Profil Gita, Si Genius Musik Peserta COC Season 3

Profil Gita CoC season 3

Kamu penasaran dengan Gita, peserta Clash of Champions Season 3 dari Pendidikan Dokter Universitas Indonesia yang juga punya banyak prestasi di bidang musik? Yuk, simak cerita lengkapnya di artikel ini!

Congrats, Gita!

Setelah melewati game Deathmatch yang super menegangkan, Gita akhirnya berhasil lolos dan bisa kembali berjuang di arena Clash of Champions Season 3. Kebayang nggak sih, pressure-nya harus melawan peserta yang lolos dari revival, sementara kesempatan untuk lanjut di kompetisi benar-benar dipertaruhkan?

Nggak cuma itu, di Deathmatch episode 10 pada game Threefold Trial round Numeric, Gita juga berhasil menjadi top 1 peserta yang menjawab paling cepat dan tepat. Momen ini makin menunjukkan kalau Gita bisa tetap fokus meski berada di situasi yang penuh tekanan.

Tapi sebelum momen Deathmatch itu, Gita juga sempat mencuri perhatian di episode awal Clash of Champions Season 3. Masih ingat nggak waktu ia berhasil meraih peringkat pertama di game memori Aroma Master? Wah, kok bisa sih Gita membedakan berbagai aroma dengan begitu cepat dan tepat?

Di balik aksinya di Clash of Champions Season 3, ternyata ada banyak cerita menarik nih dari Gita. Mulai dari perjalanannya memilih Pendidikan Dokter UI, aktivitasnya di organisasi, kecintaannya pada musik, sampai cara ia menjaga fokus saat berada di bawah tekanan kompetisi.

Nah, buat kamu yang penasaran dengan sosok Gita di balik arena Clash of Champions, yuk kenalan lebih dekat lewat artikel ini!

Baca Juga: Game COC Season 3 Episode 1: Arithmetic Stereo & Aroma Master

 

Yuk, Kenalan dengan Gita

Ptofil Gita CoC season 3

 

Biodata Gita

Nama Lengkap

Lady Brigita Purba

Nama Panggilan

Gita

Tempat, Tanggal Lahir

Bekasi, 18 April 2007

Angkatan Kuliah

2025

Riwayat Pendidikan

  • Universitas Indonesia (UI)
  • SMA Negeri 8 Jakarta

 

GPA

3.94/4.00

Pengalaman Organisasi

  • Wakil Ketua Seksi Pendidikan Senat Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Tingkat 1 Tahun 2025-2026
  • Founder Peduli Edukasi dan Literasi Teknologi Anak (PELUK) Project 2024–2025
  • Ketua Ekstrakurikuler General English Syndicates (Genesys) SMAN 8 Jakarta Ketua 2024–2025

 

Akun Media Sosial

 

Hobi

  • Bermusik
  • Kulineran
  • Sniff parfum

 

Prestasi Gita

  1. Gold Award American Mathematics Olympiad (AMO) 2022
  2. Gold Medal Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2022
  3. Gold Award Singapore & Asian Schools Math Olympiad (SASMO) 2022
  4. Gold Award International Kangaroo Mathematics Contest (IKMC) 2022
  5. 1st Place Data Science Competition FORTEX 2025

 

Kamu pasti udah nggak asing kan lihat cover-an Gita saat bermain piano dan bernyanyi di media sosial? Wah, suaranya merdu, permainan pianonya juga bagus, jadi nggak heran kalau musik udah jadi bagian besar dari diri Gita ya. Bahkan, Gita juga punya berbagai prestasi di bidang musik, mulai dari kompetisi vokal grup, band, sampai ajang musik internasional.

Di sisi lain, Gita juga merupakan mahasiswi Pendidikan Dokter Universitas Indonesia. Menariknya, sebelum akhirnya memilih FKUI, Gita sempat diterima di beberapa TOP PTLN, seperti Nanyang Technological University, University of Sydney, UNSW, dan Curtin University. Penasaran nggak sih, kenapa Gita tetap memilih kedokteran di UI?

Nah, lewat Q&A eksklusif ini, kamu bisa kenalan lebih dekat dengan Gita. Mulai dari alasannya memilih Pendidikan Dokter UI, cerita di balik kecintaannya pada musik, sampai pengalamannya masuk ke arena Clash of Champions Season 3. Yuk, simak cerita lengkapnya!

