Profil Darren, Mahasiswa Electrical & Electronic Engineering NTU Peserta COC Season 3

Profil Darren clash of champions season 3

Penasaran dengan sosok Darren, mahasiswa NTU Singapura yang ikut bersaing di Clash of Champions Season 3? Yuk, kenalan lebih dekat lewat cerita lengkapnya di artikel ini!

Kalian sadar nggak sih, Darren ini bisa dibilang salah satu ‘kuda hitam’ di Clash of Champions Season 3? Mungkin namanya jarang jadi sorotan besar di awal, tapi kalau diperhatiin, Darren hampir selalu berada di top 10 di tiap game sejak round 1. Stabil banget, kan?

Puncaknya, masih ingat nggak di episode 11 Clash of Champions Season 3, waktu Darren bermain di game Mysterious Scatter? Di game ini, Darren benar-benar ‘memasak’ karena berhasil meraih peringkat pertama dan mendapatkan perfect score dengan menyelesaikan 25 anagram. Momen itu langsung bikin banyak penonton makin penasaran dengan sosok Darren di balik layar kompetisi, nih.

Tapi, Darren bukan cuma menarik karena performanya di Clash of Champions Season 3. Ia juga merupakan mahasiswa Nanyang Technological University (NTU) Singapura dengan perjalanan akademik dan prestasi yang nggak kalah keren. Jadi, siapa sebenarnya Darren? Yuk, kenalan lebih dekat lewat Q&A berikut ini!

Baca Juga: Profil Peserta Clash of Champions (COC) Season 3 Batch 8

 

Yuk, Kenalan dengan Darren

Profil Darren clash of champions season 3

 

Biodata Darren

Nama Lengkap

Steven Darren Wijaya

Nama Panggilan

Darren

Tempat, Tanggal Lahir

Semarang, 15 Januari 2007

Angkatan Kuliah

2025

Riwayat Pendidikan

  • Nanyang Technological University (NTU)
  • SMA Kolese Loyola Semarang

 

GPA

4.82/5.00

 

Pengalaman Organisasi

  • Anggota WSC RSP DC (Welfare Service Club, Regular Service Program, Deaf Community), NTU Singapore, 2025-sekarang
  • Anggota Gamelan Soepra Angkatan 73, SMA Kolese Loyola Semarang, 2022-2024

 

Akun Media Sosial

 

Hobi

Bermain rhythm games

 

Prestasi Darren

  1. Gold Medal – International Mathematics and Science Olympiad (Mathematics Category) 2018 in China
  2. Bronze Medal – Olimpiade Sains Nasional Bidang Fisika 2024

 

Melihat biodata singkat Darren, rasanya wajar kalau banyak yang langsung penasaran dengan sosoknya. Darren merupakan mahasiswa Nanyang Technological University (NTU) jurusan Electrical and Electronic Engineering, dengan ketertarikan yang juga melebar ke bidang analisis data dan edukasi. Kombinasi yang cukup unik, ya? Dari teknik elektro, data, sampai edukasi, Darren kelihatan punya rasa ingin tahu yang luas, guys.

Prestasi Darren juga nggak kalah mengagumkan dari peserta COC lainnya, nih. Ia pernah meraih Gold Medal di International Mathematics and Science Olympiad (Mathematics Category) tahun 2018 di China, serta Bronze Medal di Olimpiade Sains Nasional Bidang Fisika tahun 2024. Keren banget, kan?

Tapi di balik deretan prestasi itu, tentu ada banyak cerita menarik yang bikin Darren semakin seru untuk dikenal. Mulai dari perjalanan masuk NTU, kehidupan sebagai mahasiswa di Singapura, pengalaman aktif di kegiatan sosial kampus, sampai aksinya di Clash of Champions Season 3. Jadi, yuk kenalan lebih dekat dengan Darren lewat Q&A eksklusif berikut ini!

