Benarkah Perempuan Lebih Sulit Membaca Peta dibanding Laki-laki?

Benarkah Perempuan Lebih Sulit Membaca Peta dibanding Laki-laki?

Di artikel Fakta Seru ini, kita akan membahas dari sisi sains, mengapa perempuan lebih cenderung kesulitan dalam membaca peta atau maps. Penasaran, bukan? Yuk, simak hingga selesai, ya!

–-

“Di maps masih lurus?”

“Iya masih…”

“Oke”

“Eh, sorry, harusnya tadi belok ke kiri, yah kelewatan”

“Hmmm :)”

Apakah kamu pernah ada dalam situasi ini, guys? Kalau pernah, kamu ada diposisi yang menyetir atau yang menunjukkan arah, hayo? Peristiwa ini mungkin pernah terjadi pada semua orang saat di jalan. Tapi uniknya, ada sebuah stigma bahwa perempuan lebih kesulitan dalam membaca maps dibanding laki-laki. Menurutmu, benar nggak seperti itu? Yuk, kita bahas secara ilmiah di artikel ini, ya!

Baca juga: Kenali 9 Jenis Kecerdasan Manusia, Kamu Termasuk yang Mana?

 

Kemampuan Otak Membaca Peta

Sebelum kita mengungkap benar atau tidaknya, mari kita bahas dulu tentang kemampuan yang kita gunakan ketika ingin menemukan rute lewat peta. Ah, masa iya ada kemampuan khusus cuma buat baca peta? Nyatanya memang ada ya guys! Kemampuan ini disebut kemampuan spasial.  

Kemampuan spasial adalah kemampuan manusia untuk membayangkan di dalam pikiran berbagai bentuk benda, dimensinya, koordinat, proporsi, sampai gerakannya. Misalnya nih, ketika kamu diberi arahan, “belok ke kiri di gang yang ada di samping gedung berwarna biru”, kemampuan spasial kamu akan menafsirkan instruksi tersebut. Ada petunjuk, yakni “gang”, “belok kiri”, “gedung biru”. Objek tersebut menjadi penanda agar kamu mengetahui di mana jalan yang dimaksud dengan benar. Nah, begitulah kemampuan spasial bekerja.

Contoh lainnya adalah, misal kita sedang mencari lokasi dari maps di smartphone. Kita akan fokus pada petunjuk-petunjuk seperti arah panah, tempat unik yang bisa menjadi penanda atau patokan, dan objek tertentu. Kemudian, otak kita akan memprosesnya untuk tau arah mana yang harus ditempuh. Maka dari itu, kadang kita butuh waktu untuk membaca maps di smartphone kita, bukan?

Pusing ngebaca peta

 

Menurut Allan dan Barbara Pease, pasangan yang menulis buku best seller “Why Men Don't Listen and Women Can't Read Maps” telah ada "ribuan" studi ilmiah terdokumentasi dan riset pemindaian otak yang mengkonfirmasi bahwa laki-laki memiliki area otak tertentu, yakni lobus parietal atau parietal lobe yang didedikasikan untuk kemampuan spasial. 

Selain itu, disebutkan pula bahwa area lobus parietal yang dimiliki laki-laki, secara signifikan lebih besar dibanding yang dimiliki oleh perempuan.

Fungsi Spasial dalam otak

Baca juga: Kenapa Hujan Bikin Kita Galau, Mager, dan Laper?

 

Tapi, bukan berarti perempuan jadi nggak punya kemampuan spasial sama sekali ya, hehe. Pada perempuan, bagian otak yang memproses spasial terletak di kedua belahan otaknya dan tidak memiliki lokasi spesifik, sehingga kemampuan prosesnya tidak sebaik yang dimiliki laki-laki.

Oke, sampai sini mungkin kesannya jadi “kurang adil”, ya? Tapi tunggu dulu, ternyata kondisi ini sempat dijelaskan dalam teori “Hunter and Gatherer”, yakni budaya dimana laki-laki dan perempuan dibagi pada dua tugas yang berbeda. 

Pada teori ini, faktor perbedaan kemampuan fisik (spasial) antara laki-laki dan perempuan menjadi faktor untuk menentukan peran mereka dalam kehidupan. Dengan kemampuan spasial yang dimiliki, laki-laki cocok menjadi pemburu, karena cakap dalam menghitung kecepatan, gerakan, dan jarak mangsa, untuk menangkap target mereka. 

