7 Kampus Tertua di Indonesia, Sudah Ada Sejak 1800-an Lho!

Kamu tahu nggak, beberapa universitas di Indonesia ternyata ada yang berdiri sejak tahun 1800-an, lho! Yuk, kita simak lebih lanjut di artikel ini!
—
Mendekati ujian masuk PTN memang fase paling bikin overthinking. Belum lulus, tapi udah pusing mikirin mau kuliah di PTN mana ya? Buka brosur sana-sini, ikutan event campus tour, sampai ngebandingin peluang masuk jurusan di beberapa kampus impian. Pastinya kamu ingin masuk ke kampus impian, kan?
Punya kampus impian itu wajar. Bahkan, itu bisa dijadikan bahan bakar biar tetap semangat belajar. Nah, nggak ada salahnya juga buat mulai kenalan dulu sama kampus yang kamu incar. Biar kamu juga paham vibe, sejarah, dan hal-hal keren di baliknya. Di artikel ini, kita bakal bahas 7 perguruan tinggi tertua di Indonesia. Kira-kira ada kampus mana aja, ya? Gas kepoin bareng, yuk!
1. Universitas Indonesia (1849)

(Sumber: Wikipedia)
Universitas Indonesia (UI) merupakan kampus tertua di Indonesia. Yup, UI punya sejarah yang jauh lebih panjang dari yang banyak orang kira, bahkan sudah dimulai sejak abad ke-19, lho! Awalnya, kampus ini nggak langsung bernama Universitas Indonesia, tapi muncul sebagai Sekolah Kedokteran di bawah pemerintah kolonial Belanda (VOC).
Pada tahun 1851, VOC mendirikan Sekolah Kedokteran dengan tujuan untuk menghasilkan tenaga medis agar bisa membantu pelayanan kesehatan yang masih minim. Pendidikannya tergolong singkat. Pelajar mengikuti program pendidikan selama dua tahun dan setelah lulus mendapatkan gelar Dokter Jawa. Kemudian, pada tahun 1875, sistem pendidikan diperpanjang dan gelar Dokter Jawa berubah menjadi Dokter Medis, dengan lama masa studi yakni 6-7 tahun.
Selain itu, lembaga pendahulu UI juga menjadi pionir di bidang pendidikan hukum. Pada masanya, sekolah ini memperluas pendidikannya dengan membuka program hukum, yang sekarang dikenal sebagai Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI). Wah, ternyata, UI bukan cuma kampus tertua, tapi juga pelopor berbagai ilmu yang terus berkembang sampai sekarang.
Namun, nama “Universitas Indonesia” sendiri baru resmi digunakan pada tahun 1950, setelah Indonesia merdeka. Perubahan ini mencerminkan transformasi dari sekedar sekolah kedokteran dan hukum menjadi institusi pendidikan tinggi yang lengkap, dengan berbagai fakultas dan program studi. Bapak Ir. R.M. Pandji Soerachman Tjokroadisoerio tercatat sebagai rektor pertama Universitas Indonesia. Higga saat ini, UI terus berkembang, dengan membuka puluhan fakultas lain, mulai dari ekonomi, teknik, ilmu sosial dan politik, hingga seni dan ilmu budaya.
Baca Juga: Mau Masuk Jurusan Kedokteran? Ketahui 6 Hal Penting Ini Dulu, Yuk!
2. Universitas Airlangga (1913)
Universitas Airlangga (UNAIR) terletak di Kota Surabaya dan dikenal sebagai salah satu universitas tertua di Indonesia, bahkan menjadi yang pertama berdiri di wilayah Jawa Timur. Sejarahnya bermula jauh sebelum Indonesia merdeka, tepatnya pada tahun 1913, saat pemerintah kolonial Belanda mendirikan sebuah sekolah kedokteran yang diberi nama Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS).
Pendirian NIAS muncul karena desakan dan aspirasi pemuda Indonesia pada masa itu, yang ingin mendapatkan akses pendidikan kesehatan setara, terutama untuk menjadi tenaga medis yang profesional. Kondisi fasilitas kesehatan masyarakat yang masih minim di wilayah Jawa Timur juga membuat kebutuhan dokter sangat penting, sehingga NIAS hadir sebagai wadah pendidikan dokter di Surabaya.
Banyak pemuda pribumi yang ikut belajar di NIAS, berjuang keras untuk mengikuti kurikulum yang dibawakan oleh tenaga pengajar dari beragam latar belakang ilmiah dan praktis, meskipun fasilitas dan kondisi belajar waktu itu tentu jauh berbeda dengan standar pendidikan sekarang.
Perubahan besar terjadi setelah Indonesia merdeka. Pada tahun 1954, NIAS secara resmi berubah menjadi Universitas Airlangga (UNAIR) dengan rektor pertamanya, Prof. Mr. A.G. Pringgodigdo. UNAIR mulai memperluas cakupan ilmunya menjadi institusi pendidikan yang lebih luas, terutama di bidang kesehatan, seperti keperawatan, farmasi, kesehatan masyarakat, hingga berbagai ilmu penunjang medis. Oleh karena itu, UNAIR sering dikenal sebagai kampus spesialis ilmu medis.

