Cerita Fabel: Pengertian, Struktur, Ciri & Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 7

cerita fabel - teks fabel

Artikel Bahasa Indonesia kelas 7 ini akan menjelaskan tentang fabel, mulai dari pengertian, struktur, teknik menulis, ciri-ciri, jenis dan contoh fabel. Mari kita pelajari bersama!

 

Hai, guys, kali ini kita akan belajar tentang teks cerita fabel. Sebelumnya, apakah kamu pernah pergi ke kebun binatang? Di kebun binatang, kamu bisa menyaksikan tingkah para binatang yang lucu-lucu dan aneh-aneh, ya. Kira-kira, apa kamu pernah terpikir untuk mengangkat kehidupan mereka ke dalam sebuah cerita fiksi. Nah, cerita fiksi yang para tokohnya itu binatang, dinamakan cerita fabel, lho. Sekarang, kita bahas lebih lengkap lagi yuk tentang pengertian, struktur, dan contoh fabel!

 

Pengertian Fabel

Apa itu cerita fabel? Cerita fabel adalah cerita tentang kehidupan binatang yang berperilaku menyerupai manusia. Tentunya, fabel termasuk jenis cerita fiksi, bukan tentang kehidupan nyata. Cerita fabel sering disebut cerita moral karena pesan yang ada di dalamnya berkaitan erat dengan moral.

Baca Juga: Contoh Cerita Fabel Singkat beserta Pesan Moralnya

 

Ciri-Ciri Fabel

Nah, fabel punya karakteristik atau ciri-ciri yang bisa kamu pahami. Di antaranya:

  1. Tokoh-tokohnya berupa binatang yang wataknya menyerupai manusia.
  2. Alur ceritanya singkat dan sederhana.
  3. Karakter tokoh ada yang baik dan buruk.
  4. Tema dan pesan moral fabel terkadang dituliskan dalam cerita.
  5. Pendahuluan cerita sangat singkat dan tidak berbelit-belit.

 

Struktur Fabel

Dalam menulis cerita fabel, kamu harus memperhatikan struktur-strukturnya, loh. Tujuannya supaya, cerita yang kamu sampaikan mudah dimengerti pembaca. Beberapa struktur dalam menulis cerita fabel, antara lain:

1. Orientasi

Orientasi adalah bagian permulaan pada sebuah cerita fabel yang berisikan dengan pengenalan cerita fabel tersebut yang diantaranya seperti pengenalan tokoh, pengenalan latar tempat dan waktu, pengenalan background atau tema dan lain sebagainya.

2. Komplikasi

Komplikasi adalah klimaks pada sebuah cerita yang berisikan mengenai puncak masalah yang dialami dan dirasakan oleh tokoh.

3. Resolusi

Resolusi adalah bagian dari teks yang berisikan dengan pemecahan permasalahan yang dialami dan dirasakan oleh tokoh.

4. Koda

Koda adalah bagian terakhir dari teks cerita yang berisikan pesan-pesan dan atau amanat yang terdapat didalam cerita fabel itu sendiri.

Jika sudah memahami strukturnya, kamu bisa langsung membuatnya. Di bawah ini ada contoh penulisan cerita fabel.

Baca Juga: Pengertian Teks Berita, Unsur, Struktur, Jenis & Kaidah Kebahasaannya

struktur teks cerita fabel

 

Unsur Intrinsik Fabel

Unsur intrinsik fabel adalah unsur pembangun yang ada dalam cerita fabel. Unsur intrinsik fabel terdiri dari tokoh, watak, latar, alur, sudut pandang, tema cerita fabel, dan amanat.

1. Tokoh

Tokoh adalah peran yang ada dalam suatu cerita dan digambarkan seperti apa karakter atau watak dari tokoh tersebut.

2. Watak

Tiap tokoh pasti punya watak yang membedakannya dengan karakter yang lain. Watak adalah sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku.

3. Latar

Latar adalah keterangan tentang waktu, ruang, dan suasana terjadinya lakuan dalam sebuah karya sastra. Latar berfungsi untuk menyampaikan informasi yang jelas tentang situasi dalam sebuah cerita.

4. Alur

Alur adalah proses berjalannya cerita. Ada tiga macam alur dalam suatu cerita yaitu:

  • Alur maju: cerita yang urutan peristiwanya dari awal sampai akhir.
  • Alur mundur: cerita yang disampaikan menoleh ke belakang, atau menceritakan akhir cerita terlebih dahulu dan kemudian berjalan mundur hingga ke awal cerita.
  • Alur campuran: cerota yang disampaikan meloncat-loncat antara masa lalu dan masa kini.

 

5. Sudut Pandang

Sudut pandang adalah cara yang digunakan pengarang dalam bercerita. Sudut pandang terbagi ke dalam dua jenis, yaitu:

  • Sudut pandang orang pertama: pengarang seolah-olah ada di dalam cerita yang ditulis. Biasanya  menggunakan kata “aku” atau “saya”.
  • Sudut padang orang ketiga: pengarang berada di luar cerita atau seolah-olah menjadi dalang pencerita. Cirinya biasanya menggunakan kata “ia”, “dia”, “mereka”, atau nama tokoh.

 

6. Tema

Tema adalah gagasan utama yang disampaikan di dalam cerita. Biasanya tema di dalam cerita berbentuk kata atau gabungan kata. Contohnya seperti kekeluargaan, ketuhanan, persahabatan, tanggung jawab, dan sebagainya.

7. Amanat

Amanat adalah pesan moral yang bertujuan agar pembaca bisa belajar melalui cerita.