Baca Juga: Profil Ayden, Mahasiswa Harvard Jago Robotic di COC Season 3

 

Perjalanan Gita Memilih Pendidikan Dokter UI

Gita CoC season 3 mahasiswi UI

(Sumber: Instagram: @ladybrigita)

 

1. Kenapa sih kamu memilih jurusan Pendidikan Dokter di Universitas Indonesia? Apakah ada pengalaman pribadi, ketertarikan khusus, atau alasan lain yang mendorong keputusan kamu itu? 

Jawaban:

Cita-cita aku dari kecil emang pengen jadi dokter. Kedokteran terbaik di Indonesia kan FKUI ya (at least for now), jadi yaudah aku pilih FKUI deh dengan harapan aku bisa jadi dokter terbaik dengan bersekolah di FK terbaik di Indonesia.

 

2. Selama kuliah di Pendidikan Dokter UI, mata kuliah apa yang paling kamu suka dan tidak suka?  Alasannya kenapa?

Jawaban:

Aku masih semester 2 sih, jadi belum terlalu banyak pengalaman. Tapi so far, yang paling aku suka adalah mata kuliah Metodologi Penelitian. Why? Karena, menurutku mata kuliah metodologi penelitian ini masih bisa dilogika-logika-in dan nggak hafalan tok. Terus kadang masih ada hitung-hitungannya walaupun dikit wkwkw. Also, kita juga disuruh untuk bikin proposal penelitian dan menurutku seru banget. Jadi, kayak simulasi gimana rasanya pas skripsian.

Terus, yang paling nggak aku suka adalah mata kuliah Olahraga untuk Kesehatan karena ada kelas zumba sekali seminggu dan itu wajib ikut 😭. Bagus sih supaya bergerak tapi aku nggak suka aja HAHA

 

3. Gita, kamu kan diterima di beberapa TOP PTLN (Nanyang Technological University, University of Sydney, UNSW, dan Curtin University), apa alasan kamu tetap memilih untuk kuliah di Pendidikan Dokter UI?

Jawaban:

Karena cita-cita aku dari kecil adalah jadi dokter hehehe. Sempat goyah sih pas kelas 11. Why? Jadi, aku kan ikut Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Program Persiapan dengan harapan bisa kuliah Kedokteran di luar dan dibiayai. Nah, ternyata mereka nggak provide beasiswa untuk FK di luar negeri dan mereka belum announce kalau BIM juga buka untuk universitas dalam negeri. 

Trus aku mikir, “Apa aku ambil major lain aja ya di luar negeri?” Jadi, aku apply-lah ke univ-univ di luar negeri dengan jurusan mayoritas Electrical Engineering dan Computer Science, karena emang aku suka Math, di SMA dan olimpiade aku Math, bukan Biology. Toh, uang pendaftaran, IELTS, SAT, college counselor juga semuanya dibiayai oleh BIM.

Ternyata, setelah daftar-daftar dan diterima PTLN, aku masih kepikiran dengan FK. Lalu aku tanya ke diriku sendiri, “aku ini mau jadi apa sih sebenarnya?” Ternyata aku juga bingung… Jadi, aku bayangin diri aku 10-15 tahun ke depan itu jadi seperti apa. Apakah jadi engineer atau jadi dokter? Dan ternyata aku ngebayangin diri aku 15 tahun lagi jadi dokter, pake snelli, dan bawa stetoskop.

Aku entah kenapa nggak bisa ngebayangin diri aku 15 tahun lagi tuh jadi engineer. Kayak… ilustrasi gambarnya di otak aku nggak kebayang aja gitu loh. Dan aku inget-inget lagi, emang dari kecil, TK, SD, SMP, SMA, aku emang pengen jadi dokter sih. Mungkin kemaren aku sempat goyah tuh cuma ujian aja kali ya, apakah aku tetap teguh dengan cita-citaku dari kecil atau nggak. Karena itulah, aku akhirnya memilih FK.