(Sumber: Warkopkampung)
3. Institut Teknologi Bandung (1920)
Selain UI dan UNAIR, ITB juga menjadi dream campus bagi banyak pelajar, terutama yang tertarik banget sama bidang sains, teknologi, hingga desain. Kampus ini berdiri di Bandung sejak tahun 1920. Tapi, waktu itu namanya bukan ITB seperti sekarang, melainkan Technische Hoogeschool te Bandoeng. Nama ini berasal dari pemerintah kolonial Belanda. Tujuannya menciptakan para tenaga teknik profesional. Kenapa teknik? Soalnya, waktu itu dunia lagi menghadapi Perang Dunia I, dan kebutuhan akan ahli teknik yang handal jadi makin tinggi, baik untuk industri maupun infrastruktur.

(Sumber: Kaskus)
Perjalanan ITB berlanjut setelah Indonesia merdeka. Pada tahun 1959, pemerintah secara resmi meresmikan sekolah ini dengan nama Institut Teknologi Bandung (ITB), menjadikan ITB sebagai institusi pendidikan tinggi yang lebih luas dan berdampak besar untuk bangsa. Rektor pertama ITB di era baru Indonesia adalah Prof. Ir. R. Soemono. ITB terus berkembang menjadi kampus multidisiplin, nggak cuma di bidang teknik aja, tapi juga bidang lain seperti matematika, fisika, arsitektur, desain, seni rupa, dan ilmu sosial.
Baca Juga: 20 Jurusan Teknik dengan Prospek Kerja Menjanjikan, Apa Pilihanmu?
4. Universitas Islam Indonesia (1945)
Universitas Islam Indonesia (UII) menjadi kampus tertua sekaligus pelopor perguruan tinggi Islam pertama di Indonesia, loh. Kampus ini berdiri pada 8 Juli 1945 di Jakarta, dengan nama awal Sekolah Tinggi Islam (STI). Nah, karena pada waktu didirikannya situasi sedang genting, kondisi ibu kota masih belum stabil akibat perang kemerdekaan, proses belajar mengajar menjadi terpengaruh. Karena alasan keamanan, STI akhirnya dipindahkan ke Yogyakarta.

(Sumber: National Geographic)
Ada tokoh-tokoh nasional yang sangat berpengaruh dalam pendirian STI, seperti Mohammad Hatta, Mohammad Natsir, KH. Wahid Hasyim, dan Prof. Abdul Kahar Muzakir. Fokus utama mereka, yaitu mencetak generasi intelektual muslim yang berkarakter, bermoral, dan siap membantu membangun Indonesia setelah lepas dari penjajahan.
Lalu, di tahun 1947, STI resmi berubah nama jadi Universitas Islam Indonesia, sebuah langkah penting yang menandai bahwa kampus ini siap tumbuh lebih besar dan menjangkau lebih banyak bidang ilmu. Pada tahun 1950, UII mulai ekspansi besar-besaran, dengan membuka fakultas-fakultas baru, seperti Ekonomi, Pendidikan, dan Teknik.
Di dekade-dekade berikutnya, UII mulai berkembang mengikuti kebutuhan zaman. Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial hadir, disusul oleh Fakultas Teknologi Industri yang fokusnya ke kebutuhan sektor manufaktur dan industri. Hingga kini, UII punya lebih dari delapan fakultas dan puluhan program studi.
5. Universitas Gadjah Mada (1949)
Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi berdiri pada 19 Desember 1949 di Yogyakarta, tepat di masa Indonesia mulai mengambil alih kedaulatan dari Belanda. Jadi, kehadiran UGM waktu itu bukan cuma soal bikin kampus baru, tapi juga jadi penanda kalau Indonesia akhirnya mulai bangun pendidikan tinggi dengan sistem dan kendali sendiri, bukan lagi diatur oleh pemerintah kolonial. Nama “Gadjah Mada” sendiri diambil dari Mahapatih Gajah Mada, tokoh besar dari era Majapahit yang terkenal karena menyatukan Nusantara.

