Mengenal Konsep Rasio, Skala, dan Laju Perubahan | Matematika Kelas 7

Yuk, kita perdalam lagi materi perbandingan! Kita bakal bahas tentang rasio, skala, dan laju perubahan. Baca sampai selesai di artikel Matematika kelas 7 ini, ya!
—
Tanpa kita sadari, banyak loh konsep matematika yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Terutama konsep rasio, skala, dan laju perubahan. Misalnya aja, waktu kamu pesan boba milk tea terus bilang “less sugar” ke si penjual. Di situ, kamu lagi membandingkan jumlah gula dengan porsi minuman, supaya rasanya pas, nggak terlalu manis, tapi tetap enak.

(Sumber: shutterstock.com)
Atau saat kamu buka Google Maps buat cari jalan menuju rumah teman. Di layar, jaraknya kelihatan dekat. Tapi setelah jalan, kok rasanya jauh banget? Nah, itu karena Google Maps menggunakan konsep skala untuk memperkecil jarak asli jadi seukuran peta.
Belum lagi soal kecepatan, perubahan suhu, atau harga barang yang naik tiap tahun. Semua itu berkaitan dengan satu hal penting dalam matematika, yaitu laju perubahan.
Wah, ternyata konsep rasio, skala, dan laju perubahan itu bukan cuma ada di buku pelajaran, tapi juga ada di hampir semua aktivitas sehari-hari. Makanya, yuk kita pelajari bareng-bareng. Karena materi ini adalah dasar penting supaya kamu makin jago matematika di jenjang berikutnya.
Baca Juga: Pengertian dan Contoh Bilangan Bulat
A. Rasio (Perbandingan)
Pengertian Rasio
Rasio adalah nilai perbandingan dua besaran sejenis yang dapat dinyatakan dengan angka. Rasio dapat berbentuk pecahan atau bilangan desimal. Konsep ini digunakan untuk menunjukkan hubungan kuantitatif antara dua nilai. Misalnya, apakah besaran yang satu nilainya lebih besar/banyak atau lebih kecil/sedikit dari besaran yang lain.
Baca Juga: Pengertian Perbandingan, Jenis & Cara Menghitungnya.
Rumus Rasio
rasio dua besaran sejenis a : b, dibaca a berbanding b dapat juga dinyatakan dalam bentuk pecahan seperti:

Oke, supaya kamu nggak bingung, yuk simak contoh soal rasio dalam kehidupan sehari-hari berikut ini:
Jika dalam sebuah kelas terdapat 20 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan, maka rasio antara siswa laki-laki dan perempuan dapat ditulis sebagai 20 : 15 atau
. Artinya, jumlah siswa laki-laki lebih banyak dibanding jumlah siswa perempuan.
Rasio juga dapat disederhanakan. Sama halnya seperti menyederhanakan pecahan, kamu dapat membagi kedua angka dengan faktor yang sama. Berdasarkan contoh di atas, rasio dapat disederhanakan menjadi 4 : 3 atau
, karena kedua angka bisa kita bagi dengan faktor 5.

Baca Juga: Mengenal Operasi Hitung Pecahan dan Contohnya
Contoh Penerapan Rasio dalam Kehidupan Sehari-hari
Contoh rasio banyak ditemukan di kehidupan kita yang lain, di antaranya:
- Membandingkan bahan masakan
Ternyata, waktu kita memasak atau membuat minuman, kita sering banget pakai konsep rasio. Misalnya, kamu mau membuat jus alpukat. Resepnya mengatakan, setiap 2 sendok makan air, harus ditambahkan 3 sendok makan susu kental manis. Artinya, rasio air terhadap susu kental manis adalah 2 : 3.
- Mengatur keuangan
Rasio juga sering dipakai saat kita mengatur uang jajan, lho. Misalnya, setiap hari kamu dapat uang saku Rp10.000. Dari jumlah itu, kamu memutuskan untuk menabung Rp5.000. Maka, rasio tabungan terhadap uang saku kamu adalah 5.000 : 10.000, dan dapat disederhanakan menjadi 1 : 2.
- Membuat konten fotografi dan videografi
Di dunia foto dan video, rasio digunakan untuk menentukan bentuk atau ukuran tampilan gambar. Buat kamu yang suka buat konten, pasti nggak asing sama istilah aspect ratio kan? Misalnya, ketika kamu menggunakan rasio 16 : 9 pada foto, maka gambarnya akan terlihat lebih lebar. Sementara itu, ketika kamu menggunakan rasio 4 : 3, bentuk gambarnya hampir mendekati persegi.