Baca Juga: Profil Ben, Peserta COC Season 3 Peraih 4 Medali OSN MTK

 

Perjalanan Darren Tembus di NTU (Salah Satu Universitas Terbaik di Singapura)

1. Dari awal, apakah NTU memang jadi kampus impianmu? Atau dulu sempat mengincar universitas lain juga? Ceritain dong gimana akhirnya kamu memilih NTU sebagai tujuan kuliah? 

Jawaban:

Dari awal saya ikut persiapan beasiswa, saya udah nargetin Singapore, yang kupandang sebagai salah satu negara dengan pendidikan yang baik dan proper. Singapore juga punya komunitas, tata negara, dan kesempatan yang mantap juga. As an alternative, saya juga consider Australia, quite similar.

Lalu kenapa NTU dibandingkan NUS? Sejujurnya faktor ini agak blur, like I just felt like choosing it. Mungkin untuk alasan yang lebih konkrit, NTU memang lebih baik di jurusan saya yaitu teknik elektro, baik secara rank maupun kualitas pengajarannya (meskipun kedua universitas sangat dekat). 

Juga ada consideration kalau komunitasnya terasa lebih friendly dan natural gitu, mengingat NTU berada di dekat kawasan perhutanan dan memang lebih asri. But in the end, choosing between NTU and NUS feels like choosing between two equally good gold pieces. Both of them are really amazing.

 

2. Kamu berhasil tembus ke NTU, salah satu kampus terbaik di Asia. Boleh dong ceritain prosesnya dari awal sampai keterima. Ada strategi khusus, persiapan, atau pengalaman yang paling berkesan?

Jawaban:

Saya mengikuti program persiapan kuliah dari BIM. Meski sudah dibantu persiapan, saya masih mendaftar ke NTU secara mandiri (beberapa negara lain punya agen atau organisasi tertentu). Persiapan yang diperlukan adalah dokumen seperti ijazah dan bukti prestasi yang pernah didapat, serta tes seperti IELTS dan SAT

Setelah itu, ada proses interview yang cukup unik, karena saya hanya membaca soal yang diberikan dan berbicara satu-arah kepada kamera laptop yang merekam video jawaban saya, tanpa ada pengawas atau interviewer. Jadwal interview bisa lebih fleksibel, tetapi tetap harus bersiap dan berlatih untuk menjawab dalam batas waktu yang diberikan.

Setelah dinyatakan lulus dan menerima letter of acceptance (LoA), bersiaplah untuk mengurus lebih banyak hal, seperti penetapan asrama, pengecekan kesehatan, pemilihan jurusan final, dan sebagainya.

 

3. Selama kuliah di NTU, kamu pakai beasiswa atau enggak? Kalau iya, boleh dong dijelasin beasiswa apa, bagaimana cara daftarnya, dan tips buat yang ingin mengikuti jejakmu?

Jawaban:

Di masa SMA, saya mengikuti program persiapan kuliah dari Beasiswa Indonesia Maju, dengan afiliasi dari Taman Sains (shoutout to Kak Austin Season 2). Dalam jangka waktu satu tahun, saya mendalami berbagai macam hal tentang dunia pendidikan tingkat tinggi di seluruh dunia (termasuk tes IELTS dan SAT, manajemen proyek, dan self-branding seperti esai dan cover letter). Setelah itu, saya masuk ke program sarjana dari Beasiswa Garuda di masa mulai berkuliah di NTU. Kedua beasiswa ini dijalankan di bawah Kemdiktisaintek.

Program beasiswa ini memang sering berubah seiring waktu dan kebutuhan, jadi lebih baik cek versi terbarunya di website Beasiswa Garuda (https://beasiswagaruda.kemdiktisaintek.go.id/). Prosesi program sarjana biasanya dimulai di awal tahun (Januari).