 

4. Gita nanti mau ambil spesialis apa di bidang kedokteran? Boleh ceritain alasannya ya!

Jawaban:

Aku mau ambil spesialis anak atau jantung. Aku pengen ambil spesialis anak because children are resilient, hopeful, and joyful. Menurutku, semangat mereka justru menginspirasi banyak dokter. Aku ingin bekerja di lingkungan yang setiap harinya mengingatkanku untuk tetap optimis dan melihat sisi positif dari setiap keadaan. Aku juga ingin menjadi dokter yang bisa mendampingi anak-anak melewati masa-masa sulit hingga kembali sehat dan ceria

Lalu, aku selalu merasa dokter spesialis jantung itu keren. Dokter jantung benar-benar bisa membuat perbedaan yang besar dalam hidup seseorang. Kadang tindakan yang kita lakukan sekarang sangat menentukan apakah pasien bisa kembali menjalani hidupnya seperti biasa atau tidak. Selain itu, penyakit jantung juga masih jadi salah satu penyebab kematian terbesar, jadi aku merasa di bidang ini kita benar-benar bisa memberikan dampak yang nyata untuk banyak orang.

Baca Juga: Kemal, Si Jago Matematika dari CUHK Peserta COC Season 3

 

Aktivitas Sosial, Media Sosial, dan Organisasi Gita

5. Apa latar belakang kamu membuat Peduli Edukasi dan Literasi Teknologi Anak (PELUK)? Boleh jelasin nggak organisasi ini bergerak di bidang apa dan apa dampak yang kamu harapkan dari organisasi ini?

Jawaban:

Awalnya aku buat PELUK Project ini sebagai bentuk social project untuk Beasiswa Indonesia Maju Persiapan 4. Lalu, aku dan 4 temanku yang lain berinisiatif untuk membuat social project di bidang literasi digital anak. Kenapa? Karena kami melihat sekarang anak Indonesia rata-rata sudah memiliki gadget dan tumbuh di dunia digital. Menurut data APJII tahun 2022, penetrasi internet pada anak usia 5–12 tahun sudah mencapai 62,43%. 

Akses terhadap teknologi sudah sangat luas, tetapi belum semua anak dibekali kemampuan untuk menggunakannya dengan bijak dan kritis. Kami berpikir, kalau kita ingin mempersiapkan generasi berikutnya, kita tidak bisa hanya memberikan akses teknologi, tetapi harus membangun literasi digitalnya juga. Dari pemikiran itu, kami bersama teman-teman membentuk PELUK.

 

6. Kamu kan aktif di Tiktok nih. Sebagai mahasiswa Kedokteran, menurut kamu apakah media sosial bisa menjadi sarana edukasi kesehatan yang efektif? Seperti apa sih konten-konten yang ingin kamu buat di media sosial?

Jawaban:

Menurutku, media sosial sangat bisa menjadi sarana edukasi kesehatan yang efektif. Sekarang juga ada banyak influencer yang membagikan ilmu seputar kesehatan, seperti dokter Ekida, dokter Ikhsan, dokter Tirta, dll. For now, aku ingin membuat konten seputar musik dan kehidupan as anak FK, sih. Mungkin di masa depan kalau ilmuku udah bertambah, aku ingin bikin konten edukasi kesehatan juga, sih.

 

7. Kamu pernah aktif di organisasi tertentu nggak, Gita? (Boleh organisasi kampus atau di luar kampus). Kalau iya, kegiatan apa aja yang kamu ikuti dan apa manfaatnya buat pengembangan diri kamu?

Jawaban:

Aku lumayan aktif ikut organisasi. Aku juga menjabat sebagai Project Assistant Media di CIMSA Indonesia. Lalu, di kampus, aku jadi bendahara BEM FK UI. Organisasi lainnya adalah aku ikut AMSA UI. Aku juga menjabat sebagai Ketua Divisi Finance and Sponsorship di Oxygen FKUI. Karna ikut organisasi ini, softskill ku jadi lebih bagus. Relasiku juga semakin luas dan kemampuan task management-ku juga lebih baik.

Baca Juga: Profil Christoffer Edbert, Mahasiswa BINUS University yang Jago Programming

 

Musik, Perfect Pitch, dan Hobi Gita

8. Gita, kamu kan punya banyak prestasi di bidang musik. Sejak kapan sih kamu belajar dan tertarik dengan musik? Adakah sosok yang menginspirasi kamu dalam bidang musik?