Perbandingan aspect ratio 16:9 dan 4:3. (Sumber: id.leder-ledvision.com)
Contoh Soal Rasio
Perbandingan umur Andi dan Rina adalah 4 : 5. Jika umur Andi 12 tahun, berapa umur Rina?
Diketahui:
Rasio umur Andi : Rina = 4 : 5
Umur Andi = 12 tahun
Ditanya: Umur Rina?
Pembahasan:

Jadi, diketahui kalau umur Rina adalah 15 tahun.
B. Skala
Pengertian Skala
Pernah nggak sih kamu lihat peta, denah rumah, atau miniatur bangunan? Kalau diperhatikan, semua gambar itu kelihatannya kecil banget dibandingkan ukuran aslinya, tapi kok bisa mirip banget ya. Gimana caranya? Nah, di sinilah konsep skala dipakai.
Skala adalah cara untuk membandingkan ukuran di gambar dengan ukuran benda yang sebenarnya di dunia nyata. Dengan skala, walaupun gambarnya kecil di kertas atau di layar, perbandingan ukurannya tetap sama seperti aslinya.
Cara menulis skala juga mirip banget dengan rasio, lho. Skala ditulis menggunakan dua angka yang menunjukkan perbandingan antara ukuran pada gambar dengan ukuran sebenarnya.
Misalnya, di sebuah peta tertulis skala 1 : 1.000. Artinya:
1 cm di peta = 1.000 cm di dunia nyata.
Atau, 1 cm di peta = 10 meter sebenarnya.
Kalau jarak dua tempat di peta adalah 5 cm, maka jarak sebenarnya = 5 × 10 meter = 50 meter.
Baca Juga: Pengertian Peta, Fungsi, Jenis, Unsur & Rumus Skala
Rumus Skala
Rumus umum untuk menyatakan skala adalah:

Rumus di atas bisa juga ditulis ulang untuk mencari salah satu besaran yang diinginkan, yakni sebagai berikut:

Contoh Penerapan Skala dalam Kehidupan Sehari-hari
-
Skala pada peta
Contoh penerapan konsep skala yang sering kita temui adalah peta, globe, atau aplikasi navigasi seperti Google Maps. Misalnya, jika skala peta tertulis 1 : 100.000, artinya 1 cm di peta mewakili 100.000 cm (atau 1 km) di dunia nyata.
-
Gambar arsitektur
Skala juga sangat penting dalam dunia arsitektur dan perancangan bangunan. Ketika seorang arsitek menggambar denah rumah di atas kertas, pasti nggak mungkin dong menggambar rumah dengan ukuran asli karena terlalu besar. Oleh karena itu, arsitek menggunakan skala. Misalnya, skala 1 : 100 (setiap 1 cm pada gambar mewakili 100 cm (1 meter) pada bangunan sebenarnya).
-
Miniatur
Siapa nih yang pernah jalan-jalan ke Musium Angkut, Batu, Malang? Di sana, terdapat banyak miniatur landmark dunia. Contohnya, kayak Menara Eifell, Istana Buckingham Inggris, hingga kota hiburan Las Vegas. Nah, pembuatan miniatur ini juga menggunakan konsep skala. Jadi, meskipun bangunannya nggak sebesar aslinya, tapi perbandingan panjang, lebar, dan tingginya tetap sama seperti bentuk sungguhannya.
Contoh Soal Skala
Jika pada peta jarak antara kota A dan kota B adalah 5 cm, dan skala peta adalah 1 : 200.000, berapa jarak sebenarnya kedua kota tersebut?
Diketahui:
Jarak kota A ke kota B pada peta = 5 cm
Skala peta = 1 : 200.000
Ditanya: Jarak sebenarnya antara dua kota tersebut?
Pembahasan:

