Benda mati digambarkan seolah-olah memiliki sifat, perasaan, atau karakter seperti manusia. Misalnya, “angin malam terasa sedih“. Kata sedih merupakan perasaan manusia yang diberikan kepada angin.

 

2. Menggambarkan benda mati seolah dapat melakukan tindakan manusia

Benda mati digambarkan mampu melakukan aktivitas yang biasanya dilakukan manusia. Contohnya, “ombak saling berkejaran menuju pantai“. Kata berkejaran merupakan tindakan yang dilakukan seolah-olah ombak dapat berperilaku seperti manusia.

 

3. Menggambarkan benda mati seolah memiliki kemampuan atau pancaindra manusia

Benda mati dapat digambarkan seolah-olah mampu melihat, mendengar, berbicara, merasakan, atau melakukan hal lain yang membutuhkan kemampuan manusia. Contohnya, “angin berbisik di antara pepohonan“. Kata berbisik menunjukkan seolah-olah angin dapat berbicara seperti manusia.

—

Biar belajar nggak terasa monoton, coba pahami materi ini lewat video interaktif di Adapto, yuk!

CTA ADAPTO

 

Fungsi Majas Personifikasi

Penggunaan majas personifikasi bukan sekadar untuk membuat kalimat terdengar lebih indah. Gaya bahasa ini juga membantu penulis menyampaikan gambaran, suasana, dan emosi dengan cara yang lebih hidup.

Baca Juga: Contoh Majas Metafora beserta Penjelasan Lengkapnya

 

1. Membuat tulisan lebih hidup dan imajinatif

Majas personifikasi membuat benda mati atau sesuatu yang bukan manusia seolah-olah dapat bertindak dan memiliki sifat seperti manusia. Dengan begitu, tulisan terasa lebih hidup dan tidak monoton.

 

2. Membantu pembaca membayangkan suatu keadaan

Penggambaran yang menggunakan majas personifikasi dapat membuat pembaca lebih mudah membayangkan apa yang sedang terjadi. Contohnya, “ombak berkejaran menuju pantai“, membuat pembaca dapat membayangkan gerakan ombak yang datang silih berganti.

 

3. Membangun suasana dan emosi dalam tulisan

Majas personifikasi juga dapat digunakan untuk memperkuat suasana atau emosi yang ingin disampaikan. Misalnya, kalimat “hujan menangis sejak pagi” dapat memberikan kesan suasana yang murung atau sedih. Dengan begitu, pembaca tidak hanya memahami situasinya, tetapi juga dapat ikut merasakan suasana yang dibangun penulis.

 

4. Membuat penyampaian pesan lebih menarik

Informasi atau gambaran yang disampaikan dengan majas personifikasi bisa terasa lebih menarik karena menggunakan ungkapan yang tidak biasa. Gaya bahasa ini membuat pembaca lebih tertarik untuk mengikuti tulisan dan memahami maksud yang ingin disampaikan.

 

5. Menambah nilai estetis pada karya sastra

Dalam puisi, cerpen, dan karya sastra lainnya, majas personifikasi dapat membuat pilihan kata menjadi lebih indah dan ekspresif. Benda-benda di sekitar kita dapat digambarkan dengan cara yang lebih kreatif sehingga karya terasa lebih kaya dan memiliki daya tarik tersendiri.

 

Contoh Penerapan Majas Personifikasi dan Artinya

Coba deh perhatikan beberapa contoh majas personifikasi di bawah ini. Supaya lebih mudah dipahami, kita juga akan melihat makna sebenarnya dari setiap kalimat.

  • Cacing-cacing di perutku demo minta diberi makan.

Artinya: Perut terasa sangat lapar. Kata demo menggambarkan seolah-olah cacing di dalam perut dapat melakukan aksi seperti manusia untuk meminta makanan.

  • Awan menangis sepanjang hari.

Artinya: Hujan turun terus-menerus. Kata menangis merupakan aktivitas manusia yang digunakan untuk menggambarkan air hujan yang turun dari awan.

  • Ombak laut saling berkejaran menuju pantai yang berpasir.

Artinya: Ombak bergerak menuju pantai secara bergantian dan tampak seperti sedang saling mengejar. Kata berkejaran membuat gerakan ombak seolah-olah menyerupai aktivitas manusia.

  • Si jago merah melahap perkampungan itu.

Artinya: Kebakaran menghanguskan perkampungan tersebut. Kata melahap biasanya digunakan untuk menggambarkan aktivitas makan, tetapi dalam kalimat ini digunakan untuk menggambarkan api yang membakar sesuatu.

  • Jembatan ini selalu memakan korban tiap tahunnya.

Artinya: Terjadi kecelakaan di jembatan tersebut setiap tahun hingga menyebabkan korban. Kata memakan seolah-olah membuat jembatan dapat melakukan tindakan seperti makhluk hidup.

Baca Juga: Contoh Majas Ironi, Pengertian, dan Ciri-Cirinya

—

Latih kemampuan mengingat, fokus, dan konsentrasi melalui pembelajaran interaktif yang disesuaikan dengan level anak, lengkap dengan latihan dan laporan perkembangan. Klik banner di bawah ini untuk mulai konsultasi!

CTA Memory Academy

 

Perbedaan Majas Personifikasi dengan Jenis Majas Lain

Majas personifikasi terkadang dianggap mirip dengan beberapa jenis majas lainnya, terutama metafora. Hal ini wajar karena sama-sama menggunakan bahasa kiasan untuk membuat suatu kalimat lebih ekspresif.

