Teks Ulasan: Pengertian, Jenis, Struktur, Kebahasaan & Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 8

pengertian resensi

Yuk, belajar mengenal teks ulasan, mulai dari pengertian, jenis-jenis, struktur, kebahasaan, cara membuat, dan contohnya di artikel Bahasa Indonesia kelas 8 ini.

--

Pernah nggak sih kamu ingin mengomentari sesuatu setelah menonton film atau membaca buku? Komentar ini bisa berupa kata-kata bagus, seru, lucu, atau ungkapan sejenisnya. Nah, memberikan komentar mengenai sesuatu itulah yang disebut dengan teks ulasan. Yuk, belajar lebih lengkap lagi mengenai teks ulasan di artikel ini, mulai dari pengertian, struktur, jenis, hingga kebahasaannya.

 

Pengertian Teks Ulasan

Dalam KBBI, ulasan berarti ‘kupasan, tafsiran, atau komentar’. Teks ulasan adalah teks yang berisi penjelasan, penafsiran, atau penilaian terhadap suatu karya, seperti film, drama, atau buku. Psst, ulasan punya nama lain, lho, yaitu resensi.

Perlu diingat, teks ulasan yang kamu tulis harus kritis agar ulasan dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan karya lainnya.

Baca Juga: Mengenal Drama, Unsur-Unsur, Struktur dan Cirinya

 

Jenis-Jenis Teks Ulasan

Ada tiga jenis teks ulasan yang perlu kamu ketahui. Apa saja? Berikut pembahasannya.

1. Teks Ulasan Informatif

Teks ulasan informatif adalah teks yang berisi gambaran singkat, umum, dan padat dari suatu karya. Ulasan jenis ini hanya menjelaskan bagian-bagian penting dari suatu karya untuk menekankan kelebihan dan kekurangan karya yang diulas.

2. Teks Ulasan Deskriptif

Teks ulasan deskriptif adalah teks yang berisi pembahasan secara mendetail di setiap bagian suatu karya. Ulasan deskriptif biasanya digunakan untuk mengulas karya fiksi. Tujuannya, untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang manfaat, informasi, dan kekuatan gagasan yang disalurkan oleh penulis.

3. Teks Ulasan Kritis

Teks ulasan kritis adalah tes yang berisi kritik terhadap suatu karya dengan mengacu pada ilmu pengetahuan tertentu. Ulasan kritis harus dibuat dengan objektif dan kritis, bukan hanya berdasarkan pendapat pengulas saja ya.

tujuan resensi.png

 

Struktur Teks Ulasan

Secara struktur, pola penulisan teks ulasan terdiri atas beberapa bagian berikut ini.

1. Identitas

Pada bagian ini, kamu wajib mencantumkan identitas karya selengkap dan sejelas-jelasnya seperti gambar atau foto karya yang diulas, lengkap dengan rincian karyanya.

Misalnya, untuk buku, identitas yang bisa dimasukkan antara lain seperti judul buku, nama pengarang, jumlah halaman, nama penerbit, tahun terbit, hingga ukuran dimensi buku. Apabila yang diulas adalah film, kamu bisa memasukkan judul film, sutradara, pemain, penulis skenario, nama rumah produksi, hingga durasi di bagian identitas.

2. Orientasi

Dalam struktur orientasi ini dijelaskan mengenai pentingnya sebuah karya yang diulas. Di bagian ini, kamu bisa menjelaskan tentang popularitas karya seperti penghargaan atau predikat lain yang pernah berhasil didapatkan.

3. Sinopsis

Struktur ketiga yaitu sinopsis, berisi tentang ringkasan dari isi karya yang diulas. Apabila yang diulas berupa novel, film atau pementasan drama, sinopsisnya bisa berupa jalan cerita dari suatu karya. Kalau yang diulas berupa lagu atau karya nonfiksi, sinopsisnya dapat berupa rangkuman isi karya secara garis besar.

4. Analisis

Analisis berisi paparan tentang keberadaan unsur-unsur karya. Pada ulasan novel, film, atau drama, analisisnya dapat berupa penjelasan tentang unsur intrinsik, seperti tema, tokoh, latar, dan alurnya. Untuk ulasan lagu, kamu bisa memasukkan unsur analisis, seperti estetika dan komposisinya.

5. Evaluasi

Bagian evaluasi pada teks ulasan berisi penjelasan tentang kelebihan dan kekurangan suatu karya. Kelebihan dan kekurangan yang disampaikan bisa dilihat dari isi, tampilan, dan bahasa yang digunakan. Di bagian ini, kamu juga bisa memberikan penutup dengan kesimpulan tentang penilaian akhir karya.