Jadi, jarak sebenarnya antara kota A dan B adalah 10 km.
Baca Juga: Pengertian dan Istilah-istilah dalam Himpunan
—
Sebelum kita masuk ke materi laju perubahan, kalo masih ada poin-poin yang belum kamu mengerti, mending belajar sama ahlinya, deh. Belajar bareng kakak-kakak pengajar di Ruangguru Privat Matematika misalnya.
Belajar nggak cuma menyenangkan, tapi kamu juga bakal diajari konsepnya sampai paham! Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (offline) atau daring (online). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!
C. Laju Perubahan Satuan
Pengertian Laju Perubahan Satuan
Misalnya kayak perbandingan jumlah gula dan tepung, jumlah siswa laki-laki dan perempuan, atau perbandingan panjang sisi-sisi bangun datar. Karena satuannya sama, kita tinggal membandingkan angkanya saja.
Tapi, kalau laju perubahan satuan adalah perbandingan antara dua besaran yang satuannya berbeda. Artinya, kita akan membandingkan “berapa banyak sesuatu berubah” terhadap satu satuan besaran lainnya.
Contoh deh biar kamu nggak bingung:
- Kilometer per jam (km/jam) → membandingkan jarak dengan waktu.
- Liter per detik → membandingkan volume air dengan waktu.
- Rupiah per kilogram → membandingkan harga dengan berat barang.
Di sini, kita bukan cuma membandingkan jumlah, tapi juga melihat seberapa cepat, seberapa banyak, atau seberapa besar perubahan yang terjadi dalam satu satuan tertentu.
Baca Juga: Cara Penyajian Data dalam Tabel dan Diagram beserta Contoh
Rumus Laju Perubahan Satuan
Sebenarnya, rumus laju perubahan satuan itu sederhana banget. Kita tinggal membagi dua besaran yang satuannya berbeda. Secara umum, rumusnya seperti ini:
Laju perubahan satuan = Besaran pertama : Besaran kedua
Atau, bisa juga ditulis dengan:
Laju perubahan satuan = Perubahan A : Perubahan B
Contoh Penerapan Laju Perubahan Satuan dalam Kehidupan Sehari-hari
-
Membandingkan rasio bahan baku pada makanan dan minuman
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering memilih makanan atau minuman dengan kadar kandungan gula di dalamnya. Misalnya, ada dua gelas boba milk tea dengan ukuran yang sama, yaitu 250 ml. Boba milk tea A menggunakan 10 gram gula untuk 250 ml minuman, sementara boba milk tea B menggunakan 20 gram gula untuk 250 ml minuman.
Kita ingin membandingkan mana minuman yang lebih rendah gula. Caranya, kita bisa hitung jumlah gula per 1 ml minuman.
Boba milk tea A: 10 gram ÷ 250 ml = 0,04 gram per ml.
Boba milk tea B: 20 gram ÷ 250 ml = 0,08 gram per ml.
Artinya, setiap 1 ml minuman A mengandung 0,04 gram gula, dan setiap 1 ml minuman B mengandung 0,08 gram gula. Karena kandungan gula per mililiter pada boba milk tea A lebih sedikit, maka boba milk tea A terasa kurang manis (less sugar) dibandingkan boba milk tea B.
Pada analisis ini, saat kita membandingkan kadar gula dengan volume minuman, kita telah menggunakan konsep laju perubahan satuan. Karena satuan kadar gula berbeda dengan volume minuman (gram dengan ml).
-
Membandingkan kecepatan kendaraan
Konsep laju perubahan satuan juga sering digunakan untuk membandingkan kecepatan kendaraan. Misalnya, sebuah mobil menempuh 120 km dalam 2 jam. Maka, laju perubahannya adalah 120 km / 2 jam = 60 km/jam. Kita membandingkan satuan jarak dengan satuan waktu.
-
Membandingkan kenaikan harga barang
Kalau contoh yang ini, pasti lebih relate dan banyak dari kamu yang mengalaminya, deh. Nah, perubahan harga barang juga bisa kita pelajari pakai konsep laju perubahan satuan. Misalnya, harga sebuah permen setahun lalu adalah Rp100, lalu tahun ini naik menjadi Rp200. Artinya, harga permen itu naik Rp100 dalam waktu 1 tahun. Kita membandingkan satuan harga dengan satuan waktu.
Contoh Soal Laju Perubahan Satuan
Sebuah mobil bergerak dengan kecepatan 90 km/jam. Berapakah kecepatan mobil tersebut dalam meter per detik (m/s)?
Pembahasan:
Untuk mencari kecepatan mobil dalam satuan meter per detik (m/s), kita hanya perlu mengubah satuannya dari kilometer (km) ke meter (m), dan dari jam ke detik (s).

Sehingga, diketahui kecepatan mobil dalam meter per detik adalah
.
Baca Juga: Pengertian Besaran, Satuan & Dimensi dalam Pengukuran Fisika
Tanpa kita sadari, ternyata matematika selalu hadir di sekitar kita, ya! Mulai dari rasio, skala, hingga laju perubahan satuan. Dengan memahami materi ini, kedepannya kamu jadi mudah untuk membuat keputusan yang tepat dalam berbagai situasi nyata. Jadi, belajar rasio, skala, dan laju perubahan itu bukan cuma buat ujian. Ilmu ini bakal jadi bekal penting yang sering kamu pakai, sekarang sampai nanti.
Kalau kamu ingin belajar matematika secara lebih mendalam dan menyenangkan, kamu bisa menemukan berbagai video pembelajaran interaktif di Ruangguru, lho. Belajar matematika jadi makin mudah, seru, dan nggak membosankan bersama Ruangguru!
Referensi:
https://www.slideshare.net/slideshow/matematika-smp_mts-jl-1a_km-media-mengajar-media-mengajar-matematika-smp-kelas-7-jilid-1a-2-pptx/270583748#3 (Diakses pada 19 Januari 2026)
https://materi.beelajar.com/smp-matematika-perbandingan-skala-dan-rasio/ (Diakses pada 19 Januari 2026)
https://static.buku.kemdikbud.go.id/content/pdf/bukuteks/kurikulum21/Matematika-BS-KLS-VII.pdf (Diakses pada 19 Januari 2026)



