Selain Big Bang, Ini 6 Teori Pembentukan Tata Surya Lainnya | Fisika Kelas 7

teori pembentukkan tata surya

Kamu pernah penasaran nggak, gimana sih awal terbentuknya tata surya? Nah, di artikel Fisika kelas 7 kali ini, kita akan membahas 7 teori pembentukan tata surya. Simak, ya!

 

Di kelas 6 yang lalu, siapa di antara kamu yang masih ingat materi tentang tata surya? Coba ingat-ingat lagi deh, ada berapa planet di sistem tata surya kita?

Nah, artikel kali ini, kita masih akan membahas tentang tata surya. Tapi, pembahasan kita akan lebih fokus ke teori-teori pembentukannya. Hmm… pernah nggak sih kamu berpikir bagaimana sistem tata surya sekarang ini bisa terbentuk?

Manusia memang ditakdirkan Tuhan untuk hidup di bumi. Tapi, apakah di luar planet bumi ada kehidupan?

Para ilmuwan masih melakukan penelitian tentang hal tersebut. Terlepas ada tidaknya kehidupan di luar planet bumi, sekarang kita akan bahas nih bareng-bareng tentang macam-macam teori pembentukan tata surya.

Ternyata, ada 7 teori pembentukan tata surya yang akan kita bahas, di antaranya:

rangkuman teori pembentukan tata surya

 

Kita akan bahas satu per satu ya. Are you ready?

 

1. Teori Big Bang

Observatorium Mourt Wilson yang berada di Los Angeles, Amerika Serikat, saat itu digunakan oleh Edwin Hubble untuk melakukan pengamatan. Hubble mengamati bahwa langit yang saat ini ada akan terus berkembang.

Sebelum Hubble melakukan pengamatan, di tahun 1927, Georges Lemaitre seorang astronom dan fisikawan asal Belgia ini sudah terlebih dulu mengemukakan pendapatnya tentang Teori Big Bang.

teori big bang

 

Berangkat dari pernyataan Lemaitre, Hubble melakukan pengamatan dan bisa mengemukakan bahwa bumi dan alam semesta ini bisa terbentuk karena adanya ledakan yang sangat besar.

Nah, partikel yang dipancarkan dari ledakan tersebut, mulai meleleh dan dipadatkan oleh gravitasi. Padatan-padatan itulah yang membentuk benda-benda langit seperti saat ini.

Baca Juga: Yuk, Ketahui Ciri-Ciri 8 Planet di Tata Surya!

 

2. Teori Bintang Kembar

Apa yang terlintas di pikiran kamu tentang bintang kembar? Bintang yang mirip kah? Atau bintang yang seperti Upin Ipin?

Kalau itu yang ada di benak kamu, hampir benar sih. Cuma teori ini lebih ke arah ukuran bintang yang sangat besar. Nah, teori yang dibawa oleh R.A Lyttleton ini mengatakan bahwa salah satu bintang kembar tersebut ditabrak oleh bintang yang lain.

Baca Juga: Apa yang Terjadi Jika Matahari Menghilang?

Ini bukan karena bintang tersebut nggak punya rem, lho. Harap dibedakan ya antara bintang dengan kendaraan.

teori bintang kembar

 

Nah, bintang yang ditabrak itu hancur dan menjadi puing-puing serta debu. Puing-puing pecahan bintang yang ditabrak tadi berevolusi dan mengelilingi bintang kembarannya yang tidak pecah. Kamu tahu nggak satu bintang kembar yang nggak pecah itu menjadi apa?

 

3. Teori Keadaan Tetap

Teori yang dikemukakan oleh Sir Fred Hoyle, Thomas Gold, dan Sir Hermann Bondi ini bertolak belakang dengan teori Big Bang. Dalam teori keadaan tetap ini, alam semesta selalu tampak sama dari sejak awal dan tidak akan berakhir.