Jawaban:

Aku dulu di-les-in mamaku piano sejak umur 4 tahun. Awalnya emang karena suruhan mama, tapi lama-lama aku jadi suka dan enjoy. Sosok yang menginspirasiku dalam bidang musik adalah guru pianoku, Tante Almh. Iravati M. Sudiarso yang membuatku paham bahwa musik bukan sekadar dimainkan, tapi merupakan cerminan dari hati.

 

9. Kamu kan punya kemampuan perfect pitch seperti Charlie Puth, menurut kamu apa sih keunggulan dari kemampuan ini? Apakah juga bisa membantu kamu di luar musik, misalnya saat kamu belajar atau harus mengingat sesuatu?

Jawaban:

Hmm.. sebenarnya, di luar dunia musik aku belum menemukan hal yang benar-benar berhubungan dengan perfect pitch. Tapi dalam kehidupan sehari-hari, pendengaranku memang cukup sensitif. Misalnya, aku bisa langsung sadar kalau pintu mobil belum tertutup rapat hanya dari suara di dalam mobil. Atau kalau kaca jendela belum tertutup sempurna, kadang anggota keluargaku tidak menyadarinya, tapi aku bisa langsung tahu karena suara yang masuk terdengar berbeda.

 

10. Apakah kamu punya hobi unik atau kegiatan seru yang jarang orang tahu? Ceritain dong!

Jawaban:

Hmm, apa ya… Aku suka banget eksplor parfum. Kalau lagi ke mall, aku pasti mampir ke counter parfum buat nyobain aroma-aroma baru. Lalu, aku juga sangat suka wisata kuliner HAHA. Kalau lagi senggang, aku suka cari kafe baru untuk nugas atau baca buku dan suka eksplor makanan/restoran baru.

Apalagi kalau jalan-jalan, aku selalu semangat cari tempat makan yang lagi viral atau hidden gem. Buatku serunya bukan cuma makanannya, tapi juga pengalaman mencoba hal baru dan melihat budaya suatu daerah lewat makanannya.

Baca Juga: Evan, Mahasiswa NUS Ber-IPK Sempurna Peserta COC Season 3

 

Cara Menjaga Produktivitas dan Motivasi Versi Gita

11. Sebagai mahasiswa Pendidikan Dokter UI, pastinya jadwal kuliah dan praktikum kamu super padat. Tapi kamu juga aktif di berbagai kegiatan lain. Gimana sih cara kamu membagi waktu dan tetap produktif di tengah kesibukan itu?

Jawaban:

Jujur, aku juga masih belajar membagi waktu. Tapi, menurut aku kuncinya adalah bukan dengan melakukan semuanya sekaligus, tapi bagaimana menentukan prioritas. Sebagai mahasiswa FK, aku selalu menempatkan akademik sebagai prioritas utama. Setelah itu, barulah aku mengatur waktu untuk organisasi, lomba, atau kegiatan lainnya.

Biasanya sih aku buat to-do list, membagi pekerjaan berdasarkan deadline dan tingkat urgensinya, so aku tahu apa yang harus diselesaikan lebih dulu. Aku juga berusaha menghindari menunda pekerjaan karena kalau sudah menumpuk, justru akan mengganggu semuanya. Dengan cara itu, aku tetap bisa menjalani berbagai aktivitas tanpa mengorbankan tanggung jawab utama sebagai mahasiswa, yaitu belajar.

 

12. Kamu pernah merasa demotivasi untuk belajar enggak? Kalau iya, gimana cara kamu supaya bisa bangkit dari perasaan itu dan kembali lagi termotivasi?

Jawaban:

Pastinya pernah. Menurutku, motivasi up and down itu adalah suatu hal yang wajar. Kalau lagi demotivasi, aku coba untuk cari tahu alasanku demotivasi itu apa, lalu solve dari situ. Misalnya aku demotivasi karena lagi capek, yaudah aku akan take a break dulu sebentar, self-reward, lalu balik lock in.

Kadang juga dengan cerita ke orang-orang terdekat seperti keluarga dan teman. Selain itu, mengingat apa goals kita ke depannya juga bisa membangkitkan motivasi karena kita jadi tahu alasan dan tujuan kenapa kita belajar.

 

13. Selain yang sudah kamu capai sekarang, ada nggak goal atau achievement lain yang masih kamu kejar ke depannya?

Jawaban:

Masih banyak. Dalam jangka pendek, aku ingin lebih aktif mengikuti berbagai lomba karena menurutku kompetisi adalah salah satu cara terbaik untuk terus belajar dan keluar dari comfort zone. Selain menambah pengalaman, aku juga bisa bertemu banyak dan menambah relasi.