Baca Juga: Profil Ayden, Mahasiswa Harvard Jago Robotic di COC Season 3

 

Mengenal Darren sebagai Mahasiswa Electrical and Electronic Engineering di NTU

4. Kenapa sih kamu memilih jurusan Electrical and Electronic Engineering di NTU? Apakah ada pengalaman pribadi, ketertarikan khusus, atau alasan lain yang mendorong keputusan kamu itu?

Jawaban:

Di masa saya memilih jurusan, saya kepikiran untuk mengambil jurusan yang sejajar dengan bidang Fisika. Bisa Fisika murni ataupun Teknik Mesin, Teknik Listrik, Aero, dan sebagainya. Walaupun awalnya mau Fisika murni, saya jadinya ambil EEE (Electrical and Electronic Engineering) setelah beberapa pertimbangan. In the end saya cukup puas dengan pilihan yang kubuat itu, because I found out that dari berbagai macam bidang studi dalam Fisika, kelistrikan memang yang paling saya minati

 

5. Selain mengambil jurusan Electrical and Electronic Engineering, apa yang membuat kamu tertarik untuk juga mengambil second major dalam analisis data dan minor dalam teori edukasi? Ketiganya adalah bidang yang sangat berbeda-beda, ada cerita nggak dibalik keputusan itu?

Jawaban:

Now one thing you need to know about me is that I just really like to learn so many different things, bahkan sampai nggak ada waktu untuk actually deep dive into the topic (regardless of that, the interests are still there). So in a way, jurusan-jurusan ekstra ini membantu saya meluruskan proses belajar topik tambahan yang paling diminati, sedangkan sisanya dapat dibuat menjadi pembelajaran di saat waktu luang.

Second major dalam data analysis saya ambil karena saya suka melihat angka-angka diolah, lumayan satisfying bisa menyimpulkan sesuatu dari koleksi data-data (ini terpengaruh dari salah satu lomba yang pernah saya ikuti, yaitu IMPACT 4.0 dari STEI ITB).

Meanwhile, minor in education study saya ambil karena deep-down saya merasa cocok menjadi guru, sehingga cukup menarik juga untuk mengambil kelas-kelas yang bisa membantu memahami dunia perguruan.

 

6. Selama kuliah di NTU, mata kuliah apa yang paling kamu suka dan kenapa? Apakah karena materinya relevan sama kehidupan sehari-hari, atau dosennya inspiratif?

Jawaban:

Ideally saya suka semua mata kuliah yang tak hanya berbau teknis (hitung-hitungan), tetapi sudah mulai ekspansi domain wawasan saya (instead of repeating past topics, although it’s still important to strengthen your own foundational knowledge). Semisalnya, kelas Physics for Electrical Engineers, yang juga membahas optik dan Fisika kuantum; kelas Programming khusus analisis regresi dan agen artificial intelligence; dan kelas Maths for Engineer yang membahas matriks, bilangan kompleks, kalkulus vektor.

Juga ada special case untuk kelas pertama yang saya ambil di minor teori edukasi, yaitu tentang motivasi dalam belajar. Kelasnya memang hanya diikuti sedikit orang (30), tetapi berarti pembelajaran terasa lebih dekat dan banyak diskusi yang dapat terjadi.

Awalnya sempat ragu, tetapi karena instruktor kelas ini juga sangat antusias dan berpengalaman, saya menjadi aktif berbicara, lebih pede, dan bisa memahami dengan lebih baik. Saya juga bisa berinteraksi dengan sesama classmate dari jurusan berbeda-beda, hingga dapat menyatukan expertise masing-masing dalam salah satu proyek kelompok yang ada. No regrets taking this class.

 

Pengalaman Darren Aktif di Organisasi dan Kehidupan Kampus

7. Kamu kan aktif di organisasi WSC RSP DC (Welfare Service Club, Regular Service Program, Deaf Community), itu kan berfokus di kegiatan sukarela dan pelayanan sosial. Boleh ceritain nggak pengalaman paling berkesan selama kamu bergabung di sana!