Baca Juga: Pengertian Teks Eksposisi, Ciri, Struktur, Pola Pengembangan, Contoh 

 

Kebahasaan Teks Ulasan

Seperti apa sih bahasa yang baik digunakan untuk menulis teks ulasan? Yuk, simak aspek kebahasaan dari teks ulasan berikut.

1. Konjungsi Penerang

Konjungsi penerang adalah kata penghubung yang dipakai untuk menjelaskan atau menerangkan suatu kejadian di dalam kalimat. Biasanya, konjungsi penerang ditandai oleh kata bahwa.

Contoh: Penulis menyampaikan bahwa karya tersebut terinspirasi dari lingkungan sekitarnya.

2. Konjungsi Temporal

Konjungsi temporal adalah kata penghubung yang menerangkan hubungan waktu dari dua hal atau peristiwa yang berbeda. Konjungsi ini biasanya ditandai dengan kata-kata seperti sebelumnya, selanjutnya, setelahnya, lalu, kemudian, sesudahnya, sambil, sementara, sebelum, sejak, tatkala, ketika, dan semenjak.

Contoh:

  • Film ini menjadi sangat populer semenjak rilis beberapa hari yang lalu.
  • Sebelumnya novel ini telah mendapat kritikan dari beberapa pembacanya.
  • Penulis itu sudah meluncurkan buku pertamanya kemudian buku keduanya beberapa bulan yang akan datang.

3. Konjungsi Penyebaban

Konjungsi penyebaban adalah kata penghubung yang menandakan adanya hubungan sebab akibat. Nama lain dari konjungsi ini adalah konjungsi sebab akibat atau konjungsi kausalitas. Konjungsi penyebaban ditandai dengan adanya kata karena dan sebab.

Contoh:

  • Film ini layak mendapat penghargaan karena penggambaran alurnya mengejutkan.
  • Buku ini banyak dibeli kalangan muda sebab penggunaan bahasanya cukup mudah dipahami.

4. Ungkapan Saran atau Rekomendasi

Saran atau rekomendasi adalah ungkapan yang berisi anjuran, imbauan, atau usul mengenai suatu hal. Kalimat berupa saran atau rekomendasi ditandai dengan kata hendaknya, sebaiknya, dan seharusnya.

Contoh:

  • Hendaknya gambar yang digunakan berwarna sehingga memudahkan pembaca memahami isinya.
  • Seharusnya sutradara lebih cermat dalam memilih pemainnya.
  • Sebaiknya sampul buku lebih menggambarkan isi dari buku tersebut.

manfaat resensi.png

 

Langkah Menyusun Teks Ulasan

Teks ulasan merupakan suatu teks yang berisi pembahasan ataupun penilaian terhadap suatu buku atau karya-karya lain. Teks ulasan disusun berdasarkan tafsiran maupun pemahaman atas isi buku yang dibaca. Berbeda dengan menafsirkan terhadap teks lain yang lebih tertuju pada kepentinganmu sendiri, penyusunan ulasan selalu ditujukan untuk kepentingan orang lain.

Hasil pemahaman itu lalu disampaikan kepada khalayak. Untuk menyusun teks seperti itu, langkah-langkahnya sebagai berikut.

  1. Mencatat identitas buku atau karya yang akan diulas, yang meliputi judul, penulis, nama penerbit, tahun terbit, termasuk ketebalan. Kalau perlu termasuk harga buku.
  2. Mencatat hal-hal menarik/penting dari suatu karya.
  3. Menelaah kelebihan dan kelemahan karya.
  4. Merumuskan kesimpulan tentang isi dan kesan-kesan karya itu secara keseluruhan.
  5. Membuat saran-saran untuk pembaca.

Baca Juga: Pengertian Teks Berita, Tujuan, Unsur, Struktur, Jenis & Contoh

 

Contoh Teks Ulasan

Setelah memahami seluruh penjelasan di atas, sekarang coba kamu lihat contoh teks ulasan di bawah ini dan analisis struktur serta temukan unsur kebahasaannya ya.

Identitas Buku

  • Judul : Atheis
  • Pengarang : Achdiat K. Mihardja
  • Penerbit : Balai Pustaka
  • Tahun terbit : 1949 (cetakan pertama)
  • Tebal halaman : 232 halaman

Atheis merupakan salah satu novel terbaik yang memperoleh hadiah tahunan Pemerintah RI tahun 1969. R.J. Maguire menerjemahkan novel ini ke bahasa Inggris tahun 1972. Sementara itu, Sjuman Djaya mengangkatnya ke layar perak tahun 1974 dengan judul yang sama.