Sementara perempuan, yang tugas utamanya sebagai pengumpul dan penjaga tempat tinggal, memiliki keterampilan yang sangat baik dalam multitasking untuk mengerjakan banyak hal sekaligus,  termasuk kemampuan untuk bekerja sama dan berkomunikasi.

Nah, karena sebab itu, laki-laki cenderung memiliki tugas utama sebagai pemburu, dan perempuan sebagai pengumpul makanan hasil buruan. Teori ini berdasarkan pola kehidupan manusia pada era Pleistosen (sekitar 12.000 tahun yang lalu),

Jadi, tetap ada plus minusnya ya, guys!

 

Faktor Perbedaan Jumlah Hormon

Pada dasarnya, perbedaan jenis kelamin sama sekali tidak mempengaruhi tingkat kecerdasan seseorang. Namun, seperti yang kita bahas di atas, ada perbedaan dalam kemampuan spasial, dengan alasan fisik tadi. Nah, selain itu, apakah ada faktor lain yang menyebabkan perempuan lebih kesulitan dalam membaca maps? 

Para ilmuwan di Norwegian University of Science and Technology (NTNU) meneliti faktor jumlah hormon testosteron pada laki-laki dan perempuan. Kenapa hormon tersebut? Karena jumlah testosteron antara laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan yang signifikan. Untuk itu, penelitian ini menguji apakah perbedaan jumlah hormon tersebut berpengaruh pada keahlian dalam membaca peta.

Hasilnya, peneliti menyimpulkan bahwa laki-laki lebih cenderung mengambil beberapa jalan pintas pada sebuah rute, dan lebih mengandalkan arah mata angin. Hasil uji dari aktivitas otak juga menunjukkan adanya perbedaan pada bagian yang memproses, di antara otak laki-laki dan perempuan.

Hormon testosteron memiliki peran. Laki-laki yang memproduksi lebih banyak testosteron dinilai lebih efektif dengan kemampuan spasial. Lalu, sebagai data pendukung, dilakukan pula percobaan dengan menambahkan hormon testosteron untuk perempuan. Dari percobaan tersebut, hasilnya menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan navigasi pada  perempuan yang diberi tambahan hormon testosteron.

Selain hal tersebut, pada faktor yang berbeda, hormon estrogen yang diproduksi perempuan juga mampu menekan kemampuan spasial. Maka bisa disimpulkan, semakin feminin seorang perempuan, maka akan berpengaruh dengan kemampuannya dalam menavigasi atau membaca peta. Wah, bisa gitu ya!

Baca juga: Pernah Mengalami Brain Freeze? Ini yang Sebenarnya Terjadi pada Tubuh Kita

 

Perbedaan Dalam Mengambil Keputusan

Pernah berada dalam situasi harus teliti agar tidak salah belokan, atau mencari jalan yang tepat diantara banyak persimpangan? Ini bergantung pada kesadaran spasial dalam mengambil keputusan, guys! 

Panik di jalan

 

Dari buku yang ditulis Allan dan Barbara Peases, disebutkan ada penelitian yang dilakukan oleh sekolah mengemudi. Penelitian tersebut memaparkan bahwa 82 persen laki-laki Inggris dapat memarkir mobil orang lain di dekat trotoar, tetapi hanya 22 persen perempuan yang bisa. Sementara itu, dari segi keterampilan mengemudi, perempuan justru memiliki skill yang lebih baik saat parkir mundur daripada pria. 

Kesimpulan ini mengarah kepada perempuan lebih baik daripada pria dalam mempelajari tugas spesifik dan berhasil mengulanginya, asalkan lingkungan dan kondisi di mana mereka melakukannya tidak berubah. Namun, ketika berkendara di jalan umum, akan ada banyak situasi baru yang harus dinilai, dan kemampuan spasial pria lebih cocok untuk memproses hal ini.

Oleh karena itu, perbedaan pengambilan keputusan inilah yang kemudian membuat laki-laki jauh lebih tanggap dalam mengemudikan kendaraan dan memiliki kemampuan yang lebih cepat dalam mengambil keputusan.

Baca juga: Apa Itu Depresi? Yuk, Ketahui Fakta dan Gejala Di Baliknya

 

Perbedaan Memori

Sebelumnya, kita sempat membahas mengenai lokasi khusus di otak laki-laki yang membuat kemampuan spasialnya lebih baik. Dr. Pintzka, ilmuwan syaraf NTNU, memaparkan hasil penelitiannya bahwa hippocampus juga sangat besar pengaruhnya pada kemampuan menavigasi seseorang. 