Di atas semuanya, target utamaku tetap lulus kedokteran tepat waktu dengan hasil yang terbaik, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis. Pada akhirnya, semua pengalaman itu ingin aku gunakan untuk menjadi dokter yang bukan hanya kompeten secara klinis, tetapi juga bisa memberikan dampak yang lebih luas, baik melalui edukasi, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

Baca Juga: Kafka Bintang, Si Photographic Memory Peserta COC Season 3

 

Pengalaman Gita di Clash of Champions Season 3

14. Ceritain dong, gimana awalnya kamu bisa ikutan Clash of Champions Season 3? Apakah kamu daftar sendiri, direkomendasikan orang lain, atau mungkin ditawarkan oleh pihak Ruangguru? Kita ingin tahu cerita di balik layar sampai akhirnya kamu bisa terjun di ajang kompetitif ini!

Jawaban:

Aku ditawarin oleh pihak Ruangguru untuk daftar Clash of Champions Season 3. Jujur aku nggak expect sih bakal di-contact oleh pihak Ruangguru.

 

15. Sebelum ikutan Clash of Champions Season 3, ada persiapan khusus gak sih yang kamu lakuin?

Jawaban:

Kalau khusus untuk Clash of Champions Season 3, sebenarnya nggak ada persiapan yang benar-benar spesifik. Menurutku, kemampuan yang ditampilkan di COC itu adalah hasil dari proses yang sudah dibangun selama bertahun-tahun. Misalnya, orang yang jago mental math karena belajar sempoa tidak mungkin hanya latihan seminggu lalu langsung mahir. Mereka bisa sampai di titik itu karena sudah belajar dan berlatih sejak kecil. Jadi, apa yang terlihat di kompetisi sebenarnya adalah hasil dari proses panjang yang sudah dijalani sebelumnya.

 

16. Kamu kan berhasil jadi peringkat pertama di game Aroma Master, apakah kamu emang suka dengan parfum atau aroma-aroma, sehingga kamu bisa membedakan berbagai macam aroma di game tersebut?

Game aroma master coc season 3

(Game Aroma master. Sumber: YouTube Ruangguru)

 

Jawaban:

Hahaha, sebenarnya aku memang suka parfum. Aku suka sniff-sniff parfum kalau ke mall atau toko dan memang dari kecil aku lumayan sensitif dengan aroma & bau-bauan. Selain itu, mungkin juga karena memoriku lumayan terlatih.

Dari kecil aku belajar piano dan terbiasa menghafal partitur, jadi saat game itu aku lebih mengandalkan ingatan untuk membedakan dan mengingat karakter setiap aroma. Waktu game itu, aku lebih mengandalkan ingatan terhadap karakter setiap aroma dan nomor.

 

17. Gita, waktu kamu kalah dari tim Rexx di game Invisible Collision dan harus ikutan Deathmatch, gimana cara kamu me-maintenance mental dan kepercayaan diri kamu untuk terus melaju di kompetisi ini?

Jawaban:

Jujur waktu itu sempat down, karena siapa sih yang nggak kecewa setelah kalah? Tapi aku sadar, hasil pertandingan yang sudah lewat nggak bisa diubah. Yang bisa aku kontrol adalah bagaimana aku mempersiapkan diri untuk Deathmatch. Daripada terus terpaku pada kekalahan, aku memilih fokus pada kesempatan yang masih aku punya dan karena sudah diberikan kesempatan kedua, aku ingin memberikan yang terbaik. Aku percaya satu kekalahan tidak mendefinisikan kemampuan seseorang. Yang lebih penting adalah bagaimana kita meresponsnya dan bangkit di kesempatan berikutnya.

Baca Juga: Profil Rexx, Alumni AOC yang Siap Bersaing di COC Season 3

 

18. Lalu, boleh ceritain juga dong strategi kamu saat menghadapi revival dan harus melawan banyak peserta lain yang sudah tereliminasi sebelumnya!