Jawaban:

Aktivitas dalam organisasi ini tidak hanya mengambil kursus bahasa isyarat dan mengajar para murid sebagai bentuk pelayanan rutin, tetapi juga melakukan berbagai macam kampanye untuk meningkatkan kesadaran tentang budaya komunitas ini.

Kami pernah mengadakan semacam camp untuk para remaja dan orang dewasa muda dalam bentuk berbagai macam permainan. Dari acara ini, saya belajar banyak tentang manajemen proyek. Selain itu, kami juga melakukan song signing, di mana kita mengubah suatu lirik lagu menjadi koreografi bahasa isyarat yang dapat ditampilkan dalam publik.

 

8. Apa sih pengalaman paling berkesan saat menjadi mahasiswa NTU? Baik itu dari segi akademik maupun kehidupan kampus.

Jawaban:

Saya sangat impressed dengan berbagai macam fasilitas publik yang dapat diakses dengan cukup mudah. Salah satunya adalah adanya shuttle bus yang bergerak mengelilingi kampus sepanjang hari. Transportasi ini sangat membantu karena lahan kampus ini memang cukup luas. Selain itu, juga ada bus yang menghubungkan kampus NTU dengan transit di luar kampus, serta sedang dibangun jalur kereta yang langsung menghubungkan NTU dengan keseluruhan sistem MRT Singapura (meskipun akan resmi dibuka sesaat sebelum saya lulus kuliah).

Hal lain yang sangat membantu pembelajaran adalah ketujuh perpustakaan yang tersebar di kampus NTU. Masing-masing perpustakaan memiliki koleksi buku dan fasilitas yang beragam. Tempat inilah di mana saya biasanya bersarang di antara jam kelas, atau bahkan ketika lagi bosan di hari yang kosong. Tempat ini terasa rapi, tertata, dan lively, sehingga sangat mendukung proses pembelajaran secara mandiri.

 

9. Kuliah di luar negeri pasti penuh tantangan. Menurut kamu, gimana sih cara survive dan beradaptasi dengan lingkungan dan budaya baru di sana?

Jawaban:

Kebetulan saya sudah punya banyak pengalaman tinggal di luar lingkungan keluarga sejak SD, mulai dari mengikuti berbagai camp dan pelatihan perlombaan, hingga akhirnya bersekolah di luar kota untuk SMP dan SMA. So by the time I traveled abroad for college, sudah banyak kebiasaan yang saya ambil dan bisa dilakukan dengan cukup otomatis. Secara ringkas, skill tersebut bisa dideskripsikan sebagai menjadi mandiri, untuk melakukan keperluan atas inisiatif diri sendiri dengan bantuan luar minimal. (Sebenarnya tempat saya sekolah SMP dan SMA relatif dekat dengan keluarga hingga mereka dapat mengunjungi saya seminggu sekali).

Untuk kebudayaan Singapura sendiri menurut saya masih approachable. Budaya kampus cukup bersahabat dengan murid internasional, dan untuk budaya kehidupan sehari-hari harus terbiasa dengan berkomunitas, karena kebanyakan hunian adalah vertikal. In fact, yang menyebabkan paling sulit untuk survive adalah ekonomi, standar di Singapura 3-4 kali daripada di Indonesia 🙁

Baca Juga: Profil Azka Adziman, Mahasiswa Oxford Peserta COC Season 3

 

Motivasi, Target, dan Sisi Personal Darren

10. Kamu pernah merasa demotivasi untuk belajar enggak? Kalau iya, gimana cara kamu supaya bisa bangkit dari perasaan itu dan kembali lagi termotivasi?

