Mengenal Teks Eksposisi: Ciri-ciri, Pola Pengembangan, Struktur, dan Contohnya | Bahasa Indonesia Kelas 8

Teks eksposisi

Artikel Bahasa Indonesia kelas VIII kali ini membahas mengenai teks eksposisi. Mulai dari pengertian, ciri-ciri, bentuk, pola pengembangan, struktur, hingga contohnya.

--

Teman-teman, kamu pasti pernah kan diskusi sama teman kamu, membahas suatu topik yang masing-masing dari kalian saling mengungkapkan pendapat. Contohnya kayak gini, nih!

 

 

Nah, kamu tau nggak sih, kalo informasi yang mereka sampaikan pada teks percakapan tersebut termasuk ke dalam teks eksposisi?

pengertian teks eksposisi

 

Jadi, kalo kita lihat dari definisinya, teks eksposisi adalah teks atau tulisan yang berisi informasi dan pengetahuan. Informasi ini didapat berdasarkan fakta atau kejadian yang benar-benar terjadi. Selain itu, di dalam teks eksposisi juga terdapat pendapat (argumen) dari si penulisnya. 

Sekarang, coba kita lihat kembali teks percakapan di atas. Pada percakapan tersebut, mereka saling berbagi informasi mengenai bahaya bagi pengendara yang tidak mematuhi peraturan lalu lintas. Di antaranya bisa terkena sanksi dan berpotensi mengalami kecelakaan yang tidak hanya membahayakan diri sendiri, tapi juga orang lain. Nah, dalam percakapan tersebut, mereka juga berpendapat kalo hal yang menjadi penyebab masyarakat tidak patuh peraturan lalu lintas adalah kurangnya etika, toleransi, dan pengetahuan terhadap rambu-rambu lalu lintas. Oleh karena itu, perlu diadakan sosialisasi kepada masyarakat terkait pengetahuan rambu lalu lintas serta pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas dalam berkendara.    

Baca juga: Unsur Kebahasaan Teks Diskusi

Gimana? Setelah baca penjelasan di atas, kamu sudah paham belum mengenai teks eksposisi? Sebenarnya, eksposisi itu ada dua macam. Bisa dalam bentuk lisan, juga tulisan. Kalo penyampaiannya itu diucapkan, berarti masuknya ke bentuk lisan. Sementara itu, kalo dalam bentuk teks, berarti masuknya ke bentuk tulisan, seperti yang kita bahas di artikel ini.  

Oh iya, teks eksposisi itu punya ciri-ciri. Apa aja ya ciri-cirinya?

 

Ciri-Ciri Teks Eksposisi

Terdapat dua ciri pada teks eksposisi, yaitu memiliki gagasan dan mengandung fakta. Gagasan bisa diartikan sebagai ide atau pendapat ya, teman-teman, sedangkan fakta merupakan kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi. Umumnya, fakta berisi data-data berupa angka, baik waktu, tanggal, tempat peristiwanya, maupun pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya.

ciri-ciri teks eksposisi

 

Oke, sebagai contoh, coba yuk kita bedah ciri-ciri teks eksposisi pada teks berikut ini:

Manajemen Pengelolaan Sampah

Sampah dipandang sebagai barang yang tidak berguna. Namun, sampah bisa dijadikan sebagai sumber pendapatan jika dikelola dengan baik. Dengan demikian, sampah dapat menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi. Manajemen pengelolaan sampah telah dilakukan di berbagai tempat.

Warga Pasar Ciputat, Tangerang, bisa dijadikan contoh. Warga setempat telah berhasil mengolah sampah dengan peralatan yang disediakan pihak swasta melalui perjanjian dengan pihak daerah. Hal senada juga sudah dilakukan oleh warga Kaliabang, Kota Bekasi. Warga serta pengurus RW setempat melakukan pengolahan sampah lingkungan. Sampah dapur atau sampah rumah tangga diubah menjadi kompos dan pupuk cair. Sampah yang diolah adalah sampah basah langsung oleh warga. Langkah tersebut dilakukan dengan melakukan sosialisasi kepada warga sehingga warga memisahkan sampah basah dan kering. Hasil yang diperoleh bisa mencukupi kebutuhan warga dan lingkungan sekitar. Di samping itu, hasil kompos dijual di instansi pemerintah dan swasta di lingkungan setempat. Produksi kompos dari sampah lingkungan bisa memberi kegiatan yang positif dan pemasukan bagi warga.