Jawaban:

Menurutku, revival itu justru salah satu ronde yang paling berat karena semua orang datang dengan mindsetnothing to lose‘. Jadi aku nggak terlalu fokus mikirin siapa lawanku, tapi lebih fokus menjaga konsentrasi diri sendiri. Pressure pasti ada sih, tapi aku mencoba tetap tenang dan jangan panik. Buatku, di kompetisi seperti COC, sering kali yang membedakan bukan siapa yang paling pintar, tapi siapa yang bisa tetap berpikir jernih di bawah tekanan.

 

19. Menurut kamu, game apa yang paling menantang selama kamu jadi peserta COC Season 3? Ceritain alasannya!

Jawaban:

Game yang menurutku paling menantang selama jadi peserta COC Season 3 adalah game deathmatch abis kalah dari tim Rexx, sih. Soalnya, yang diambil dikit dan aku harus bersaing dengan orang-orang yang udah pada jago-jago semua. Deg-degannya kerasa banget sih jujur hahaha.

 

20. Di ajang Clash of Champions Season 3, menurut kamu siapa sih lawan terberatmu? Ceritain dong kenapa kamu merasa dia jadi saingan paling menantang buat kamu!

Jawaban:

Menurutku setiap peserta punya keunggulannya masing-masing, jadi sebenarnya sulit memilih satu orang. Tapi kalau harus memilih, mungkin Kak Nasywaa, sih. Menurutku dia bukan cuma pintar, tapi juga sangat tenang saat main game-game di COC. Itu yang menurutku paling sulit, karena di COC kemampuan berpikir saja tidak cukup, tapi juga harus bisa tetap fokus di situasi yang mencekam hahaha 

Baca Juga: Profil Nasywaa, Peserta COC Season 3 dari Statistika UI

 

Pengalaman Belajar Gita dengan Produk Ruangguru

21, Kamu pernah pakai produk Ruangguru kah, Gita? Kalau pernah, Boleh dong diceritain, produk atau fitur apa aja yang kamu pakai, dan waktu itu kamu pakai buat persiapan apa? Gimana kesan kamu belajar pakai Ruangguru?

Jawaban:

Iyaa, aku pernah pakai produk Ruangguru. Waktu aku persiapan UTBK, aku sempat langganan Ruangbelajar. Aku juga rutin ikut try out UTBK dari Ruangguru dan banyak drilling soal dari sana. Jujur, menurutku tingkat kesulitan soalnya sedikit di atas UTBK dan tipe-tipe soalnya juga lebih fresh, jadi benar-benar melatih cara berpikir. Karena sudah terbiasa mengerjakan soal yang lebih menantang, waktu menghadapi UTBK aslinya aku jadi merasa lebih siap dan bisa mengerjakannya dengan lebih lancar.

Nah, kalau kamu mau belajar bareng guru terbaik dan materi interaktif, langsung aja cek aplikasi Ruangguru!

CTA Ruangguru

Itu dia cerita Gita, peserta Clash of Champions Season 3 yang nggak cuma berprestasi secara akademik, tapi juga punya banyak sisi menarik di luar dunia kedokteran. Dari pilihannya untuk tetap mengejar cita-cita sebagai dokter, aktif di organisasi, punya passion di musik, sampai caranya menjaga mental saat menghadapi tekanan kompetisi, perjalanan Gita menunjukkan bahwa prestasi dibangun dari proses panjang dan konsistensi.

Buat kamu yang ingin mengikuti jejak Gita, jangan takut untuk mencoba hal baru, ikut kompetisi, dan terus mengasah kemampuan dari sekarang. Siapa tahu, pengalaman belajar dan latihan yang kamu jalani hari ini bisa jadi bekal besar untuk kesempatan berikutnya, termasuk tampil di ajang seperti Clash of Champions!

Yuk, vote Gita sebagai peserta favorit pilihan kamu di sini. Jangan sampai kelewatan keseruannya, cuss, pantengin terus media sosial, blog Ruangguru, channel WhatsApp COC Season 3, buat dapetin info ter-update!

Siap jadi juara di Tahun Ajaran Baru 2026/2027? Yuk, segera klaim diskon spesial beragam paket produk dari Ruangguru.

clash of champions season 3 ruangguru

Ruangguru

Platform bimbingan belajar online terbesar dan terbaik di Indonesia. Menyediakan layanan belajar berbasis teknologi interaktif untuk jenjang SD, SMP, SMA/SMK.