Ketahui Syarat dan Cara Menulis Proposal Kegiatan | Bahasa Indonesia Kelas 11

Teks Proposal Kegiatan

Pada artikel ini kita akan mempelajari mengenai pengertian, jenis-jenis, serta sistematika penulisan dari proposal kegiatan. Simak hingga selesai ya!

--

 

Kamu pernah menyaksikan pentas seni di sekolah? Kegiatan ini biasanya dilaksanakan dengan mengundang penyanyi-penyanyi terkenal untuk menghibur para siswa di sekolah. Pentas seni biasanya dilakukan ketika hari ulang tahun sekolah atau acara reuni para alumni. Namun, tahukah kamu bagaimana cara mengadakan suatu pentas seni di sekolah? Nah, kegiatan pentas seni pastinya diawali dengan menyusun sebuah proposal kegiatan. Apa itu proposal kegiatan dan seperti apa strukturnya? Yuk, kita pelajari!

 

Pengertian Proposal Kegiatan

Proposal kegiatan adalah sebuah rencana yang dituangkan ke dalam bentuk rancangan kerja tertulis. Proposal ini dibuat sebelum suatu kegiatan dilaksanakan untuk mendapatkan izin atau juga mencari sponsor acara.

Proposal pada umumnya dibuat untuk ditujukan kepada pihak-pihak yang terkait dengan acara, tersebut, maupun pihak eksternal yang diharapkan mampu membantu keberlangsungan sebuah kegiatan. Beberapa pihak yang biasanya akan diberikan proposal tersebut, yakni pihak pemberi izin, dan penyumbang dana kegiatan. Misalnya pada kepala sekolah, pihak yang menjamin keamanan, sponsor, atau pihak yang berkepentingan lainnya. 

Baca juga: Mengenal Jenis dan Contoh Teks Prosedur

 

Fungsi Proposal Kegiatan

Adanya suatu proposal tentunya sebagai media untuk meraih suatu tujuan, bukan? Karena pada artikel ini kita membahas mengenai proposal kegiatan, fungsi-fungsinya antara lain yakni:

1. Sebagai pengajuan rencana kegiatan untuk memenuhi program kerja,

2. Sebagai pengajuan permohonan dana kepada pihak sponsor,

3. Sebagai data manajemen dalam mengadakan acara/kegiatan lainnya,

4. Sebagai panduan resmi dalam melaksanakan teknis acara, 

5. Sebagai panduan dalam penganggaran dana yang dibutuhkan.


Fungsi proposal kegiatan

 

Syarat Proposal Kegiatan

Ketika menulis proposal, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan, agar dokumen tersebut bisa memenuhi syarat untuk diajukan sebagai proposal. Simak syaratnya dibawah ini ya:

1. Harus memiliki unsur-unsur proposal yang tersusun secara sistematis,

2. Harus dibuat dengan jelas, mudah dimengerti, dan juga logis,

3. Jenis kegiatan yang akan dilakukan harus ditulis secara detail serta harus dapat direalisasikan,

4. Jika terdapat rencana anggaran atau biaya kegiatan, harus ditulis secara realistis dan akuntabel.

Jika proposalmu dirasa sudah sesuai dengan syarat di atas, berarti kamu sudah siap nih untuk mengajukan proposal kegiatanmu! eits, tapi jangan lupa simak juga pastikan juga dengan sistematika atau struktur dari proposal yang dijelaskan di bawah ini ya!

Baca juga: Mengupas Cerpen: Ciri, Fungsi, Struktur, Contoh, dan Analisis

 

Sistematika Penulisan Proposal Kegiatan

 

1. Judul proposal 

Judul proposal atau nama kegiatan pada prinsipnya sama seperti halnya judul suatu tulisan,  maka dari itu harus dibuat menarik dan jelas untuk menimbulkan rasa ingin tahu pembaca. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan nama kegiatan, antara lain:

  • Sesuai dengan topik kegiatan

  • Singkat, padat, dan jelas

  • Diungkapkan dalam bentuk frasa

  • Tidak ambigu atau bermakna ganda

 

2. Latar belakang kegiatan

Ketika menulis pendahuluan dalam proposal kegiatan, hal pertama yang harus ditulis yakni mengenai latar belakang diadakannya kegiatan yang kamu ajukan. Hal ini disajikan untuk mengetahui alasan mengapa suatu kegiatan harus dilaksanakan. Oleh karena itu, penyusun proposal diharapkan dapat menunjukkan pentingnya pelaksanaan kegiatan yang akan dilaksanakan.

 

3. Tujuan kegiatan

Tujuan berfungsi untuk mengarahkan dan memfokuskan aktivitas yang akan dilaksanakan. Dalam proposal, kamu bisa menuliskan poin-poin dari tujuan utama dari diadakannya kegiatan tersebut, lalu bagian ini menjadi acuan dan juga barangkali menjadi tolok ukur keberhasilan acara tersebut.

