Game COC Season 3 Episode 8: Benefit Match & Invisible Collision

Simak keseruan Clash of Champions Season 3 Episode 8! Mulai dari Benefit Match, plot twist pertukaran anggota tim, hingga duel seru Invisible Collision.
—
Keseruan Clash of Champions Season 3 kini resmi memasuki babak pertarungan antar tim. Nah, kalau kamu sendiri sudah punya tim jagoan belum? Well, setelah menyaksikan sengitnya battle di game Diamond Vault pada episode sebelumnya, sayangnya di episode kali ini kita harus kembali mengucapkan salam perpisahan kepada tim yang berada di posisi terbawah. Shout out untuk Tim Erin yang sudah memberikan perjuangan terbaiknya sampai akhir. Keren banget!
Kini, tinggal 7 tim yang masih bertahan dan siap melanjutkan perjuangan menuju babak berikutnya. Tapi, eh… tunggu dulu. Kok di tengah arena cuma ada 4 bendera? Jangan-jangan ini petunjuk untuk game selanjutnya? Wah, para Champions pun mulai dibuat penasaran. Kira-kira tantangan seperti apa yang sudah menanti mereka kali ini, ya?
Baca Juga: Game COC Season 3 Episode 6 & 7: The Diamond Vault
Benefit Match
Jeng..jeng…! Tiba-tiba para Champions mendapat pengumuman yang nggak disangka-sangka. Sebelum lanjut ke game berikutnya, mereka harus menghadapi Benefit Match, sebuah tantangan spesial tanpa eliminasi. Wah, ini saatnya untuk memperebutkan keuntungan yang pastinya berguna banget buat babak selanjutnya!

Bendera yang diperebutkan untuk mengikuti Benefit Match (Sumber: Youtube Ruangguru)
Aturan Permainan
- Maksimal hanya 4 tim yang dapat berpartisipasi pada tantangan Benefit Match.
- Di tengah arena, terdapat 4 bendera. Setiap tim yang ingin mengikuti Benefit Match harus mengirimkan satu perwakilan untuk memperebutkan bendera tersebut.
- Tim yang menang akan mendapat benefit, sementara tim yang kalah akan mendapat disadvantage di game selanjutnya.
- Kuota benefit dan disadvantage:
- Jika 4 tim bermain: 2 tim mendapat benefit, 2 tim mendapat disadvantage.
- Jika 3 tim bermain: 1 tim mendapat benefit, 2 tim mendapat disadvantage.
- Jika 2 tim bermain: 1 tim mendapat benefit, 1 tim mendapat disadvantage.
- Jika hanya 1 tim yang bermain: tim tersebut otomatis mendapatkan benefit tanpa perlu memainkan game.

Kuota benefit dan disadvantage (Sumber: Youtube Ruangguru)
Jalannya Permainan
Walaupun hadiahnya sangat menggiurkan, para Champions justru nggak bisa asal maju. Mereka harus menghitung risiko dengan matang. Salah pilih lawan, bukannya mendapat keuntungan, malah bisa kena disadvantage yang bakal menyulitkan di babak berikutnya.
Nggak heran kalau suasana arena mendadak berubah jadi penuh perhitungan. Ada tim yang memilih menunggu sambil mengamati siapa dulu yang berani mengambil bendera, sementara yang lain memilih bermain aman dengan tidak ikut sama sekali.
Setelah momen diskusi yang panjang, akhirnya momen penentuan pun tiba. Para perwakilan tim yang ingin mengikuti Benefit Match diminta bersiap untuk mengambil bendera di tengah arena.
Countdown dimulai… 3…2…1…
Hasil Akhir
Begitu hitungan selesai, Rexx langsung melangkah maju dan mengambil satu bendera. Semua mata tertuju ke tim-tim lain, menunggu siapa yang berani menyusul.
Baca Juga: Profil Rexx, Alumni AOC yang Siap Bersaing di COC Season 3
Tapi…
Nggak ada satu pun yang bergerak. Semua tim merasa ragu buat melawan tim Rexx yang berhasil meraih peringkat pertama di game sebelumnya.
Alhasil, tim Rexx menjadi satu-satunya tim yang mengikuti Benefit Match dan otomatis mengamankan benefit tanpa harus menjalani pertandingan. Benar-benar high risk, high reward yang berujung high reward without the risk.