Memang, semua materi di alam semesta ini terus mengembang dan bergerak menjauh dan menciptakan ruang kosong. Tapi di ruang kosong tersebut akan tercipta juga materi baru sehingga materi-materi tersebut bakalan membentuk galaksi baru.

teori keadaan tetap

 

Dasar munculnya teori keadaan tetap ini ialah adanya prinsip kosmologi sempurna yang menyatakan bahwa alam semesta di mana pun dan kapan pun akan tetap sama. Hal ini didukung oleh hasil penemuan galaksi yang baru punya massa yang sama dengan galaksi yang bergerak menjauh.

Baca Juga: Teori Bumi Bulat vs Bumi Datar, Manakah yang Benar?

 

4. Teori Nebula

Teori yang dikemukakan oleh Immanuel Kant dan Piere Marquis de Laplace ini menyatakan bahwa tata surya ini berasal dari sebuah kabut. Kabut ini tersusun dari debu, es, dan gas dengan kandungan hidrogen yang tinggi di dalamnya. Nah, kabut ini disebut dengan nebula.

teori nebula

 

Kabut tersebut berputar sampai membentuk bola dan semakin kecil bentuk bila tersebut, maka putarannya semakin cepat nih. Ada sebagian massa kabut tersebut yang menjauh dari pusat dan membentuk cincin di sekeliling kabut tersebut.

Nah, kabut yang menjauh dari pusat inilah kemudian membeku dan menjadi planet dan satelit. Lalu, bagian pusat yang masih berpijar disebut dengan?

Yaps, matahari.

 

5. Teori Pasang Surut

Teori ini awalnya dikemukakan oleh Bufon. Buffon ini bukan pemain sepakbola penjaga gawang tim nasional Italia ya, Squad. Menurut Buffon, tata surya itu ada karena material penyusun matahari yang bertebaran.

Kok bisa bertebaran?

Ini terjadi karena matahari bertabrakan dengan komet yang membuat material di dalam matahari terpental keluar.

teori pasang surut

 

Kemudian ada juga teori dari James Jeans yang menyimpulkan kalau tata surya itu ada akibat interaksi antara matahari dengan bintang yang melewatinya.

Dalam proses interaksi tersebut, terdapat pasang surut di permukaan matahari. Sehingga menyebabkan banyak material yang terpental keluar. Nah, material yang terpental itu kemudian menjadi gumpalan dan membentuk sebuah planet.

Baca Juga: Memahami 8 Fase Bulan dan Gerhana

 

6. Teori Planetesimal

Teori-teori pembentukan tata surya lainnya adalah Teori Planetesimal. Teori yang dikemukakan oleh Forest Moulton dan Thomas Chamberlain ini menyatakan kalau tata surya itu bisa terbentuk karena adanya bintang lain yang melakukan PDKT ke matahari.

Nah, dari hasil PDKT tersebut berakibat permukaan matahari membentuk tonjolan-tonjolan dari gaya tarik yang disebabkan oleh bintang tersebut.

teori planetesimal

 

Saat si bintang mulai menjauhi matahari, ada sebagian material masuk kembali ke dalam permukaan matahari dan sebagian lain menetap di orbit, memadat, dan menjadi dingin. Inilah yang dinamakan benda-benda langit atau planetesimal.

 

7. Teori Proto Planet (Awan Debu)

Teori yang dicetuskan Carl Von Weizsaeker dan disempurnakan oleh Gerard Kuiper ini menyatakan kalau tata surya itu asalnya dari gumpalan debu dan gas. Nah, gumpalan tadi itu memadat dan membentuk gumpalan bola.

Partikel-partikel yang ada di bagian tengah saling menekan satu sama lain, sehingga menimbulkan panas dan berpijar, Bagian inilah yang disebut dengan matahari.

teori proto planet

Baca Juga: Perbedaan antara Komet dan Asteroid 

 

Gimana nih? Sudah jelas belum tentang 7 teori pembentukan tata surya? Kamu masih bingung? Jangan khawatir, ada lho penjelasan yang lebih lengkap di ruangbelajar. Kamu bisa melihat penjelasannya dengan animasi yang keren deh pokoknya. Tonton sekarang juga yuk!

IDN CTA Blog ruangbelajar Ruangguru

Tedy Rizkha Heryansyah