Baca juga: 5 Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks, dan Protokol

 

4. Peserta kegiatan

Bagian ini berisi tentang lembaga, personil, organisasi, atau kelompok masyarakat tertentu yang akan menjadi peserta dari kegiatan. Peserta kegiatan ini penting juga untuk dicantumkan, agar kegiatan dapat dinilai tepat sasaran dan mencapai tujuannya.

Sistematika penulisan proposal

 

5.  Waktu dan tempat pelaksanaan

Selanjutnya, proposal kegiatan juga harus memiliki rincian dalam hal ini waktu serta tempat pelaksanaan kegiatan. Pada bagian susunan acara dijelaskan secara detail mengenai susunan kegiatan yang akan dilangsungkan, bila perlu bisa dilengkapi juga dengan penanggung jawab setiap sesi acara.

 

6. Ketentuan-ketentuan

Karena fungsinya yang juga sebagai panduan resmi dalam melaksanakan teknis acara, proposal kegiatan juga perlu untuk menjelaskan berbagai hal yang mengatur pelaksanaan kegiatan. Contohnya seperti himbauan, larangan, ataupun peraturan yang harus diikuti oleh seluruh peserta.

Baca juga: 5 Contoh Teks Eksplanasi beserta Strukturnya

 

7. Jadwal kegiatan

Jadwal kegiatan merupakan bagian yang juga penting untuk dicantumkan dalam proposal kegiatan. Seperti yang kita ketahui, jadwal bisa digunakan kepanitiaan dalam mempersiapkan acara, maupun sebagai pengingat bagi peserta untuk dapat mengikuti kegiatan tersebut.

 

8. Susunan Kepanitiaan

Bagian ini menyebutkan tentang susunan panitia yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan acara. Bagian kepanitiaan dituliskan dengan terstruktur, misalnya dimulai dari penanggung jawab, panitia inti, dan unsur pembantu lainnya. 

 

9. Rencana anggaran

Proposal yang baik haruslah selalu mencantumkan rincian biaya penyelenggaraan kegiatan. Sebaiknya biaya itu diperhitungkan secara logis dan realistis, baik itu pemasukan maupun pengeluarannya. Estimasi pembiayaan yang dibuat oleh seorang penyusun proposal akan menjadi pertimbangan calon penyandang dana atau donatur. Anggaran biaya dapat dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu persiapan, operasional, dan laporan.

 

10. Penutup

Penutup merupakan bagian akhir dari  struktur perencanaan laporan kegiatan. Bagian ini merupakan semacam 'rayuan' terakhir penyusun proposal kepada pembaca untuk menentukan diterima atau tidaknya sebuah proposal. Untuk itu pada bagian ini, penyusun proposal harus dapat memotivasi calon penyandang dana, donatur, sponsor, atau partisipan dengan cara menunjukkan rasa optimistis terhadap kegiatan yang direncanakan.

Baca juga: Pengertian Kata Pengantar, Cara Membuat, dan Contohnya

 

Bentuk proposal

 

Nah, sedikit banyak sudah paham, kan? tentang apa itu proposal kegiatan. Buat menguji pemahamanmu, coba jawab satu soal latihan berikut ya!

 

Contoh Soal

Perhatikan pernyataan berikut ini.

  1. Membuat surat undangan rapat
  2. Membentuk kepanitian lomba puisi
  3. Menyusun program kerja
  4. Pelaksanaan lomba
  5. Evaluasi kerja

Pernyataan tersebut termasuk dalam bagian proposal, yaitu …..

A. Kepanitiaan

B. Susunan Acara

C. Anggaran

D. Penutup

E. Tujuan

 

Jawaban: B

Pembahasan: susunan acara berisi tentang urutan kegiatan yang akan dilakukan. Hal tersebut terlihat dari urutan yang dimulai membuat surat undangan rapat hingga evaluasi kerja. Oleh sebab itu, jawaban yang paling tepat adalah B.

 

Oke! Demikianlah materi tentang proposal kegiatan. Saat kamu membuat sebuah proposal, jangan lupa untuk melengkapinya dengan semua struktur di atas, ya! Kalau kamu masih ingin menyimak materi ini secara detail, atau belajar materi Bahasa Indonesia yang lain, kamu bisa belajar lebih lengkap dan seru di ruangbelajar. Karena ada banyak video animasi yang interaktif, buat belajarmu jadi seru!

Referensi:

Suherli dkk. 2017. Bahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas 11. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

 

Artikel diperbarui 23 Desember 2021.

Profile

Leo Bisma

Suka nonton film, liat bulan kalau malam, dan membaca semua kecuali pikiran. Oh ya, suka menulis juga di Ruangguru