Berdasarkan contoh-contoh tersebut, pengolahan sampah memang tidak lepas dari keterlibatan warga masyarakat dan peran pemerintah. Masyarakat perlu diajari cara memilah sampah. Peranan pemerintah diperlukan dalam sosialisasi dan pembudayaan. Peran pemerintah juga diperlukan untuk menjadi penghubung ke pihak swasta. Jika pemerintah berhasil menggandeng pihak swasta di dalam penyediaan teknologi pengelolaan sampah, biaya pengolahan sampah dapat ditekan. Peran swasta juga dapat dalam penyaluran dan pembelian produk-produk yang dihasilkan melalui pengolahan sampah.

(Kosasih, 2017:71)

 

Nah, di kalimat kedua dan ketiga pada paragraf pertama, penulis menyampaikan gagasan bahwa sampah bisa menjadi sumber pendapatan yang bernilai ekonomi jika dikelola dengan baik. Dalam hal ini, secara nggak langsung, penulis mengajak pembaca untuk menyikapi masalah sampah yang sedang dibahas tersebut. 

Kemudian, penulis juga memberi bukti-bukti pendukung berdasarkan fakta di paragraf kedua. Di sana dijelaskan bahwa warga Pasar Ciputat dan Kaliabang telah berhasil melakukan pengelolaan sampah lingkungan. Sampah dapur dan rumah tangga diubah menjadi kompos dan pupuk cair yang bisa dijual ke instansi pemerintah maupun swasta. 

Sampai sini, sudah paham belum nih bedanya gagasan dengan fakta? Hmm, kalo masih belum yakin, coba jawab quiz di bawah ini deh, teman-teman!

 

 


Baca juga: Teks Eksplanasi: Pengertian, Struktur, dan Contoh

 

Pola Pengembangan Teks Eksposisi

Kita lanjut ke bahasan berikutnya, ya. Teks eksposisi memiliki empat pola pengembangan. Di antaranya, ada pola pengembangan umum-khusus, khusus-umum, ilustrasi, dan perbandingan.

pola pengembangan teks eksposisi

 

Kita bahas satu per satu disertai dengan masing-masing contohnya, ya.

1. Umum-Khusus

Pola ini bisa disebut juga dengan paragraf deduktif. Kenapa gitu? Karena, ide pokok atau gagasan utamanya berada di awal paragraf dan diperinci oleh beberapa kalimat penjelas. Contoh:

Meskipun bukan termasuk minuman kesehatan, kopi memiliki efek yang baik untuk gigi. Penelitian terbaru dari negeri Cappuccino, Italia, menguatkan fakta itu. Carlo Pruzzo, dari Universitas Ancona menjelaskan senyawa yang terkandung di dalam kopi menghentikan bakteri yang menempel ke gigi sintesis. Senyawa tersebut juga efektif membasmi bakteri yang bisa langsung merusak gigi. 

Pada teks di atas, penulis menyampaikan gagasan utama yang sifatnya lebih umum di awal paragraf, yaitu kopi memiliki efek baik untuk gigi. Lalu, gagasan utama tersebut diperinci dengan beberapa kalimat penjelas yang sifatnya lebih khusus. Nah, untuk menjelaskan efek baik kopi untuk gigi, penulis memasukkan beberapa hasil penelitian yang terdapat di kalimat ketiga dan keempat.    

2. Khusus-Umum

Kebalikan dari pola sebelumnya, pola ini bisa disebut dengan paragraf induktif. Alasannya karena di awal paragraf, penulis akan menyampaikan beberapa kalimat penjelas. Lalu, diakhiri dengan kalimat umum atau ide pokok yang dijadikan kesimpulan. Contoh:

Gerakan pencinta alam dengan dasar “sadar lingkungan sehat” telah mulai menggejala di kalangan remaja. Tidak sedikit perkumpulan pencinta lingkungan yang anggotanya terdiri atas pelajar, baik itu pelajar SMP, SMA, maupun para remaja dari lingkungan pesantren. Keberanian untuk melakukan penelitian ilmiah semakin meluas, khususnya di tingkat SMA. Fenomena semacam itu merupakan bukti bahwa remaja saat ini tidak selalu bernilai negatif. 

Bisa kamu baca ya pada teks di atas. Di awal paragraf, penulis menjelaskan kalo gerakan pencinta alam mulai banyak diminati di kalangan remaja. Selain itu, para remaja ini juga mulai berani untuk melakukan penelitian secara ilmiah. Kemudian, di akhir paragraf, penulis memberikan simpulan bahwa hal-hal tersebut merupakan bukti kalo remaja saat ini nggak selalu melakukan kegiatan yang negatif. Nah, simpulan inilah yang menjadi ide pokok paragraf tersebut.    