Baca Juga: Perbedaan Cerita Fabel dan Legenda: Pengertian, Ciri, Contoh

 

Jenis-Jenis Fabel

Cerita fabel juga dikelompokkan menjadi beberapa jenis. Ada apa saja yaa? Berikut penjelasannya!

 

1. Jenis Fabel berdasarkan Paparan Watak Tokoh

Jenis fabel berdasarkan paparan watak tokoh dibagi menjadi dua, yaitu fabel alami dan fabel adaptasi.

A. Fabel Alami

Fabel alami adalah fabel yang menggunakan watak tokoh binatang, seperti pada kondisi alam yang nyata. Contohnya, kura-kura berwatak tenang dan berjalan lambat, atau watak singa yang berwatak buas. Latar ceritanya pun sesuai habitat asli hewan, seperti di hutan, sungai, dan sebagainya.

B. Fabel Adaptasi

Fabel adaptasi adalah fabel yang menggunakan watak tokoh berbeda dengan watak asli di dunia nyata. Contohnya, watak beruang yang periang dan bisa pergi ke pusat perbelanjaan. Padahal, di dunia nyata beruang memiliki watak yang keras dan tinggal di hutan.

 

2. Jenis Fabel Berdasarkan Kemunculan Pesan

Jenis fabel berdasarkan kemunculan pesan dibagi menjadi dua, yaitu fabel berkoda dan tanpa koda. Kamu sudah tahu belum apa itu koda? Koda adalah pesan moral yang tertulis dalam akhir cerita.

A. Fabel Berkoda

Fabel berkoda adalah fabel yang memunculkan pesan secara jelas dan mudah ditemukan.

B. Fabel Tanpa Koda

Fabel tanpa koda adalah fabel yang pesannya harus disimpulkan sendiri oleh pembaca. Karena, pesan tidak dicantumkan secara tertulis di akhir fabel.

 

Contoh Cerita Fabel

Musang dan Marmut

Orientasi

Pada suatu hari Moro kelaparan setelah ia pergi bermain di hutan. Tetapi, Moro malas mencari makan. Ketika itu Moro melihat ada makanan tergeletak di meja. Sebenarnya Moro tahu kalau itu makanan adiknya, Rita. Karena sudah sangat kelaparan, akhirnya Moro mencuri makanan Rita. Saat setelah selesai makan, Moro mencari alasan agar Rita tidak tahu kalu ia yang mencuri makanannya. Benar saja, Rita bertanya kepada Moro di mana makanan yang ia taruh diatas meja, Moro dengan agak gugup menjawab kalau makananya telah dicuri marmut.

 Komplikasi

“Masa sih, tidak mungkin marmut yang makan!” kata Rita.

“Betul kok! Kamu harus percaya dengan kakakmu ini!” jawab Moro berbohong.

Awalnya Rita tidak percaya dengan omongan kakaknya itu. Tetapi setelah Moro mengatakannya berkali-kali akhirnya Rita percaya juga. Kemudian Rita memanggil marmut ke rumahnya.

“Marmut, apakah kamu mencuri makananku?” tanya Rita pada marmut.

“Ha? Mencuri? Berpikir saja aku belum pernah!” jawab marmut.

“Ah, si marmut! Kamu ini membela diri saja! Sudah, Rita! Dia pasti berbohong”. kata Moro.

“Ya, sudahlah! Marmut, sebagai gantinya ambilkan makanan di seberang sungai sana. Tadi aku juga mengambil makanan dari sana!” kata Rita mengakhiri percakapan.

Marmut berjalan ke tepi sungai. Ia menaiki perahu kecil untuk menuju seberang sungai. Sebenarnya marmut tahu kalau Moro yang mencuri makanan. Sementara itu, di bagian sungai yang lain, Moro cepat-cepat menyeberangi sungai. Ia hendak memasang perangkap marmut agar marmut terperangkap.

Resolusi

Ketika marmut hampir mendekati seberang sungai, marmut melihat perangkap. Marmut yakin kalau perangkap itu dipasang oleh Moro. Tiba-tiba marmut mendapat ide. Marmut berpura-pura tenggelam dalam sungai.

“Aaa…Moro, tolong aku…!” teriak marmut.

Koda

Mendengar itu Moro segera menolong marmut. Marmut meminta Moro mengantarkannya ke seberang sungai. Moro tidak bisa berbuat apa-apa. Ia mengantarkan marmut ke seberang sungai. Sesampai di seberang sungai, marmut meminta Moro untuk menemani mengambil makanan. Karena Moro tidak hati-hati, kakinya terperangkap dalam perangkap marmut. Moro menyesali perbuatan buruknya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Baca Juga: Pengertian Dongeng, Jenis, Ciri-ciri, Fungsi, Unsur & Contoh

Bagaimana? Tidak sulit kan mempelajari contoh fabel di atas? Untuk membuat versi kamu sendiri, cukup ceritakannya seperti pengalaman sehari-hari. Bisa tentang teman yang di-bully, teman yang sombong, atau teman yang tidak percaya diri. Dengan menggunakan fabel, kisah yang dibuat menjadi lebih mudah dipahami dan lebih menarik.

Mau belajar tentang fabel lebih dalam lagi? Atau materi-materi penulisan teks yang lain? Yuk belajar di ruangbelajar! Di sana, kamu bisa akses materi-materi ditemani video animasi yang menarik, lho!

IDN CTA Blog ruangbelajar for desktop Ruangguru

Referensi:

Zabadi, Fairul dan Sutejo. 2014. Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Tedy Rizkha Heryansyah