Jawaban:

Sayangnya saya juga sering mengalami hal serupa, terutama jika dihadapkan dengan musuh kita bersama yaitu prokrastinasi. Saya sudah memikirkan suatu strategi tentang bagaimana dapat menghandle ini lebih baik, seperti dengan membuat to-do list, jadwal deadline, serta menganut sistem reward and punishment. Tetapi sejujurnya rencana tersebut masih baru saya buat akhir-akhir ini, dan baru bisa benar-benar diterapkan di semester ke depan. Wish me luck 🙂

 

11. Selain yang sudah kamu capai sekarang, ada nggak goal atau achievement lain yang masih kamu kejar ke depannya?

Jawaban:

 So far, saya sangat confident dengan kemampuan saya dalam hal teknis, seperti mendapatkan nilai bagus dalam suatu kelas atau mengikuti perlombaan. Tetapi yang perlu saya lakukan lebih adalah untuk memanfaatkan skill yang saya pelajari untuk membuat suatu proyek.

Dari titik ini, termasuk setelah mengikuti Clash of Champions, saya sudah memikirkan berbagai passion project yang dapat saya kembangkan, kebanyakan dalam segi software programming or even game development. Saya juga kepikiran untuk membuat lebih banyak konten edukatif, secara ideal berupa video panjang di YouTube. Stay tuned for all of those

 

12. Apakah kamu punya hobi unik atau kegiatan seru yang jarang orang tahu? Ceritain dong!

Jawaban:

Saya bisa dan sudah sering bicara panjang lebar tentang rhythm games, and I’m glad to do it again. Secara simpel, di saat suatu lagu diputar di background, kamu harus ngelakuin hal tertentu untuk merespons not-not yang muncul. Kedengaran simpel, tetapi permainan high-level dapat memunculkan pola-pola yang sangat kompleks tetapi elegan jika dapat dieksekusi dengan sempurna. Justru tujuan utama dari game ini adalah untuk melakukan semua aksi dengan timing se-eksak mungkin.

Bisa dibilang genre game ini sudah menjadi identitasku sejak kecil, ketika ayah saya membawaku ke mall lalu mengajak menonton seseorang main Pump it Up, game rhythm arkade yang sampai sekarang masih saya mainkan. Sejak itu, saya mulai mempelajari dan memainkan lebih banyak game serupa, dari seluruh penjuru dunia (terutama Asia timur) dengan format yang bermacam-macam.

Bermain game sejenis ini butuh banyak keterampilan dan koordinasi, tetapi menurut saya benefit paling baik dari game ini adalah fitness. Saya percaya bahwa game ini merupakan salah satu alternatif bagi olahraga yang valid, terutama yang berupa arkade di mall-mall. Badan saya bergerak cepat dan detak jantung saya kerap melesat. Setelah setiap sesi, saya pasti merasa capai dan berkeringat banyak. I’m glad that this genre has been a big part of my life, dan saya juga ingin memberikan shoutout kepada komunitas yang telah terbentuk berkat adanya game-game ini.

Baca Juga: Profil Rexx, Alumni AOC yang Siap Bersaing di COC Season 3

 

Perjalanan Darren di Clash of Champions Season 3

13. Ceritain dong, gimana awalnya kamu bisa ikutan Clash of Champions Season 3? Apakah kamu daftar sendiri, direkomendasikan orang lain, atau mungkin ditawarkan oleh pihak Ruangguru? Kita ingin tahu cerita di balik layar sampai akhirnya kamu bisa terjun di ajang kompetitif ini!

Jawaban:

Saya diundang untuk ikutan lewat Whatsapp: “Halo Darren. Kami sedang mencari kandidat untuk CoC Season 3.” Wah awalnya agak campur aduk feeling, karena happy bisa menunjukkan skill-ku dalam IQ games, tapi juga deg-degan takut kalau tingkah lakuku agak lucu gitu. But in the end ya, kesempatan ini nggak bakal sering datang, jadi sekalian saya beranikan untuk ambil tawaran itu.

Untuk administrasi juga ada persiapan seleksi dalam bentuk ujian skill serta presentasi terekam. Aku memang ngeluarin personality-ku di keduanya sih, dan ujungnya bersyukur karena keterima. Setelah melalui semua proses Clash of Champions, termasuk shooting dan sekarang sudah airing, I’m really glad I took the chance.