3. Ilustrasi

Lanjut ke pola pengembangan berikutnya. Pada pola pengembangan ilustrasi, penulis akan menyampaikan gagasan di awal paragraf. Kemudian, diperinci dengan beberapa ilustrasi yang dapat mendukung gagasan-gagasan tersebut. Ilustrasi ini berupa data penguat yang berasal dari pengalaman atau pengamatan penulis. Tujuannya, untuk membuktikan gagasan yang disampaikan. Contoh:

Olahraga merupakan rangkaian kegiatan yang menyehatkan badan. Pasalnya, dengan berolahraga kita dapat terhindar dari penyakit. Misalnya saja dengan berenang, olahraga yang dilakukan di dalam air sangat berguna menyehatkan kesehatan paru-paru dalam bernafas. Selain itu, semua jenis olahraga dapat menyehatkan badan.

Nah, pada teks tersebut, penulis menyampaikan gagasan kalo olahraga merupakan kegiatan yang dapat menyehatkan badan. Kemudian, penulis memberi ilustrasi berupa contoh olahraga renang yang dapat menyehatkan paru-paru dalam bernafas.   

4. Perbandingan

Pada pola ini, penulis akan membandingkan gagasan yang disampaikan dengan benda, keadaan, atau hal-hal lain yang memiliki persamaan atau perbedaan. Tujuannya, untuk memperkuat gagasan penulis agar dapat meyakinkan pembaca. Contoh:

Susu kedelai dikenal sebagai sumber protein, tetapi kandungan protein pada susu kedelai jauh lebih kecil dibandingkan dengan susu sapi. Menurut sebuah sumber, kandungan protein pada susu kedelai adalah sebesar 6,73 gram, lebih kecil dibanding susu sapi yang proteinnya sebanyak 8, 02 gram.   

Sudah terlihat jelas ya teman-teman pola perbandingannya. Di kalimat pertama, penulis membandingkan kandungan protein susu kedelai dengan susu sapi. Perbandingan ini dibuktikan dengan data dari salah satu sumber yang menyatakan kalo kandungan susu kedelai jauh lebih kecil dari susu sapi. 

Coba deh, menurut kamu, paragraf berikut ini menggunakan pola pengembangan apa, ya?

 

 

Baca juga: Mempelajari Struktur, Teknik Menulis, dan Contoh Fabel

 

Struktur Teks Eksposisi

Kita masuk ke bahasan terakhir, ya. Selain pola pengembangan, teks eksposisi juga punya struktur. Struktur teks eksposisi terdiri dari tesis, rangkaian argumen, dan penegasan ulang.

struktur teks eksposisi

 

Intinya, di bagian tesis itu akan berisi topik permasalahan yang ingin disampaikan penulis. Lalu, di bagian rangkaian argumen, akan berisi gagasan atau pendapat penulis mengenai topik permasalahan tersebut. Di bagian ini, penulis juga akan memberikan fakta-fakta untuk mendukung gagasan yang disampaikan. Terakhir, penegasan ulang itu berisi simpulan dari topik yang dibahas.

contoh teks eksposisi

 

Nah, pada teks tersebut, paragraf pertama merupakan tesis. Pada paragraf itu, mengandung permasalahan yang ingin dibahas penulis, yaitu masalah manajemen pengelolaan sampah. Kemudian, paragraf kedua merupakan rangkaian argumen. Di paragraf itu, penulis berargumen kalo tindakan yang dilakukan warga Pasar Ciputat dan Kaliabang bisa dijadikan contoh. Dengan mengelola sampah dapur dan sampah rumah tangga menjadi pupuk kompos dan pupuk cair, lalu dijual ke instansi pemerintah dan swasta, hasilnya bisa memberi kegiatan positif serta pemasukan bagi warga. Selain itu, penulis juga menyampaikan fakta berupa kegiatan yang telah dilakukan warga dan pemerintah dalam upaya manajemen pengelolaan sampah. Paragraf ketiga merupakan penegasan ulang. Di bagian ini, penulis memberikan simpulan kalo upaya manajemen pengelolaan sampah, perlu peran dari warga maupun pemerintah.

 

Teman-teman, semoga artikel ini cukup membantu kamu dalam memahami teks eksposisi secara ringkas, ya. Kalo kamu merasa penjelasan ini kurang lengkap, kamu bisa nih tonton materi teks eksposisi di ruangbelajar. Ada konsep kilatnya juga, lho! Memahami materi jadi jauh lebih cepat.

New call-to-action

Referensi:

Kosasih, E. (2017) Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VIII Edisi Revisi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

Hasanah, W. (2021) Cara Membuat Pupuk Kompos, Mengatasi Masalah Sampah Rumah Tangga [Daring]. Tautan: https://tekno.tempo.co/read/1455815/cara-buat-pupuk-kompos-megatasi-masalah-sampah-rumah-tangga (Diakses pada: 7 Juni 2021)

 

Artikel diperbarui pada 15 Juni 2021

Beri Komentar