Novel ini menceritakan perjalanan hidup tokoh Hasan. Dari kecil ia dididik menjadi anak yang saleh. Ia begitu taat beribadah. Begitu juga dengan orang tuanya adalah pemeluk Islam yang fanatik. Orang tua Hasan menyekolahkan di MULO. Di sekolah itu dia bertemu dengan seorang gadis cantik yang bernama Rukmini. Hubungan keduanya semakin akrab. Mereka saling jatuh cinta. Rupanya kisah cinta mereka tidak bisa berlangsung lama. Oleh orang tuanya, Rukmini disuruh kembali ke Jakarta. Ia akan dipinang oleh seorang saudagar kaya. Ia menuruti nasihat orang tuanya dengan menerima pinangan saudagar kaya tersebut meski pernikahan itu tidak disertai rasa cinta.

Kejadian itu membuat hati Hasan hancur. Ia menjadi frustasi. Untuk menghilangkan bayangan Rukmini dari hidupnya, ia mengikuti aliran tarekat seperti yang telah lama dianut orang tuanya. Ia semakin taat beribadah. Akan tetapi, kehidupannya berubah ketika dia bertemu teman lamanya, yaitu Rusli. Temannya itu datang bersama seorang wanita cantik bernama Kartini. Ia adalah perempuan modern dan pergaulannya bebas. Ia juga seorang janda. Ternyata sejak perjumpaan itu, Hasan menaruh hati pada Kartini. Alasannya, Kartini memiliki karakter yang hampir sama dengan Rukmini.

Semenjak Hasan mencintai Kartini, dia pun juga bergaul dengan teman-teman Kartini. Hasan mencoba untuk menyadarkan Kartini dan Rusli dengan memberikan ceramah-ceramahnya. Akan tetapi, karena Rusli juga pandai bicara, kemudian dialah yang berbalik memengaruhi Hasan. Tanpa disadari, pemikiran-pemikiran Rusli melekat di kepala Hasan. Mulanya, Hasan tidak terpengaruh. Namun, keyakinannya mulai goyah ketika dia dikenalkan dengan seorang yang tidak percaya Tuhan, yaitu Anwar. Pengetahuan Anwar tentang ketuhanan begitu luas.

Sejak saat itulah pemahaman Hasan tentang agama mulai berubah. Ia mulai meragukan keberadaan Tuhan. Hasan semakin tersesat dari agama. Pergaulannya semakin bebas. Ia kemudian menikahi Kartini. Pernikahan mereka didasarkan atas rasa suka sama suka. Pernikahan mereka ternyata tidak bahagia. Kehidupan rumah tangga mereka berantakan. Pergaulan Kartini semakin bebas. Lama-kelamaan Hasan cemburu karena hubungan Kartini dengan Anwar semakin dekat. Hasan menganggap Kartini telah selingkuh.

Kejadian itu telah menyadarkan kembali Hasan tentang agama. Ia menyesal dan merasa berdosa atas apa yang telah diperbuat. Pergaulan bebasnya dengan teman-teman yang tidak percaya Tuhan membuatnya tersesat dan ragu dengan keberadaan Tuhan. Hasan memutuskan bercerai dengan Kartini dan ia pun pulang kampung.Ia ingin meminta maaf kepada ayahnya. Sesampainya di kampung, ia menjumpai ayahnya sedang sakit keras. Ternyata ayahnya tidak mau memaafkan Hasan, bahkan sampai maut menjemputnya. Ayah Hasan tetap berada pada pendiriannya.

Hasan merasa bahwa semua itu terjadi karena perbuatan Anwar. Ia menaruh dendam pada Anwar dan berniat membunuhnya. Pada suatu malam, ia melaksanakan rencana itu. Kemudian, ia mencari Anwar. Karena pada waktu itu situasi sedang tidak aman, diberlakukanlah jam malam. Nahas menimpa Hasan. Belum sempat melaksanakan niatnya, ia malah tertembak. Akan tetapi, sebelum meninggal, ia masih sempat mengingat Allah dengan berkali-kali menyebut asma-Nya.

Novel ini banyak memberikan pelajaran kepada pembacanya. Kita harus pandai bergaul dengan orang lain. Jangan sampai salah pergaulan hingga pada akhirnya kita malah tersesat, bahkan sampai mengingkari ajaran agama. Kita harus senantiasa berpegang teguh pada agama dan selalu meyakini keberadaan Tuhan.

--

Gimana, sudah semakin paham kan tentang teks ulasan atau resensi? Ada yang masih bingung, atau ingin melihat contoh ulasan dari karya lainnya? Cuss, langsung buka ruangbelajar kamu sekarang!

ruangbelajar

Referensi:

Kosasih, E. 2017. Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Profile

Shabrina Alfari

Content Writer at Ruangguru. Hope my writing finds you well and help you learn a thing or two :)