Pahami Konsep & Cara Menghitung Peluang Suatu Kejadian | Matematika Kelas 12

Cara Menghitung Peluang Suatu Kejadian

Pelajaran Matematika memang tidak terlepas dengan materi peluang. Di artikel ini, kita akan belajar mengenai konsep dasar, rumus, dan cara menghitung teori peluang suatu kejadian.

--

Wih udah kelas 12 nih, dikit lagi lanjut kuliah. Pasti sekarang kamu lagi mempersiapkan strategi jitu, supaya gak salah pilih kampus dan jurusan impian. Kamu wajib banget untuk cek peluang program studi yang bakal kamu ambil. Nanti, kamu bisa cek lebih lanjut banyaknya daya tampung dan peminat di tahun sebelumnya.

Pokoknya sih, harus jago cari peluang, supaya kamu bisa lolos di kampus impianmu.

Nah, kayak yang udah disinggung sebelumnya tentang peluang. Pas banget nih, di artikel Matematika kelas 12 kali ini, kita mau bahas tentang rumus peluang suatu kejadian. Kamu tau nggak nih, apa yang dimaksud dengan peluang suatu kejadian?

 

Pengertian Peluang Suatu Kejadian

Singkatnya, peluang suatu kejadian itu adalah kemungkinan dari suatu kejadian. Selain peluang lolos di kampus impian, banyak contoh lain tentang peluang, ya. Bisa peluang mendapatkan bola berwarna merah, peluang menang lomba, peluang turun hujan, dan masih banyak lagi.

Baca juga: Kombinasi dan Binomial Newton dalam Aturan Pencacahan

Tapi sebelum kita lanjut, ada beberapa hal atau istilah-istilah dasar yang ada di peluang kejadian ini. Jadi, kamu wajib paham karena istilah-istilah ini akan selalu ada di materi peluang.

Istilah dalam Peluang Suatu Kejadian

 

Rumus Peluang Suatu Kejadian

Peluang atau kemungkinan, secara teoritis artinya perbandingan antara banyaknya suatu kejadian dengan banyaknya seluruh kemungkinan yang terjadi. Jadi, kita bisa tuliskan rumus peluang kejadian, seperti ini:

Rumus Peluang Kejadian

 

Selain rumus peluang suatu kejadian di atas, ada juga beberapa sifat peluang suatu kejadian yang wajib kamu tau. Di antaranya sebagai berikut:

Sifat-sifat peluang kejadian

Baca Juga: Yuk, Belajar 5 Jenis Permutasi pada Teori Peluang

 

Nah, penting untuk kamu ingat, jika kamu menemukan soal peluang yang memperhatikan urutan/susunanya, misal ada keterangan “diambil berurutan”, maka kamu harus hitung dengan rumus permutasi. Sebaliknya, kalau pada soal disuruh untuk diambil secara acak atau tidak memperhatikan urutan, maka kamu pakai rumus kombinasi.

Hayooo, kamu masih ingat nggak dengan rumus permutasi dan kombinasi? Kalo lupa, coba perhatikan gambar di bawah ini, ya!

Rumus Kombinasi dan Rumus Permutasi

Rumus permutasi dan rumus kombinasi

 

Nah, sebelum lanjut ke latihan soal, ada beberapa ringkasan langkah-langkah untuk nentuin hasil peluang suatu kejadian:

  1. Kamu harus menentukan ruang sampelnya atau n(S) terlebih dahulu.
  2. Menentukan kejadian peluang atau n(A) yang dikehendaki.
  3. Terakhir tinggal kamu tentuin peluang nya dengan rumus di atas tadi.

Yuk, langsung aja kita terapkan ke latihan soal!

 

Cara Menghitung Peluang Suatu Kejadian pada Soal

Empat bola diambil secara acak dari sebuah box yang berisi 15 buah bola. Karena salah penempatan, 3 bola kempis dan tidak bisa digunakan. Peluang terambilnya empat bola yang tidak kempis adalah….

  1. 0
  2. 0,23
  3. 0,36
  4. 0,42
  5. 0,46

Pembahasan:

Dari soal diketahui ada 15 bola dan 3 diantaranya kempis. Jadi, sisa 12 bola yang bisa digunakan. 

Nah, karena dari soal tidak ada aturan urutan dalam pengambilan bola, jadi rumus yang kita pakai adalah rumus kombinasi.

Cari n(S) terlebih dahulu:

Banyak cara mengambil 4 bola dari 15 bola adalah

Next, kita cari n(A):

Banyak cara mengambil 4 bola dari 12 bola adalah

Jadi, peluang 4 bola yang terambil tidak pecah adalah

Ternyata gampang kan? yang terpenting kamu harus bisa bedain kapan kamu harus pakai rumus permutasi atau kombinasi, biar nggak salah hitung. 