Tim Rexx menjadi pemenang Benefit Match (Sumber: Youtube Ruangguru)
OMG ternyata… kejutan belum selesai.
Plot twist berikutnya langsung bikin seluruh Champions terdiam. Komposisi setiap tim ternyata harus dirombak!
Masing-masing tim diminta melakukan voting untuk menentukan satu anggota yang harus keluar dari timnya. Semua anggota, termasuk Kapten, menuliskan satu nama di kertas. Champions yang memperoleh suara terbanyak harus meninggalkan timnya, lalu mengambil satu kertas berisi nama Kapten untuk menentukan tim baru yang akan mereka tempati.
Nah, sebagai pemenang Benefit Match, tim Rexx diberi hak istimewa untuk memilih apakah ingin mempertahankan susunan tim atau ikut melakukan pertukaran anggota.
Dan seperti yang diprediksi, tim Rexx memilih mempertahankan seluruh anggotanya.

Komposisi tim yang baru (Sumber: Youtube Ruangguru)
Invisible Collision
Setelah drama tuker-tukeran anggota tim, pertandingan akhirnya kembali berlanjut. Kali ini, para Champions harus menghadapi duel satu lawan satu antar tim. Sebelumnya telah diumumkan bahwa setiap tim hanya akan memainkan satu dari tiga misi yang sudah disiapkan. Artinya, setiap pertandingan bakal menghadirkan tantangan yang berbeda-beda!
Nah, tim Rexx kembali merasakan keuntungan sebagai pemenang Benefit Match. Selain berhasil mempertahankan susunan anggotanya, mereka juga mendapatkan hak istimewa untuk memilih lawan yang akan dihadapi di pertandingan berikutnya.
Tim Rexx pun menjatuhkan pilihannya kepada tim Nuha. Setelah pengundian dilakukan, akhirnya terungkap tantangan yang harus mereka taklukkan, yaitu Invisible Collision, sebuah game yang menggabungkan kemampuan memori, spasial, dan strategi. Psstt, mirip-mirip game Invisible Matrix di COC Season 2, lho.

Tim Rexx vs Tim Nuha di Invisible Collision (Sumber: Youtube Ruangguru)
Aturan Permainan
Pada game Invisible Collision, misi setiap tim adalah menempatkan blok sebanyak mungkin ke dalam grid berukuran 12×12. Tantangannya? Setelah sebuah blok diletakkan, posisinya langsung menghilang dari layar. Artinya, para Champions harus mengandalkan ingatan mereka untuk menghafal posisi seluruh blok, baik milik tim sendiri maupun tim lawan.
Setiap tim akan dibekali dua jenis kartu, yaitu Move Cards dan Special Cards.
Move Cards:
- Terdiri dari 20 kartu yang memuat 10 jenis blok berbeda.
Special Cards:
- 2 Cancel Move: membatalkan giliran tim lawan.
- 1 Barrier: menempatkan blok 1×1 pada area kosong mana pun.
- 1 True Sight: memperlihatkan kondisi grid selama durasi tertentu.
Namun, penggunaan True Sight memiliki konsekuensi. Tim yang mengaktifkan kartu ini harus rela kehilangan kesempatan meletakkan blok pada giliran tersebut.
Menariknya lagi, Special Cards hanya bisa digunakan jika tim berhasil memenangkan battle.
Battle sendiri terdiri dari empat kategori soal, yaitu numerik, logika, memori, dan spasial. Setiap kategori hanya boleh dipilih satu kali oleh masing-masing tim selama permainan berlangsung.
Setiap tim memperoleh 8 Battle Cards, yang terdiri atas:
- 3 kartu 1 Player
- 3 kartu 2 Players
- 1 kartu 3 Players
- 1 kartu 4 Players
Sebelum pertandingan dimulai, seluruh anggota tim harus didaftarkan ke dalam Battle Cards, dengan ketentuan setiap anggota harus muncul tepat empat kali.
Saat battle berlangsung, satu tim memilih 1 Battle Card dan 1 kategori soal, sementara tim lawan hanya memilih 1 Battle Card untuk menentukan siapa yang akan bertanding.
Kedua tim akan memainkan tantangan Invisible Collision dari ruangan yang terpisah, sehingga seluruh koordinasi hanya bisa dilakukan melalui HT.