(Sumber: Kagama)
Waktu pertama berdiri, UGM cuma punya beberapa fakultas inti, di antaranya ada Fakultas Hukum, Fakultas Kedokteran, Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Sastra. Sekarang, UGM sudah semakin berkembang dengan dibangunnya beragam fakultas dan jurusan, mulai dari rumpun teknologi, kesehatan, sosial, sampai seni dan budaya. Pilihannya banyak dan terakreditasi, jadi wajar kalau UGM jadi kampus favorit calon mahasiswa setiap tahunnya.
Baca Juga: Daftar Fakultas & Jurusan di UGM beserta Akreditasinya
6. Universitas Hasanuddin (1956)
Universitas Hasanuddin (UNHAS), berdiri di Makassar, Sulawesi Selatan dan menjadi universitas negeri tertua di wilayah Indonesia timur. Kampus ini resmi lahir pada 10 September 1956, berlandaskan inisiatif untuk membuka akses pendidikan tinggi di kawasan timur nusantara.
Awalnya, UNHAS bukan berbentuk universitas utuh. Melainkan dari Fakultas Ekonomi cabang Universitas Indonesia (UI) yang buka di Makassar. Kehadiran fakultas ini bertujuan memberikan peluang pendidikan tinggi kepada generasi muda di luar Jawa, terutama di bidang ekonomi yang saat itu dianggap strategis untuk pembangunan lokal dan nasional. Seiring waktu, kebutuhan akan pendidikan lebih tinggi semakin dibutuhkan, sehingga pemerintah dan tokoh masyarakat setempat mendorong agar lembaga ini berubah menjadi universitas dengan beragam fakultas.

(Sumber: Unhas)
Pada tahun 1956, transformasi itu terwujud. Cabang Fakultas Ekonomi tadi resmi berubah menjadi Universitas Hasanuddin. Nama “Hasanuddin” sendiri diambil dari Sultan Hasanuddin, raja Gowa yang dikenal sebagai salah satu pahlawan paling berani dalam sejarah perjuangan melawan VOC.
Sejak berdirinya sebagai universitas, UNHAS terus mengembangkan sayapnya. Kini, UNHAS sudah memiliki puluhan fakultas dan program studi yang mencakup berbagai bidang ilmu, termasuk sains dan teknologi, kesehatan, hukum, pertanian, sosial humaniora, pendidikan, hingga seni dan desain. Pertumbuhan ini sejalan dengan peran UNHAS sebagai pusat pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia timur yang tidak hanya fokus pada pengajaran, tetapi juga pada riset, inovasi, dan kontribusi sosial di masyarakat.
7. Universitas Padjadjaran (1957)
Universitas Padjadjaran, atau yang sering disingkat UNPAD, berdiri pada 11 September 1957 dan berlokasi di dua area utama, yakni Bandung dan Jatinangor, Jawa Barat. UNPAD awalnya dibentuk sebagai respons terhadap kebutuhan pendidikan tinggi di luar Jawa Tengah. Pemerintah bersama tokoh pendidikan waktu itu ingin memastikan bahwa generasi muda di Barat Jawa punya akses untuk kuliah di perguruan tinggi negeri yang kuat secara akademis dan berdampak secara sosial.
Seiring perkembangannya, UNPAD kini memiliki banyak fakultas dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari bidang sains dan teknologi, kesehatan, hukum, ekonomi dan bisnis, hingga humaniora, pendidikan, dan seni. Setiap fakultas punya program studi yang dirancang untuk menjawab tantangan zaman, baik dalam konteks lokal maupun global.

(Sumber: Unpad)
Baca Juga: Mana yang Lebih Baik, Kuliah di Indonesia atau Luar Negeri?
Bagaimana teman-teman, dari ketiga kampus di atas adakah yang menjadi kampus impianmu? Pastinya kamu sudah tidak sabar lagi kan untuk masuk dan memulai suasana belajar baru di tempat baru? Persiapkan diri kamu dengan baik ya! Yuk, siapkan dirimu dari sekarang untuk menghadapi ujian masuk perguruan tinggi bersama ruanguji. Semangat terus, ya!
Sumber Gambar:
https://nationalgeographic.grid.id/read/134034552/histori-kampus-nias-jadi-fakultas-kedokteran-universitas-airlangga?page=all (Diakses pada 8 Januari 2026)
https://www.unhas.ac.id/wp-content/uploads/2023/09/Sejarah-UNHAS-Dies-Natalis-65_2021_compressed.pdf (Diakses pada 8 Januari 2026)
https://fk.unpad.ac.id/sejarah/ (Diakses pada 8 Januari 2026)
https://kagama.co/2019/09/30/ide-berdirinya-fakultas-perhubungan-dan-pengangkutan-di-ugm-tempo-dulu/ (Diakses pada 8 Januari 2026)