 

Pengertian Peluang Komplemen

Di materi peluang kejadian ini, juga ada yang namanya peluang komplemen, simbolnya kayak gini nih Ac. Peluang komplemen sering juga tuh keluar di soal-soal ujian teori peluang. Kalau begitu, apa sih yang dimaksud peluang komplemen? Jadi, peluang komplemen (Ac) adalah peluang semua kejadian yang bukan A.

 

Rumus Peluang Komplemen

Peluang kejadian punya hubungan dengan peluang komplemen. Dari hubungan itu lah, kita bisa mendapatkan rumus peluang komplemen. Hubungan antara peluang kejadian A dengan komplemennya (Ac), antara lain:

Hubungan Peluang kejadian dan Peluang komplemen

Rumus peluang komplemen

 

Cara Menghitung Peluang Komplemen pada Soal

Diketahui suatu kantong berisi 8 bola merah, 4 bola putih, dan 2 bola hijau. Peluang terambilnya bola bukan merah adalah ….

Pembahasan:

Misal : P(A)= peluang terambilnya bola merah

Maka, untuk mencari peluang terambilnya bola merah atau

Yuk kita cari terlebih dahulu P(A) dengan rumus:

n(A) adalah banyaknya bola merah dalam kantong, berarti n(A)= 8

Sedangkan n(S) banyaknya sampel yaitu jumlah semua bola yang ada di kantong,

 n(S)= 8 + 4+ 2 = 14.

langsung aja kita substitusi ke rumus:

Baca Juga: Kejadian Majemuk dalam Teori Peluang Matematika

 

Frekuensi Harapan Suatu Kejadian 

Ketika kamu belajar peluang kejadian, jangan bingung kalo kamu nemuin frekuensi harapan. Frekuensi harapan atau disimbolkan dengan Fh(A), bisa juga disebut sebagai ekspektasi suatu kejadian

Kalo suatu percobaan dilakukan berulang kali, maka frekuensi harapan muncul suatu kejadiannya akan semakin besar.

 

Rumus Frekuensi Harapan Suatu Kejadian

Jadi, frekuensi harapan pada suatu percobaan adalah hasil kali banyaknya percobaan dengan peluang kejadian secara teoritis. Bisa ditulis langsung jadi rumus:

Rumus frekuensi harapan kejadian

 

“Biasanya soal frekuensi harapan suatu kejadian kaya gimana sih?”

Nah, langsung masuk ke contoh soal aja yuk!

 

Cara Menghitung Frekuensi Harapan Suatu Kejadian

Sebuah dadu dilempar 24 kali. Jika A adalah kejadian muncul mata dadu prima ganjil, maka tentukanlah frekuensi harapan munculnya kejadian A!

Pembahasan:

Diketahui dari soal n = 24

Ingat Rumus Frekuensi Harapan: 

Nah, karena A adalah mata dadu prima ganjil, maka A={3,5}

atau n(A)= 2. 

Untuk S = {1,2,3,4,5,6} maka n(S)= 6

Lanjut, tinggal masukan ke dalam rumus frekuensi harapan.

Jadi, frekuensi harapan kejadian A adalah 8.

---

Wah, udah lengkap banget nih pembahasan peluang kejadian di awal ini. Ternyata cukup mudah kan, guys?

Sebenarnya materi peluang gak berhenti sampai di sini aja ya, karena masih ada lagi pembahasan yang lebih seru. Aku kasih contohnya nih, ada peluang kejadian yang saling lepas, saling bebas, dan masih banyak lagi! Semua materi ini penting loh!

Makanya jangan sampai kelewatan untuk terus belajar dan bahas-bahas soal di ruangbelajar. Materinya lengkap, pembahasan soal yang terupdate terus-menerus ditambah lagi pembahasan soal nya gampang dipahami, langganan sekarang aja yuk.

Sampai jumpa di artikel berikutnya ya, dadah!

New call-to-action

Referensi:

Nugraha, S dan Sulaiman. (2012) Buku Jagoan Matematika SMA/MA Kelas 10,11,12. Depok: Penerbit Pustaka Makmur.

Sutrisno, J. dan Foster, B. (2019) Fokus Belajar Inti Sari Matematika untuk SMP/MTs. Jakarta: Penerbit Duta.

 

Artikel pertama kali dipublikasi oleh Tedy Rizkha Heryansyah, dan diperbarui pada 29 Juni 2022 oleh Efira Yesika.

Profile

Kak Efira MT Saintek