Grid dan blok di game Invisible Collision (Sumber: Youtube Ruangguru)
Sistem Penilaian
Masing-masing tim memiliki 10 giliran untuk menempatkan blok secara bergantian, dengan waktu 30 detik di setiap giliran.
Pada setiap giliran, tim harus menyebutkan jenis blok sesuai Move Card yang dimiliki beserta koordinat penempatannya berdasarkan posisi tanda bintang pada blok tersebut.
- Jika blok berhasil ditempatkan di area kosong, tim akan memperoleh poin sesuai jumlah kotak pada blok.
- Jika blok ditempatkan pada area yang sudah terisi, maka move dinyatakan ilegal. Kartu tersebut hangus dan tim tidak mendapatkan poin.
Di akhir pertandingan, tim dengan skor tertinggi dinyatakan sebagai pemenang dan langsung melaju ke babak berikutnya.
Apabila kedua tim memperoleh skor yang sama, pemenang akan ditentukan berdasarkan jumlah battle yang berhasil dimenangkan. Sementara itu, tim yang kalah harus kembali bertarung di Deathmatch.
Baca Juga: Game COC Season 3 Episode 5: Arithmetic Threads, Spatial Spectrum, & Flavour Formula
Strategi Permainan
Begitu pertandingan dimulai, kedua tim langsung menyusun strategi masing-masing. Tim Rexx memilih membagi grid menjadi empat kuadran, lalu setiap anggota bertanggung jawab menghafal satu area tertentu. Dengan begitu, beban mengingat posisi blok menjadi lebih ringan dan koordinasi antarpemain bisa berjalan lebih efektif.

Rexx menjelaskan strategi timnya (Sumber: Youtube Ruangguru)
Menariknya, tim Nuha ternyata menerapkan pendekatan yang hampir serupa. Firdaus, sebagai pemimpin strategi di tim Nuha, membagi area permainan menjadi empat bagian sehingga setiap anggota hanya fokus menghafal satu kuadran. Mereka juga membagi Move Cards sesuai area masing-masing, sehingga setiap pemain bertanggung jawab penuh terhadap blok yang ditempatkan di wilayahnya.
Meski menggunakan strategi yang mirip, jalannya pertandingan tetap berlangsung sengit. Kedua tim saling memanfaatkan Special Cards, mulai dari menghambat langkah lawan hingga membuka peluang untuk memperbesar keunggulan. Adu memori, komunikasi, dan strategi pun berlangsung ketat hingga giliran terakhir.
Lalu, strategi tim manakah yang akhirnya membawa mereka keluar sebagai pemenang? Saksikan keseruannya di episode lengkap Clash of Champions Season 3!
—
Yuk, pantengin terus blog Ruangguru, blog Brain Academy, sosial media, channel WhatsApp, aplikasi, dan YouTube Ruangguru biar kamu nggak ketinggalan update seru, aksi menegangkan, dan kejutan yang pastinya bakal pecah banget di panggung COC Season 3! Jangan lupa untuk terus dukung jagoanmu di COC Season 3 dengan vote di link ini ya!