 

14. Sebelum ikutan Clash of Champions Season 3, ada persiapan khusus gak yang kamu lakuin?

Jawaban:

Supaya familiar dengan format-format game yang sudah pernah dilombakan, saya nge-binge watch keseluruhan Clash of Champions Season 2 dalam sekitar seminggu dua minggu. Sejujurnya, agak nyesel sih nggak ngikutin saat masih premiere, karena memang seru acaranya :D. Memang game yang muncul nggak bakal exactly the same, tapi bisa antisipasi kalau bakalan ada mekanik eliminasi, revival, team game, jenis soal yang diujikan, dan sebagainya.

Kalau dengan skill menyelesaikan masalah sendiri, saya latihan dua hal. Aku latihan menghitung secara mental dan cepat pakai online program (Zetamac, Math Tricks). Aku juga sempat latihan memori dengan belajar strategi memorisasi seperti major order, serta mencoba untuk menghafal satu deck kartu poker. Nggak terlalu banyak sih hafalnya, tapi at least sudah ada gambaran game memori bakalan seperti apa.

 

15. Darren, diakumulasi ronde pertama kamu berhasil menempati posisi 3. Seberapa yakin kamu dalam mempertahankan posisi tersebut di game-game berikutnya?

Jawaban:

I’d say that this is just a warm-up, and anything can happen in future rounds. But yeah, I’m quite confident with where I am right now. Just handle any slip-ups properly, and it should be good. (Menurutku ini baru pemanasan, dan apa pun masih bisa terjadi di babak-babak selanjutnya. Tapi ya, sejauh ini aku cukup percaya diri dengan posisiku sekarang. Tinggal menghadapi setiap kesalahan dengan baik, dan seharusnya semuanya akan berjalan lancar.)

 

16. Darren, kamu kan di Icosahedron harus melawan tim Kafka. Sebagai anggota tim Azka, boleh ceritain dong strategi kamu sehingga bisa memenangkan game ini!

Jawaban:

This game is super challenging for sure. Dan walaupun kontribusiku ga se-direct itu, saya bantu sebaik mungkin buat menghafal info-info yang diperlukan. In particular, saya lumayan hafal dengan struktur dari icosahedron tersebut, yaitu sisi mana saja yang terhubung dengan sisi tertentu. Selain itu, saya hanya hafal minimal. Apalagi bilangan-bilangannya, cuma hafal dua/tiga sisi aja.

That is until Stanley answers a question with a really unique approach: Dia sempat nyoba nyari nilai dari path tertentu, tapi bukan yang diminta. But instead of forgetting it outright, he keeps it in mind sampai akhirnya nilai dari path itu actually muncul sebagai salah satu soal berikutnya. Dia langsung lari maju dan jawab dengan benar.

Dari situ saya langsung ganti jurusan. Aku ngafalin path-path yang mudah dihafal, alias yang membentuk kata tertentu, serta nilai-nilainya. Dari situ memang harus sangat berharap kepada keberuntungan, but in the end… (silahkan tonton episodenya sendiri :D)

 

17. Darren, kamu berhasil mendapatkan nilai sempurna di game Mysterious Scatter! Game ini kan kita harus solve anagram. Pas kamu baca soal-soalnya, gimana cara kamu tetap on point sehingga bisa menyelesaikan semuanya dengan sangat baik?

Darren di game mysterious scatter

(Leaderboard round mysterious scatter. Source: Instagram @ruangguru)

Jawaban:

Kan game ini ada 2 bagian: Question boards dan anagrams. Waktu itu strategiku mencoba untuk balance between the two. Kerjakan beberapa question boards lalu menuju ke anagrams and try to secure some words early on, lalu kembali ambil question boards lagi, lalu ulangi.

Untuk question boards sih nggak ada strategi khusus, tinggal harus jeli dalam problem solving secara umum. Meanwhile untuk soal anagram, saya mencoba sebaik mungkin untuk mencapai flow state.