Pada otak laki-laki, aktivitas spasial lebih utama menggunakan hippocampus. Sementara itu, perempuan lebih mengandalkan seluruh bagian antara otak kanan dan kirinya. Tepatnya pada bagian lobus frontal yang mengontrol seluruh gerakan, ucapan, emosi, serta perilaku. Karena ini, perempuan jadi cenderung lebih menghafal semua detail dan informasi yang ada di jalan,  alih-alih memfokuskan aktivitas otak pada proses navigasi. 

Hal ini juga yang menjadi alasan, kenapa perempuan lebih baik dalam menemukan objek secara lokal daripada laki-laki. Kalau kita pakai bahasa yang lebih sederhana, pasti ibumu lebih cepat menemukan barang di rumah yang kamu cari-cari, kan? 

 

Meme barang ketemu setelah dicari ibu

Baca juga: 9 Cara Mengenali Minat dan Bakat Sebelum Memilih Jurusan Kuliah

 

Perbedaan Struktur Otak

Oke, sekarang kita bahas mengenai faktor terakhir. Kita sudah tau bukan, kalau perempuan menggunakan kedua bagian otak kanan dan kirinya melalui lobus frontal dalam proses menavigasi. Sementara otak laki-laki tidak memproses dengan cara tersebut.

Nah, dari kondisi itu, mengakibatkan laki-laki cenderung lemah dalam melakukan banyak pekerjaan sekaligus atau multitasking. Sementara itu, perempuan lebih jago nih, urusan mengerjakan banyak hal sekaligus, karena kinerja otak kanan dan kirinya yang saling berhubungan. 

Namun akibatnya, hal ini membuat perempuan jadi “sulit” nih untuk fokus, karena pikiran mereka yang tumpang tindih. Jadi, mungkin, kalau ingin membaca maps, lebih baik kurang-kurangi dulu nih pikiran yang lain, biar fokusnya nggak terpecah, ya!

Perbedaan struktur otak dalam kemampuan spasial

 

Aktivitas otak perempuan yang dipenuhi lebih dari satu tugas, juga membuat mereka seringkali kesulitan menentukan arah mata angin, dan juga membedakan mana arah kanan, atau kiri. Wah kamu pernah nggak nih, suka ngebolak-balikin hp biar tau harus belok kanan atau kiri? :D

Itulah tadi penjelasan mengenai kenapa perempuan lebih sulit dalam membaca peta atau maps. Kalau kamu mungkin sering nyasar karena salah ambil jalan, atau istilahnya “buta arah”,  jangan minder yak! 

Sekarang jadi lebih tau ‘kan kalau kemampuan spasial memang tidak bisa dikuasai semua orang. Jangan khawatir, kamu tetap bisa melatih kemampuan ini kok, dengan kegiatan yang berhubungan dengan objek dan spasial, misalnya menggambar bentuk, bermain puzzle, atau fotografi. 

Ngomong-ngomong soal hobi, kamu bisa loh menemukan klub hobi dengan belajar di Brain Academy Online! Ada lebih dari 50 klub hobi yang tersedia mulai dari klub olahraga sampai fangirling korea! Belajar jadi makin asik bareng nih bareng teman-teman se-Indonesia di Brain Academy Online. Yuk langganan! 

BA online

Referensi:

Space and the parietal cortex, 2007. Husain,M, Nachev,P. Science Direct, [Daring] Tautan: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1364661306003020 (Diakses 6 Januari 2021)

Sex Differences in Parietal Lobe Morphology: Relationship to Mental Rotation Performance, 2008. Koscik,T., O’Leary,D., Moser,D., Andreasen,N., Nopoulos,P. [Daring] Tautan: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2680714/ (Diakses 6 Januari 2021)

Men have the best sense of direction, Partner Science-Norway [Daring] Tautan: https://partner.sciencenorway.no/forskningno-gender-differences-norway/men-have-the-best-sense-of-direction/1426550 (Diakses 22 Desember 2021)

Why women can't read maps, 2013 Carpenter,J. Express https://www.express.co.uk/news/uk/380468/Why-women-can-t-read-maps (Diakses 23 Desember 2021)

Hunter-Gatherer Culture, National Geographic [Daring] Tautan: https://www.nationalgeographic.org/encyclopedia/hunter-gatherer-culture 

Profile

Leo Bisma

Suka nonton film, liat bulan kalau malam, dan membaca semua kecuali pikiran. Oh ya, suka menulis juga di Ruangguru