Supaya lebih mudah membedakannya, perhatikan tabel berikut ini, ya~

Majas Personifikasi Majas Metafora Majas Simile Majas Hiperbola

Menggambarkan benda mati seolah-olah memiliki sifat, tindakan, atau kemampuan seperti manusia.

Contoh:

Angin berbisik di telingaku.

Membandingkan atau menyamakan dua hal secara langsung tanpa menggunakan kata pembanding seperti seperti, bagai, atau laksana.

Contoh:

Dia adalah bintang kelas.

Membandingkan dua hal secara langsung dengan menggunakan kata pembanding, seperti seperti, bagai, ibarat, atau laksana.

Contoh:

Wajahnya bersinar seperti bulan.

Mengungkapkan sesuatu secara berlebihan untuk memberikan penekanan atau kesan tertentu.

Contoh:

Tangisannya membanjiri seisi ruangan.

 

 

Contoh Majas Personifikasi dalam Kalimat

Setelah memahami pengertian dan ciri-cirinya, yuk simak contoh kalimat majas personifikasi berikut ini: 

  1. Pensil itu menari-mari di atas kertas. 
  2. Angin berbisik menyampaikan salamku padanya. 
  3. Ombak berlarian ke tepi pantai. 
  4. Sang jago merah melahap habis perkampungan itu. 
  5. Debur ombak menyapu habis rasa gelisahnya. 
  6. Rerumputan itu bergoyang santai ditiup angin. 
  7. Buku itu bersembunyi agar tidak ditemukan. 
  8. Bahkan langit pun ikut menangisi kepergiannya. 
  9. Alam pun marah karena manusia selalu mengusiknya. 
  10. Salju turun menyelimuti hampir seluruh kota. 
  11. Setiap pagi burung itu selalu bernyanyi. 
  12. Buku cerita itu mendongengkan setiap ceritanya ke adikku. 
  13. Palu itu telah mengetuk bahwa dirinya bersalah. 
  14. Lilin itu perlahan membakar seisi rumah. 
  15. Dasi itu mencekik leher seorang pria yang memakainya. 
  16. Bumi memangku seluruh makhluk hidup dan seisinya. 
  17. Nasi itu menangis apabila sang tuan tidak memakannya. 
  18. Cacing-cacing itu berteriak di dalam perutku meminta makanan. 
  19. Kanker itu menggerogoti tubuhnya perlahan. 
  20. Rumah itu melindungi mereka ketika badai menerpa. 
  21. Waktu berjalan begitu cepat ketika sekolah sedang libur. 
  22. Gunung merapi memuntahkan lahar dingin. 
  23. Motorku kehausan tak ada bensin.
  24. Ombak menyeret perahu sampai ke tepian. 
  25. Api unggun melindungiku dari dingin. 
  26. CCTV itu menyelamatkannya dari tuduhan perkara. 
  27. Suara gemuruh pagi tadi membangunkan semua orang. 
  28. Beduk subuh itu memanggilnya untuk bergegas ke masjid. 
  29. Matahari bersembunyi di balik awan hitam. 
  30. Pelangi setia menunggu hujan reda. 
  31. Kalkulator itu membantu ibu menghitung belanjaannya. 
  32. Jarum suntik menakuti adikku saat imunisasi. 
  33. Kupu-kupu berbisik pada bunga yang mekar. 
  34. Buku-buku di rak menunggu untuk dibaca. 
  35. Sinar bulan melukiskan bayangan di permukaan air. 
  36. Wajah langit malam dipenuhi senyum bintang. 
  37. Embun pagi berkumpul untuk merayakan fajar. 
  38. Kapal di pelabuhan menunggu dengan sabar untuk berlayar. 
  39. Bunga matahari menoleh ke arah matahari sepanjang hari. 
  40. Jam dinding menatap setiap detik waktu dengan penuh perhatian. 
  41. Nada piano berbicara dengan lembut melalui jari-jari pemainnya. 
  42. Gitar tua di pojok kamar menyanyikan lagu-lagu masa lalu. 
  43. Kipas angin di langit-langit bersorak ketika dinyalakan. 
  44. Kodok berdendang riang menyambut musim penghujan. 
  45. Kupu-kupu menari di udara. 
  46. Pohon bambu itu seolah berbisik dan berbicara satu sama lain. 
  47. Jari-jarinya berlompatan lincah di telepon pintarnya. 
  48. Boneka itu setia menemaninya tumbuh dewasa. 
  49. Lukisan itu memanjakan mata para pengunjung. 
  50. Bakat itu telah membawanya menuju kejuaraan.

 

Baca Juga: Macam-Macam Majas Sindiran beserta Contoh dan Cirinya

Nah, itulah pembahasan mengenai majas personifikasi dan contohnya. Sekarang kamu sudah tahu kan apa arti majas personifikasi, ciri-ciri, dan contoh kalimatnya. Semoga membantu dan bisa jadi referensi dalam tugas majas, ya!

Kalau kamu mau belajar tentang jenis majas atau materi Bahasa Indonesia lainnya, segera langganan ruangbelajar dan belajar materi apa saja yang kamu mau dengan cara seru!

CTA Ruangguru

Referensi: 

Sabiila, Syahidah Izzata. 2023. 125 Contoh Kalimat Majas Personifikasi [daring]. Tautan:  https://www.sonora.id/read/423710176/125-contoh-kalimat-majas-personifikasi-materi-bahasa-indonesia

Subarna, Rahma, dkk. 2021. Bahasa Indonesia untuk SMP Kelas VII. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. 

Friska, Rahma. Majas Personifikasi: Pengertian, Contoh, Ciri-ciri [daring]. Tautan: https://www.gramedia.com/literasi/majas-personifikasi/ (Diakses 17 Oktober 2024)

Devi Lianovanda