Di beberapa board pertama, saya notice bahwa semua kata di setiap board ada temanya masing-masing. Realisasi ini sangat membantu untuk mencapai fokus, karena habis tahu temanya apa dari satu atau dua kata, sisanya jadi lebih mudah dan bisa nge-flow. Bisa dibilang himpunan kata yang mungkin mengecil, dari keseluruhan kosa kata bahasa Inggris menjadi sekumpulan kecil kata yang sekategori.

 

18. Di ajang Clash of Champions Season 3, menurut kamu siapa sih lawan terberatmu? Ceritain dong kenapa kamu merasa dia jadi saingan paling menantang buat kamu.

Jawaban:

Sebelum game-nya dimulai, saya expect akan susah berhadapan dengan sesama teman perlombaan dulu, dari lomba Matematika (Ben, Rexx, Evan) dan Fisika (Arfa, Kevan, Darwin, Kaitlyn, Fansen). Tetapi setelah beberapa game pertama, muncul beberapa nama yang sejujurnya pertama kalinya saya dengar, tetapi memang dapat menjadi penantang yang sulit, seperti Kemal dan Nasywaa.

Baca Juga: Kemal, Si Jago Matematika dari CUHK Peserta COC Season 3

 

Pengalaman Belajar Darren dengan Produk Ruangguru

19. Kamu pernah pakai produk Ruangguru ya? Boleh dong diceritain, produk atau fitur apa aja yang kamu pakai, dan waktu itu kamu pakai buat persiapan apa? Gimana kesan kamu belajar pakai Ruangguru?

Jawaban:

Wah, masih ingat dulu nonton iklan Ruangbelajar dari Ruangguru pas masih SMP kelas 7. Aku sempat minta buat langganan, terus sempat dipakai selama satu semester. Bisa dibilang lumayan membantu saya untuk refresh materi pembelajaran.

Setelah itu saya pakai produk Ruangguru lagi pas SMA, yaitu Ruanguji. Saya mencari sumber-sumber buat latihan soal, karena sangat membantu buat belajar lebih efektif. Belajarnya bisa untuk ujian sekolah atau berbagai macam tes seperti UTBK. Habis setiap kali latihan, saya bisa dapat detail seperti nilai yang diperoleh serta soal-soal apa saja yang saya salah, biar bisa dibenahi lebih lanjut.

Nah, kalau kamu mau belajar bareng guru terbaik dan materi interaktif, langsung aja cek aplikasi Ruangguru!

CTA Ruangguru

Perjalanan Darren menunjukkan bahwa keberanian mengambil kesempatan bisa membuka banyak pengalaman besar. Dari berhasil melanjutkan studi di Nanyang Technological University (NTU), mendalami Electrical and Electronic Engineering, aktif dalam kegiatan sosial di kampus, sampai akhirnya tampil dan melaju jauh di Clash of Champions Season 3, Darren punya cerita yang penuh proses, adaptasi, dan keberanian untuk terus berkembang. Semoga kisah Darren bisa jadi inspirasi buat kamu untuk nggak ragu mencoba hal baru, tetap percaya pada kemampuan diri sendiri, dan terus melangkah meskipun harus menghadapi tantangan yang berat. 

Yuk, vote Darren sebagai peserta favorit pilihan kamu di sini. Jangan sampai kelewatan keseruannya, cuss, pantengin terus media sosial, blog Ruangguru, channel WhatsApp COC Season 3, buat dapetin info ter-update!

Siap jadi juara di Tahun Ajaran Baru 2026/2027? Yuk, segera klaim diskon spesial beragam paket produk dari Ruangguru.

clash of champions season 3 ruangguru

 

Ruangguru

Platform bimbingan belajar online terbesar dan terbaik di Indonesia. Menyediakan layanan belajar berbasis teknologi interaktif untuk jenjang SD, SMP, SMA/SMK.